Menggigil Setelah Operasi, Apakah Kondisi Ini Berkaitan dengan Obat Bius?
Tata - Sunday, 11 October 2026 | 02:37 PM


Menjalani operasi tidak hanya membuat tubuh membutuhkan waktu untuk pulih dari tindakan bedah, tetapi juga dari pengaruh anestesi atau obat bius. Dalam proses pemulihan tersebut, sebagian pasien mengalami menggigil, tubuh bergetar, atau merasa sangat kedinginan meskipun berada di dalam ruangan.
Kondisi ini dapat menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi pasien dan keluarga yang baru pertama kali mengalaminya. Tidak sedikit yang bertanya-tanya apakah menggigil merupakan efek samping obat bius atau tanda bahwa ada masalah setelah operasi.
Menggigil setelah operasi memang dapat berkaitan dengan anestesi. Namun, kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh suhu tubuh, lingkungan ruang operasi, dan rasa nyeri. Oleh karena itu, penyebabnya perlu dinilai berdasarkan kondisi pasien serta gejala yang menyertainya.
Apakah Menggigil Setelah Operasi Berkaitan dengan Obat Bius?
Ya, menggigil setelah operasi dapat berkaitan dengan penggunaan obat bius. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai postoperative shivering atau menggigil pascaoperasi.
Obat anestesi dapat memengaruhi mekanisme pengaturan suhu tubuh yang dikendalikan oleh otak. Akibatnya, tubuh menjadi kurang efektif dalam mempertahankan suhu normal selama proses operasi. Ketika suhu inti tubuh menurun, tubuh dapat merespons dengan menggigil untuk menghasilkan panas melalui kontraksi otot.
Selain itu, suhu ruang operasi yang relatif dingin, bagian tubuh yang terpapar selama tindakan, dan pemberian cairan infus juga dapat berkontribusi terhadap perubahan suhu tubuh.
Menggigil tidak hanya terjadi setelah anestesi umum. Pasien yang menjalani anestesi regional, seperti anestesi spinal atau epidural, juga dapat mengalaminya.
Menurut Royal College of Anaesthetists, menggigil merupakan salah satu keluhan yang dapat muncul setelah anestesi. Meski sering kali bersifat sementara, kondisi tersebut tetap perlu diperhatikan oleh tenaga kesehatan selama pemulihan.
Mengapa Tubuh Bisa Menggigil Setelah Operasi?
Ada beberapa faktor yang dapat memicu menggigil setelah tindakan bedah. Penyebabnya tidak selalu sama pada setiap pasien.
1. Suhu tubuh menurun selama operasi
Selama tindakan bedah, sebagian tubuh pasien mungkin terpapar udara yang lebih dingin. Penggunaan obat anestesi juga dapat mengganggu mekanisme tubuh dalam mengatur suhu.
Kombinasi faktor tersebut dapat menyebabkan suhu inti tubuh turun. Ketika pengaruh anestesi mulai berkurang, tubuh berusaha menghasilkan panas kembali dan salah satu responsnya adalah menggigil.
2. Pengaruh obat anestesi terhadap sistem pengatur suhu
Sistem saraf memiliki peran penting dalam menjaga suhu tubuh agar tetap stabil. Obat anestesi dapat mengubah respons tubuh terhadap rasa dingin maupun panas.
Akibatnya, pasien dapat lebih mudah mengalami perubahan suhu selama dan setelah operasi. Kondisi ini dapat terjadi meskipun pasien tidak menyadari penurunan suhu tubuh ketika masih berada dalam pengaruh obat bius.
3. Rasa nyeri setelah tindakan bedah
Nyeri setelah operasi juga dapat menjadi salah satu pemicu menggigil. Respons tubuh terhadap rasa sakit dapat menyebabkan perubahan aktivitas sistem saraf dan memicu gerakan otot yang tidak disengaja.
Karena itu, pasien yang mengalami menggigil sekaligus merasakan nyeri sebaiknya menyampaikan keluhan tersebut kepada perawat atau dokter agar dapat dinilai dan ditangani dengan tepat.
4. Pengaruh prosedur dan kondisi pasien
Lama operasi, jenis anestesi, kondisi kesehatan sebelum tindakan, serta faktor lain selama prosedur dapat memengaruhi kemungkinan terjadinya menggigil.
Menggigil juga dapat muncul tanpa adanya penurunan suhu inti tubuh yang jelas. Artinya, penyebabnya tidak selalu karena tubuh benar-benar kedinginan.
Apakah Menggigil Setelah Operasi Berbahaya?
Dalam banyak kasus, menggigil setelah anestesi bersifat sementara dan akan mereda seiring pemulihan tubuh. Namun, bukan berarti setiap kejadian menggigil boleh diabaikan.
Menggigil melibatkan kontraksi otot berulang yang dapat meningkatkan kebutuhan tubuh terhadap oksigen dan energi. Pada pasien dengan kondisi tertentu, peningkatan kebutuhan tersebut perlu diperhatikan, terutama jika pasien memiliki gangguan jantung atau pernapasan.
Gerakan otot yang kuat juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan memperberat rasa nyeri pada area operasi.
Selain itu, menggigil terkadang dapat menyertai masalah lain, seperti demam atau infeksi. Karena itu, tenaga kesehatan perlu menilai suhu tubuh, kondisi umum, tingkat nyeri, dan tanda vital pasien untuk menentukan penyebab yang paling mungkin.
Jika menggigil terjadi segera setelah operasi, pasien sebaiknya langsung memberi tahu petugas medis, bukan mencoba menentukan sendiri apakah kondisi tersebut hanya akibat obat bius.
Bagaimana Cara Mengatasi Menggigil Setelah Operasi?
Penanganan menggigil pascaoperasi bergantung pada penyebab dan kondisi pasien. Jika terjadi di ruang pemulihan, tenaga kesehatan dapat memeriksa suhu tubuh dan tanda vital untuk memastikan kondisi pasien tetap stabil.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
Menghangatkan tubuh. Selimut hangat atau alat penghangat khusus dapat membantu meningkatkan suhu tubuh apabila pasien mengalami kedinginan.
Memantau suhu dan kondisi pasien. Pemeriksaan suhu tubuh, tekanan darah, denyut jantung, dan pernapasan membantu tenaga kesehatan menentukan apakah terdapat masalah lain yang perlu ditangani.
Mengendalikan rasa nyeri. Jika menggigil berkaitan dengan nyeri setelah operasi, dokter dapat menyesuaikan penanganan nyeri sesuai kondisi pasien.
Memberikan obat bila diperlukan. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat memberikan obat untuk membantu meredakan menggigil. Penggunaannya harus berdasarkan penilaian medis karena tidak semua pasien membutuhkan obat tambahan.
Pasien yang masih berada di rumah sakit sebaiknya segera melaporkan menggigil kepada perawat. Jika sudah pulang, ikuti petunjuk pemulihan dari rumah sakit dan hubungi tim medis apabila keluhan menetap, memburuk, atau disertai gejala lain.
Jangan mengonsumsi obat tambahan secara mandiri tanpa memastikan keamanannya setelah operasi.
Kapan Menggigil Setelah Operasi Perlu Diwaspadai?
Menggigil yang singkat dan mereda selama pemulihan belum tentu menandakan komplikasi. Namun, ada beberapa kondisi yang membutuhkan penilaian medis segera.
Pasien perlu segera mendapatkan pertolongan apabila menggigil disertai demam, nyeri yang semakin berat, luka operasi yang makin merah atau mengeluarkan cairan tidak biasa, maupun kondisi tubuh yang semakin lemah.
Kesulitan bernapas, nyeri dada, kebingungan mendadak, penurunan kesadaran, atau bibir yang tampak kebiruan juga merupakan tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.
Jika menggigil sangat kuat, berlangsung lama, kembali muncul setelah sebelumnya mereda, atau disertai gejala yang tidak biasa, segera hubungi tenaga kesehatan. Apabila pasien masih dirawat, laporkan langsung kepada petugas di ruang pemulihan atau ruang perawatan.
Penilaian medis penting karena gejala tersebut dapat berkaitan dengan masalah suhu tubuh maupun kondisi lain yang memerlukan penanganan.
Apakah Menggigil Akan Terjadi Lagi Jika Menjalani Operasi Berikutnya?
Tidak selalu. Pernah mengalami menggigil setelah operasi bukan berarti seseorang pasti mengalaminya kembali pada prosedur berikutnya.
Risiko menggigil dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk jenis anestesi, suhu tubuh selama operasi, durasi tindakan, dan kondisi pasien. Tim anestesi dapat mempertimbangkan riwayat tersebut untuk merencanakan pemantauan suhu dan langkah pencegahan yang sesuai.
Jika pernah mengalami menggigil hebat setelah operasi sebelumnya, sampaikan informasi tersebut kepada dokter anestesi sebelum menjalani tindakan berikutnya. Informasi ini membantu tim medis mempersiapkan penanganan yang tepat selama dan setelah operasi.
Kesimpulan
Menggigil setelah operasi memang dapat berkaitan dengan obat bius, terutama karena anestesi dapat mengganggu mekanisme pengaturan suhu tubuh. Paparan udara dingin selama operasi dan rasa nyeri setelah tindakan juga dapat menjadi faktor pemicu.
Pada banyak pasien, kondisi ini bersifat sementara dan dapat membaik dengan penghangatan serta pemantauan yang sesuai. Namun, menggigil tetap perlu dilaporkan kepada tenaga kesehatan, khususnya jika berlangsung lama, sangat kuat, atau disertai demam, gangguan pernapasan, maupun penurunan kesadaran.
Dengan pemantauan yang tepat, penyebab menggigil dapat dinilai dan pasien dapat menjalani proses pemulihan dengan lebih aman.
Next News

Udara Dingin Bisa Memicu Keluhan Sinus pada Sebagian Orang, Ini Penjelasannya
in 5 hours

Faktor Keturunan Bisa Memengaruhi Risiko Diabetes, Seberapa Besar Perannya?
in 5 hours

Mengapa Daging Buah Melon Bisa Terasa Hambar Meski Sudah Matang?
in 5 hours

Mitos atau Fakta, Air Es Bisa Membekukan Lemak di Dalam Perut?
in 5 hours

Daun Jambu Biji Muda dan Tua, Apakah Kandungan Senyawanya Berbeda?
in 4 hours

Daun Jambu Biji Muda dan Tua, Apakah Kandungan Senyawanya Berbeda?
in 4 hours

Mitos atau Fakta, Mengoleskan Madu Bisa Membantu Meredakan Bibir Kering?
in 4 hours

Mengapa Keinginan Pipis Bisa Tiba-Tiba Hilang Setelah Ditahan? Ini Penjelasannya
in 4 hours

Tiba-Tiba Linglung Saat Beraktivitas, Apa yang Bisa Menyebabkan Kondisi Ini?
in 4 hours

Minum Teh Setelah Makan Bisa Memengaruhi Penyerapan Zat Besi, Benarkah?
in 4 hours





