Kamis, 4 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Legenda Roro Jonggrang dan Candi Prambanan: Kisah Cinta, Dendam, dan Kutukan yang Abadi

Laila - Tuesday, 02 June 2026 | 09:33 AM

Background
Legenda Roro Jonggrang dan Candi Prambanan: Kisah Cinta, Dendam, dan Kutukan yang Abadi

Legenda Roro Jonggrang dan Asal-Usul Candi Prambanan

Indonesia memiliki banyak cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu yang paling populer adalah legenda Roro Jonggrang dari Jawa Tengah. Kisah ini tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya Nusantara, tetapi juga dikaitkan dengan keberadaan Candi Prambanan yang megah dan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah paling terkenal di Indonesia.

Hingga kini, nama Roro Jonggrang masih sering disebut dalam berbagai cerita, karya seni, film, hingga pertunjukan budaya yang mengangkat nilai-nilai moral dari legenda tersebut.

Latar Belakang Dua Kerajaan Besar

Pada zaman dahulu terdapat dua kerajaan yang memiliki kondisi sangat berbeda, yaitu Kerajaan Pengging dan Kerajaan Prambanan.

Kerajaan Pengging dipimpin oleh Raja Damar Moyo yang dikenal sebagai pemimpin bijaksana. Wilayahnya subur, rakyat hidup sejahtera, dan kerajaan berkembang pesat. Raja tersebut memiliki seorang putra sakti bernama Bandung Bondowoso yang terkenal karena keberanian dan kesaktiannya.

Di sisi lain, Kerajaan Prambanan dipimpin oleh Prabu Boko, seorang raja raksasa yang dikenal angkuh dan haus kekuasaan. Meski memiliki sifat buruk, ia memiliki seorang putri yang sangat cantik bernama Roro Jonggrang.



Perang antara Pengging dan Prambanan

Keinginan Prabu Boko untuk memperluas wilayah kekuasaan membuatnya memutuskan menyerang Kerajaan Pengging. Perang besar pun tidak dapat dihindari.

Pertempuran berlangsung sengit dan menimbulkan banyak korban dari kedua belah pihak. Melihat penderitaan rakyat yang semakin besar, Raja Damar Moyo akhirnya mengutus Bandung Bondowoso untuk memimpin pasukan dan menghentikan peperangan.

Dalam pertarungan yang menentukan, Bandung Bondowoso berhasil mengalahkan dan menewaskan Prabu Boko. Kemenangan tersebut membuat Kerajaan Pengging berhasil menguasai Prambanan.

Bandung Bondowoso Jatuh Hati kepada Roro Jonggrang

Setelah peperangan berakhir, Bandung Bondowoso memasuki Keraton Prambanan. Di sana ia bertemu dengan Roro Jonggrang yang tengah berduka atas kematian ayahnya.

Kecantikan sang putri membuat Bandung Bondowoso langsung jatuh hati. Ia pun berniat menjadikan Roro Jonggrang sebagai istrinya.



Namun bagi Roro Jonggrang, menerima lamaran tersebut sangat sulit. Selain karena Bandung Bondowoso adalah pembunuh ayahnya, ia juga tidak memiliki perasaan cinta terhadap sang pangeran.

Syarat Mustahil untuk Menikahi Roro Jonggrang

Karena takut menolak secara langsung, Roro Jonggrang mencari cara agar Bandung Bondowoso mengurungkan niatnya.

Ia kemudian mengajukan dua syarat yang dianggap mustahil untuk dipenuhi dalam satu malam. Pertama, Bandung Bondowoso harus membuat sebuah sumur yang sangat dalam bernama Jalatunda. Kedua, ia harus membangun seribu candi sebelum matahari terbit.

Roro Jonggrang yakin tidak ada manusia yang mampu menyelesaikan kedua tugas tersebut dalam waktu sesingkat itu.

Kesaktian Bandung Bondowoso

Di luar dugaan, Bandung Bondowoso berhasil menyelesaikan pembangunan Sumur Jalatunda dengan cepat berkat kesaktiannya.



Melihat hal itu, Roro Jonggrang mulai panik. Bahkan menurut legenda, ia sempat mencoba mencelakai Bandung Bondowoso dengan menjebaknya di dalam sumur. Namun usaha tersebut gagal karena sang pangeran berhasil keluar dengan selamat.

Tidak menyerah, Bandung Bondowoso melanjutkan tantangan kedua. Dengan bantuan pasukan makhluk halus, ia mulai membangun seribu candi dalam semalam.

Tipu Daya Roro Jonggrang

Pasukan gaib bekerja sangat cepat. Menjelang fajar, jumlah candi yang berhasil dibangun sudah mencapai 999 buah.

Menyadari bahwa Bandung Bondowoso hampir berhasil memenuhi syaratnya, Roro Jonggrang menyusun rencana lain. Ia memerintahkan para dayang untuk menyalakan api dan membakar jerami agar langit terlihat terang seperti pagi hari.

Selain itu, para perempuan desa diminta menumbuk padi sehingga suara yang dihasilkan menyerupai aktivitas pagi. Ayam-ayam pun mulai berkokok karena mengira hari telah berganti.



Tertipu oleh suasana tersebut, pasukan makhluk halus menghentikan pekerjaan mereka dan menghilang sebelum candi terakhir selesai dibangun.

Kutukan Roro Jonggrang Menjadi Arca Batu

Ketika mengetahui dirinya telah ditipu untuk kedua kalinya, Bandung Bondowoso merasa sangat marah dan kecewa.

Dengan kesaktiannya, ia mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca batu untuk melengkapi candi yang ke-1000. Dalam sekejap, sang putri berubah menjadi patung yang kemudian dipercaya sebagai arca Dewi Durga yang berada di dalam kompleks Candi Prambanan.

Sejak saat itu, candi utama dikenal sebagai Candi Roro Jonggrang. Sementara kompleks candi di sekitarnya sering disebut sebagai Candi Sewu atau "seribu candi", meskipun jumlah sebenarnya tidak mencapai seribu bangunan.

Hubungan Legenda dengan Candi Prambanan

Legenda Roro Jonggrang telah menjadi bagian penting dari identitas budaya Candi Prambanan. Meskipun kisah ini merupakan cerita rakyat yang berkembang di masyarakat, keberadaannya memberikan nilai historis dan budaya yang memperkaya daya tarik kawasan candi.



Hingga kini, wisatawan yang berkunjung ke Prambanan sering mendengar kisah tersebut sebagai bagian dari pengalaman wisata budaya di Jawa Tengah.

Pesan Moral dalam Legenda Roro Jonggrang

Cerita Roro Jonggrang mengandung berbagai pelajaran hidup yang masih relevan hingga saat ini.

1. Hindari Keserakahan

Sifat serakah yang dimiliki Prabu Boko menjadi penyebab munculnya peperangan dan penderitaan rakyat.

2. Jangan Memaksakan Kehendak

Bandung Bondowoso berusaha memaksa Roro Jonggrang untuk menerima cintanya tanpa mempertimbangkan perasaan sang putri.

3. Selalu Menepati Janji

Roro Jonggrang memilih menggunakan tipu daya daripada memenuhi kesepakatan yang telah dibuat.



4. Kejujuran Adalah Kunci

Tindakan curang pada akhirnya membawa akibat buruk bagi semua pihak yang terlibat.

Legenda Roro Jonggrang merupakan salah satu cerita rakyat paling terkenal di Indonesia yang menggabungkan unsur sejarah, budaya, cinta, dan tragedi. Terlepas dari benar atau tidaknya kisah tersebut, cerita ini telah menjadi bagian penting dari warisan budaya Jawa dan terus dikenang dari generasi ke generasi.

Keindahan Candi Prambanan yang masih berdiri megah hingga sekarang membuat legenda Roro Jonggrang tetap hidup dalam ingatan masyarakat Indonesia sebagai simbol kisah cinta yang berakhir dengan kutukan abadi.