Tenggorokan Terasa Mengganjal Terus, Apa Penyebabnya?
Laila - Tuesday, 22 September 2026 | 01:26 PM


Pernah merasa seperti ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokan, padahal setelah ditelan atau diperiksa tidak ada makanan maupun benda yang menghalangi? Sensasi tersebut cukup sering dialami dan dalam dunia medis dapat dikenal sebagai globus sensation atau sensasi globus.
Rasa mengganjal dapat terasa seperti ada lendir, benjolan, makanan yang belum turun, atau sesuatu yang menempel di bagian belakang tenggorokan. Pada sebagian orang, sensasi ini muncul sesekali, tetapi ada pula yang merasakannya berulang bahkan hampir sepanjang hari.
Salah satu penyebab yang mungkin adalah iritasi pada tenggorokan. Paparan asap rokok, polusi udara, debu, udara yang terlalu kering, atau penggunaan suara secara berlebihan dapat membuat jaringan tenggorokan mengalami iritasi. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan rasa tidak nyaman atau seperti ada sesuatu yang mengganjal.
Lendir yang mengalir dari hidung menuju tenggorokan juga dapat menimbulkan sensasi serupa. Kondisi ini sering disebut postnasal drip dan dapat terjadi ketika seseorang mengalami pilek, alergi, sinusitis, atau produksi lendir yang meningkat.
Ketika lendir terus mengalir ke bagian belakang tenggorokan, seseorang mungkin merasa perlu sering berdeham atau menelan. Kebiasaan berdeham berulang justru dapat membuat tenggorokan semakin teriritasi sehingga rasa mengganjal terasa semakin jelas.
Refluks asam lambung juga dapat menjadi salah satu penyebab. Isi lambung yang naik ke kerongkongan dapat mengiritasi area tersebut. Pada sebagian orang, refluks bahkan dapat mencapai bagian tenggorokan dan menimbulkan keluhan seperti rasa mengganjal, suara serak, batuk, atau sering berdeham.
Refluks yang memengaruhi area tenggorokan terkadang terjadi tanpa gejala khas berupa rasa panas di dada. Karena itu, seseorang bisa saja mengalami sensasi mengganjal tanpa menyadari bahwa keluhan tersebut berkaitan dengan refluks.
Infeksi tenggorokan juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman. Radang tenggorokan akibat infeksi virus atau bakteri biasanya disertai gejala lain seperti nyeri saat menelan, tenggorokan kemerahan, demam, batuk, pilek, atau pembengkakan kelenjar tertentu.
Selain itu, amandel yang membesar atau mengalami masalah tertentu dapat memberikan sensasi seperti ada sesuatu di tenggorokan. Batu amandel atau tonsillolith, misalnya, terbentuk dari penumpukan material pada celah amandel dan terkadang menyebabkan rasa mengganjal serta bau mulut.
Kondisi gigi dan mulut juga dapat berpengaruh secara tidak langsung. Masalah pada rongga mulut dapat meningkatkan jumlah bakteri atau lendir tertentu sehingga tenggorokan terasa kurang nyaman.
Faktor psikologis juga dapat berperan pada sensasi globus. Ketika seseorang mengalami stres atau kecemasan, otot di sekitar tenggorokan dapat menjadi lebih tegang. Kondisi tersebut dapat membuat sensasi mengganjal semakin terasa, meskipun tidak terdapat benda yang benar-benar menyumbat tenggorokan.
Namun, bukan berarti setiap keluhan tenggorokan mengganjal disebabkan oleh stres. Penyebab fisik tetap perlu dipertimbangkan, terutama jika keluhan baru muncul, menetap, atau disertai gejala lain.
Jika rasa mengganjal hanya berlangsung sementara dan tidak disertai gejala mengkhawatirkan, beberapa langkah sederhana dapat dicoba. Memenuhi kebutuhan cairan, menghindari asap rokok, menjaga kelembapan udara, serta mengurangi kebiasaan berdeham terus-menerus dapat membantu mengurangi iritasi.
Jika keluhan diduga berkaitan dengan refluks, memperhatikan pola makan juga dapat membantu. Hindari makan dalam jumlah terlalu banyak dan jangan langsung berbaring setelah makan. Makanan atau minuman tertentu yang terbukti memicu keluhan pada masing-masing orang juga dapat dikurangi.
Meski demikian, sensasi mengganjal yang berlangsung terus-menerus perlu diperiksa, terutama jika tidak kunjung membaik. Beberapa tanda yang perlu mendapat perhatian adalah kesulitan menelan, makanan terasa benar-benar tersangkut, nyeri saat menelan, suara serak yang menetap, batuk berkepanjangan, benjolan di leher, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, atau batuk berdarah.
Jika seseorang mengalami kesulitan bernapas atau tidak dapat menelan air liur karena tenggorokan terasa tersumbat, kondisi tersebut membutuhkan pertolongan medis segera.
Pemeriksaan oleh dokter THT dapat membantu mengetahui penyebab keluhan. Dokter dapat menilai kondisi hidung, tenggorokan, amandel, pita suara, serta bagian lain yang berkaitan dengan keluhan. Pemeriksaan tambahan mungkin dilakukan jika ditemukan tanda yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut.
Jadi, tenggorokan yang terasa mengganjal terus-menerus tidak selalu berarti ada benda yang benar-benar tersangkut. Iritasi, lendir dari hidung, refluks asam lambung, infeksi, masalah amandel, hingga ketegangan otot dapat menjadi penyebab. Jika keluhan menetap atau disertai gangguan menelan dan gejala lainnya, pemeriksaan medis dapat membantu menemukan penyebabnya.
Excerpt:
Tenggorokan terasa mengganjal dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari lendir, iritasi, refluks asam lambung, infeksi, hingga ketegangan otot. Jika sensasi tersebut menetap atau disertai sulit menelan, suara serak, benjolan leher, maupun penurunan berat badan, sebaiknya diperiksakan.
Next News

Kebiasaan Kecil di Rumah yang Diam-Diam Membuat Tagihan Listrik Membengkak
in 7 hours

Anjing Mengibaskan Ekor, Apakah Selalu Berarti Senang?
in 7 hours

Telur Direbus dan Digoreng, Apa yang Membedakan Kandungan Gizinya?
in 6 hours

Resep Roti Pisang Sederhana untuk Sarapan
in 6 hours

Resep Martabak Manis Rumahan dengan Topping Sesuai Selera
6 hours ago

Resep Bolu Kukus Mekar yang Lembut dan Tidak Bantat
in 6 hours

Kenapa Daun Tanaman Bisa Menguning Padahal Rajin Disiram?
in 6 hours

Kenapa Luka Bisa Lama Sembuh? Ini Faktor yang Memengaruhinya
in 6 hours

Perut Kembung Hampir Setiap Hari, Apakah Normal?
in 6 hours

Batuk Tak Kunjung Hilang, Kapan Kondisi Ini Perlu Diwaspadai?
in 6 hours





