Minggu, 26 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Makanan Sederhana yang Dulu Populer, Kini Mulai Jarang Ditemui

Liaa - Sunday, 26 July 2026 | 09:19 AM

Background
Makanan Sederhana yang Dulu Populer, Kini Mulai Jarang Ditemui

Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang sangat beragam. Hampir setiap daerah mempunyai makanan khas yang dibuat menggunakan bahan-bahan sederhana dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Dahulu, makanan seperti ini cukup mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Ada yang disajikan sebagai sarapan, camilan sore, makanan penutup, hingga hidangan untuk acara keluarga. Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa di antaranya mulai jarang terlihat.

Perubahan tersebut dapat dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari perubahan gaya hidup, selera masyarakat, ketersediaan bahan, hingga semakin banyaknya makanan modern yang lebih mudah ditemukan.

Berikut beberapa jenis makanan sederhana yang pernah populer dan kini mulai jarang ditemui di sejumlah tempat.

1. Bubur Sagu



Bubur sagu merupakan salah satu olahan tradisional yang dibuat dari bahan sederhana. Teksturnya yang kenyal dan cita rasanya yang khas membuat makanan ini pernah menjadi hidangan yang cukup dikenal di beberapa daerah.

Saat ini, bubur sagu lebih sering ditemukan dalam bentuk makanan khas daerah tertentu atau pada acara-acara khusus.

2. Kue Cucur

Kue cucur memiliki bentuk khas dengan bagian tengah yang tebal dan pinggiran yang lebih tipis. Rasanya manis dengan tekstur yang unik sehingga pernah menjadi salah satu jajanan yang mudah ditemukan di pasar tradisional.

Meskipun masih dijual hingga sekarang, keberadaannya mulai kalah populer dibandingkan berbagai jajanan modern.



3. Kue Apem

Kue apem termasuk makanan tradisional yang biasanya dibuat dari bahan sederhana seperti tepung beras dan bahan fermentasi. Dahulu, makanan ini cukup sering disajikan dalam berbagai acara keluarga maupun tradisi masyarakat.

Kini, kue apem lebih banyak ditemukan pada pasar tradisional atau kegiatan budaya tertentu.

4. Grontol Jagung

Grontol merupakan olahan jagung yang direbus hingga matang kemudian disajikan dengan kelapa parut dan gula. Rasanya sederhana, tetapi cukup mengenyangkan dan pernah menjadi camilan yang populer di berbagai daerah.



Saat ini, grontol jagung mulai sulit ditemukan di beberapa wilayah karena semakin sedikit penjual yang membuatnya.

5. Cenil

Cenil memiliki tekstur kenyal dan biasanya dibuat dalam berbagai warna. Jajanan ini sering disajikan dengan kelapa parut dan gula merah cair.

Dahulu, cenil menjadi salah satu jajanan pasar yang mudah ditemukan. Namun, keberadaannya kini semakin terbatas dan lebih sering dijumpai di pasar tradisional.

6. Ketan Serundeng



Ketan yang disajikan bersama serundeng kelapa merupakan makanan sederhana yang cukup dikenal di sejumlah daerah. Perpaduan rasa gurih dari kelapa dan tekstur ketan membuat hidangan ini memiliki cita rasa khas.

Seiring banyaknya pilihan makanan baru, ketan serundeng kini tidak sebanyak dulu ditemukan sebagai makanan sehari-hari.

7. Gatot

Gatot merupakan makanan tradisional yang dibuat dari singkong yang dikeringkan melalui proses tertentu. Makanan ini kemudian diolah kembali dan biasanya disajikan bersama kelapa parut.

Gatot menjadi contoh makanan sederhana yang memanfaatkan bahan pangan lokal. Kini, makanan tersebut lebih banyak ditemukan di daerah tertentu dan tidak lagi menjadi pilihan makanan sehari-hari bagi banyak orang.



8. Tiwul

Tiwul dibuat dari tepung gaplek atau singkong yang dikeringkan. Dahulu, makanan ini menjadi salah satu sumber pangan penting di sejumlah wilayah, terutama ketika beras sulit diperoleh.

Saat ini, tiwul masih dapat ditemukan sebagai makanan khas daerah dan bahkan mulai diperkenalkan kembali sebagai bagian dari kuliner tradisional.

9. Kacang Rebus

Kacang tanah rebus pernah menjadi camilan sederhana yang mudah ditemui, terutama di pasar tradisional atau dijajakan oleh pedagang keliling. Rasanya gurih dan cara membuatnya pun cukup mudah.



Meskipun masih ada yang menjualnya, camilan ini kini mulai kalah bersaing dengan makanan ringan dalam kemasan.

10. Bubur Sumsum

Bubur sumsum memiliki tekstur lembut dengan rasa gurih yang berpadu dengan kuah gula merah. Makanan ini dibuat menggunakan bahan yang sederhana dan mudah ditemukan.

Bubur sumsum masih cukup dikenal hingga sekarang, tetapi keberadaannya di beberapa tempat mulai tergeser oleh makanan penutup modern yang lebih beragam.

Mengapa Makanan Lama Mulai Jarang Ditemui?

Ada beberapa faktor yang membuat makanan sederhana dari masa lalu semakin sulit ditemukan. Salah satunya adalah perubahan pola konsumsi masyarakat. Banyak orang kini lebih mudah mendapatkan makanan siap saji atau memesan makanan melalui layanan digital.



Selain itu, proses pembuatan beberapa makanan tradisional membutuhkan waktu dan keterampilan khusus. Ketika jumlah orang yang mampu membuatnya semakin sedikit, keberadaan makanan tersebut pun ikut berkurang.

Faktor lain adalah perubahan bahan pangan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Makanan yang dahulu dibuat dari bahan lokal tertentu mungkin tidak lagi menjadi pilihan utama karena masyarakat memiliki lebih banyak alternatif makanan.

Meski demikian, makanan tradisional tetap memiliki nilai penting sebagai bagian dari kekayaan budaya. Upaya memperkenalkan kembali makanan tersebut melalui pasar tradisional, festival kuliner, usaha kecil, hingga media sosial dapat membantu menjaga keberadaannya agar tidak hilang begitu saja.