Jumat, 6 November 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Penderita Maag Bisa Mengalami Sensasi Panas di Dada? Kenali Penyebabnya

Tata - Friday, 06 November 2026 | 06:51 PM

Background
Mengapa Penderita Maag Bisa Mengalami Sensasi Panas di Dada? Kenali Penyebabnya

Sensasi panas atau terbakar di bagian dada merupakan keluhan yang terkadang dialami oleh seseorang dengan gangguan lambung. Kondisi ini sering dikaitkan dengan peningkatan asam lambung yang naik menuju kerongkongan. Dalam dunia medis, sensasi tersebut dikenal dengan istilah heartburn.

Salah satu penyebabnya adalah refluks asam lambung, yaitu kondisi ketika isi lambung kembali naik ke kerongkongan. Hal ini dapat terjadi ketika otot katup di antara kerongkongan dan lambung, yang disebut sfingter esofagus bagian bawah, tidak menutup dengan sempurna.

Normalnya, katup tersebut berfungsi mencegah makanan dan cairan lambung kembali ke kerongkongan. Namun, ketika fungsinya melemah atau mengalami gangguan, asam lambung dapat naik dan mengiritasi lapisan kerongkongan yang lebih sensitif terhadap asam.

Akibatnya, seseorang dapat merasakan panas, perih, atau seperti terbakar di bagian tengah dada. Sensasi ini terkadang menjalar hingga ke tenggorokan dan disertai rasa asam atau pahit di dalam mulut.

Ada beberapa kebiasaan yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya refluks asam lambung. Salah satunya adalah makan dalam porsi terlalu besar. Ketika lambung terlalu penuh, tekanan di dalamnya dapat meningkat sehingga isi lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.



Selain itu, langsung berbaring setelah makan juga dapat memperburuk keluhan. Posisi tubuh yang mendatar membuat asam lambung lebih mudah mengalir kembali ke kerongkongan. Konsumsi makanan berlemak, makanan pedas, kopi, cokelat, serta minuman berkarbonasi juga dapat memicu gejala pada sebagian orang.

Untuk mengurangi sensasi panas di dada, penderita dapat mencoba mengatur pola makan dengan porsi lebih kecil tetapi teratur. Hindari langsung berbaring setelah makan dan berikan jeda sekitar dua hingga tiga jam sebelum tidur. Mengenali makanan atau minuman yang memicu keluhan juga dapat membantu mencegah gejala kambuh.

Apabila keluhan sering muncul, dokter dapat menyarankan pengobatan sesuai penyebabnya, seperti obat antasida atau obat yang mengurangi produksi asam lambung. Penggunaan obat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan anjuran tenaga medis.

Meskipun demikian, sensasi panas di dada tidak selalu disebabkan oleh gangguan asam lambung. Keluhan tersebut juga dapat menyerupai gejala penyakit jantung. Jika rasa panas atau nyeri dada disertai sesak napas, keringat dingin, pusing, atau nyeri yang menjalar ke lengan, rahang, maupun punggung, segera cari pertolongan medis darurat.

Dengan demikian, sensasi panas di dada pada penderita maag dapat berkaitan dengan naiknya asam lambung ke kerongkongan. Menjaga pola makan, menghindari kebiasaan langsung berbaring setelah makan, serta mendapatkan penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi keluhan tersebut.