Mengenal Tanaman Binahong yang Banyak Dimanfaatkan dalam Pengobatan Tradisional
icaa - Friday, 06 November 2026 | 07:34 PM


Indonesia memiliki beragam tanaman herbal yang telah dimanfaatkan masyarakat sejak dahulu. Salah satunya adalah binahong, tanaman merambat yang dikenal karena bentuk daunnya yang khas dan penggunaannya dalam berbagai ramuan tradisional.
Binahong memiliki nama ilmiah Anredera cordifolia. Tanaman ini dapat tumbuh merambat dengan bantuan penyangga dan sering ditemukan di pekarangan rumah maupun kebun.
Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah daunnya. Dalam pengobatan tradisional, daun binahong biasanya diolah dengan cara direbus atau ditumbuk untuk digunakan sebagai ramuan herbal.
Tanaman ini juga mengandung sejumlah senyawa alami yang menarik perhatian peneliti karena berpotensi memiliki aktivitas biologis tertentu.
Berikut beberapa hal yang perlu diketahui mengenai tanaman binahong.
1. Memiliki Bentuk Daun yang Mudah Dikenali
Salah satu ciri khas tanaman binahong adalah daunnya yang berbentuk menyerupai hati. Daunnya berwarna hijau, memiliki permukaan relatif tebal, dan terasa sedikit berdaging.
Tanaman ini tumbuh dengan cara merambat sehingga membutuhkan media atau penyangga agar dapat berkembang dengan baik.
Selain daunnya, binahong juga memiliki batang yang dapat memanjang dan menghasilkan umbi kecil pada bagian tertentu.
2. Mengandung Berbagai Senyawa Alami
Daun binahong diketahui mengandung sejumlah senyawa fitokimia, seperti flavonoid, saponin, tanin, dan senyawa fenolik.
Flavonoid merupakan kelompok senyawa tumbuhan yang banyak diteliti karena aktivitas antioksidannya. Sementara itu, saponin dan tanin juga memiliki berbagai aktivitas biologis yang sedang dipelajari dalam penelitian tanaman herbal.
Keberadaan senyawa tersebut menjadi salah satu alasan binahong sering dibahas dalam pengobatan tradisional.
3. Secara Tradisional Digunakan untuk Membantu Perawatan Luka
Salah satu pemanfaatan daun binahong yang cukup dikenal masyarakat adalah untuk perawatan luka.
Dalam penggunaan tradisional, daun binahong biasanya ditumbuk dan ditempelkan pada bagian tubuh tertentu. Pemanfaatan ini berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap kandungan alami yang dimiliki tanaman tersebut.
Beberapa penelitian awal, terutama penelitian laboratorium dan hewan, menunjukkan adanya potensi aktivitas yang berkaitan dengan proses penyembuhan luka.
Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas. Daun binahong yang belum teruji sterilitasnya juga tidak disarankan untuk ditempelkan langsung pada luka terbuka karena berisiko menyebabkan kontaminasi.
4. Memiliki Potensi Aktivitas Antioksidan
Kandungan flavonoid dan senyawa fenolik dalam binahong membuat tanaman ini menarik untuk diteliti sebagai sumber antioksidan alami.
Antioksidan berperan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Meskipun demikian, potensi antioksidan yang ditemukan dalam penelitian ekstrak tanaman tidak otomatis membuktikan bahwa mengonsumsi rebusan binahong dapat mencegah penyakit tertentu.
5. Banyak Ditanam sebagai Tanaman Pekarangan
Selain dimanfaatkan sebagai tanaman herbal tradisional, binahong juga cukup mudah dibudidayakan.
Tanaman ini dapat tumbuh di berbagai lingkungan dengan kondisi tanah yang cukup lembap dan mendapatkan sinar matahari yang sesuai.
Perawatannya relatif sederhana. Batangnya dapat diperbanyak melalui stek, sedangkan pertumbuhannya bisa diarahkan menggunakan pagar, ajir, atau penyangga lainnya.
6. Sering Diolah Menjadi Minuman Herbal
Daun binahong kerap diolah menjadi minuman tradisional dengan cara direbus menggunakan air.
Sebagian masyarakat mengonsumsi air rebusannya sebagai bagian dari kebiasaan pengobatan herbal. Namun, belum terdapat bukti klinis yang cukup untuk memastikan dosis, efektivitas, dan keamanan konsumsi binahong dalam mengatasi penyakit tertentu.
Karena itu, penggunaannya sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan atau menggantikan pengobatan medis.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Binahong
Meskipun berasal dari tanaman alami, binahong tetap perlu digunakan secara hati-hati. Informasi mengenai keamanan konsumsi jangka panjang, dosis yang tepat, dan kemungkinan interaksinya dengan obat masih terbatas.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Pastikan tanaman dikenali dengan benar sebelum digunakan.
- Cuci daun hingga bersih jika akan diolah sebagai bahan pangan.
- Hindari mengonsumsi ramuan dalam jumlah berlebihan.
- Jangan menggunakan tumbukan daun yang tidak steril pada luka terbuka.
- Konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika sedang mengonsumsi obat atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.
- Hentikan penggunaan jika muncul reaksi yang tidak diinginkan.
Pada akhirnya, binahong merupakan salah satu tanaman herbal Indonesia yang memiliki sejarah pemanfaatan cukup panjang dalam pengobatan tradisional. Kandungan senyawa alaminya membuat tanaman ini menarik untuk dikembangkan dan diteliti lebih lanjut.
Namun, masyarakat tetap perlu membedakan antara khasiat yang dipercaya secara turun-temurun dan manfaat yang telah dibuktikan melalui penelitian ilmiah. Dengan begitu, pemanfaatan tanaman herbal dapat dilakukan secara lebih bijak dan aman.
Next News

Benarkah Air Rebusan Daun Jambu Biji Bisa Membantu Mengatasi Diare? Ini Penjelasannya
in 5 hours

Benarkah Madu Bisa Membantu Meredakan Tenggorokan yang Gatal? Ini Penjelasannya
in 5 hours

Apa Manfaat Kencur untuk Membantu Meredakan Batuk? Kenali Kandungan dan Khasiatnya
in 5 hours

Manfaat Air Rebusan Daun Pandan yang Jarang Diketahui
in 5 hours

Bawang Putih sebagai Bahan Alami yang Mengandung Senyawa Aktif
in 4 hours

Manfaat Air Rebusan Kayu Manis dan Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengonsumsinya
in 4 hours

Mengapa Kesehatan Ginjal Perlu Dijaga Sejak Usia Muda?
in 4 hours

Cara Mengenali Sinyal Tubuh ketika Membutuhkan Istirahat
in 3 hours

Mengapa Penderita Maag Bisa Mengalami Sensasi Panas di Dada? Kenali Penyebabnya
in 3 hours

Mengapa Penderita Maag Bisa Mengalami Sensasi Panas di Dada? Kenali Penyebabnya
in 3 hours





