Sabtu, 19 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Alkohol Bisa Membuat Tubuh Terasa Berbeda? Ini Proses yang Terjadi

Liaa - Saturday, 19 September 2026 | 09:21 AM

Background
Mengapa Alkohol Bisa Membuat Tubuh Terasa Berbeda? Ini Proses yang Terjadi

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa tubuh terasa berbeda setelah mengonsumsi alkohol? Sebagian orang mungkin merasa lebih santai, lebih banyak berbicara, atau lebih percaya diri. Namun, pada kondisi tertentu, alkohol juga dapat membuat seseorang mengantuk, kehilangan keseimbangan, hingga sulit berkonsentrasi.

Perubahan tersebut bukan terjadi tanpa alasan. Alkohol yang masuk ke dalam tubuh dapat diserap ke dalam aliran darah dan kemudian memengaruhi berbagai organ, terutama otak dan sistem saraf pusat.

Alkohol Cepat Masuk ke Aliran Darah

Setelah diminum, alkohol akan melewati saluran pencernaan dan diserap ke dalam darah. Sebagian alkohol dapat diserap melalui lambung, sementara sebagian besar lainnya diserap di usus halus.

Karena masuk ke dalam aliran darah, alkohol kemudian dapat beredar ke berbagai bagian tubuh. Salah satu organ yang paling terpengaruh adalah otak.

Seberapa kuat efek yang dirasakan dapat berbeda pada setiap orang. Jumlah alkohol yang dikonsumsi, kecepatan minum, makanan yang dikonsumsi, kondisi tubuh, serta faktor lainnya dapat memengaruhi respons seseorang.



Mengapa Bisa Merasa Lebih Santai?

Alkohol memiliki efek depresan terhadap sistem saraf pusat. Artinya, alkohol dapat memperlambat aktivitas tertentu di otak.

Pada awalnya, seseorang mungkin merasa lebih rileks atau kurang cemas. Ada pula yang menjadi lebih banyak berbicara atau merasa lebih berani. Namun, perasaan tersebut tidak berarti kemampuan tubuh meningkat.

Ketika kadar alkohol bertambah, fungsi otak yang berkaitan dengan penilaian, koordinasi, reaksi, dan pengendalian diri dapat semakin terganggu.

Keseimbangan dan Koordinasi Bisa Terganggu

Salah satu perubahan yang dapat muncul setelah mengonsumsi alkohol adalah gangguan koordinasi.

Seseorang mungkin menjadi lebih sulit berjalan dengan stabil, gerakannya kurang tepat, atau membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons sesuatu.



Hal tersebut terjadi karena alkohol memengaruhi bagian-bagian otak yang berperan dalam koordinasi gerakan dan kemampuan tubuh meresp