Lebih dari Sekadar Siomay, Ini Asal-usul Dimsum yang Belum Kamu Tahu
RAU - Friday, 19 June 2026 | 04:30 PM


Dimsum kini menjadi salah satu makanan favorit yang mudah ditemukan di berbagai tempat, mulai dari restoran hingga pedagang kaki lima. Hidangan kecil seperti siomay, hakau, hingga ceker ayam ini telah menjadi comfort food yang digemari banyak orang. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa dimsum memiliki sejarah panjang yang menarik.
Asal-Usul Dimsum
Sejarah dimsum dapat ditelusuri hingga masa Dinasti Han di Tiongkok kuno. Pada awalnya, dimsum bukanlah makanan utama, melainkan camilan sederhana yang disajikan untuk para pedagang dan pelancong yang melewati Jalur Sutra. Makanan ini biasanya disajikan bersama teh di kedai-kedai kecil sebagai teman perjalanan.
Filosofi di Balik Dimsum
Secara harfiah, dimsum berasal dari istilah yang berarti "menyentuh hati". Filosofi ini menggambarkan bahwa dimsum dibuat dalam porsi kecil, bukan untuk mengenyangkan secara berlebihan, tetapi untuk memberikan kenikmatan ringan saat bersantai sambil minum teh.
Perkembangan di Tiongkok
Seiring waktu, dimsum berkembang pesat di wilayah Guangdong (Kanton). Di tangan para koki Kanton, dimsum berubah menjadi seni kuliner yang lebih kompleks. Berbagai variasi dimsum mulai diciptakan dengan kulit tipis, isian beragam, dan tampilan yang semakin menarik.
Pada masa Dinasti Tang dan Song, dimsum bahkan mulai hadir di lingkungan istana. Pada periode ini, penyajian dimsum semakin estetis dan bernilai seni tinggi.
Budaya Yum Cha
Budaya minum teh sambil menikmati dimsum atau yum cha menjadi tradisi penting di Tiongkok Selatan, terutama Hong Kong dan Guangzhou. Aktivitas ini biasanya dilakukan pada pagi hari sebagai momen berkumpul bersama keluarga sambil menikmati berbagai jenis dimsum.
Dimsum di Indonesia
Dimsum masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan dan migrasi masyarakat Tionghoa. Seiring waktu, makanan ini mengalami adaptasi sesuai dengan budaya lokal. Di Indonesia, banyak dimsum dibuat menggunakan bahan yang lebih sesuai dengan selera masyarakat, seperti ayam, udang, dan ikan.
Saat ini, dimsum tidak hanya tersedia di restoran, tetapi juga banyak dijual di gerobak kaki lima dengan harga terjangkau. Bahkan, inovasi modern seperti dimsum mentai, dimsum keju, hingga dimsum pedas semakin memperkaya variasi rasa.
Mengapa Dimsum Digemari?
Salah satu alasan utama dimsum tetap populer adalah karena sifatnya sebagai makanan sosial. Dimsum biasanya dinikmati bersama-sama dalam satu meja, sehingga menciptakan suasana kebersamaan.
Selain itu, variasi rasa dan tekstur membuat dimsum mudah diterima oleh berbagai kalangan, baik sebagai camilan maupun makanan utama ringan.
Kesimpulan
Dimsum bukan hanya makanan kecil yang lezat, tetapi juga bagian dari sejarah panjang kuliner dunia. Dari Jalur Sutra hingga menjadi makanan modern di berbagai negara, dimsum membuktikan bahwa makanan sederhana dapat bertahan dan berkembang mengikuti zaman.
Next News

Kenapa Bunga Edelweis Disebut Bunga Abadi? Ini Alasan di Baliknya
6 hours ago

Kenapa Mawar Jadi Simbol Cinta? Mengungkap Makna di Baliknya
7 hours ago

Minyak Ikan vs Minyak Hati Ikan: Ternyata Tidak Sama, Ini Perbedaannya
7 hours ago

Minyak Ikan dari Mana? Mengenal Sumber dan Proses Pembuatannya
9 hours ago

Mengenal Jenis-Jenis Dimsum yang Populer dan Menggugah Selera
9 hours ago

Kenapa Cahaya Bisa Dipantulkan dan Dibiaskan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
9 hours ago

Kenapa Bunga Matahari Disebut Bunga Matahari? Ini Alasan di Balik Namanya
9 hours ago

Dari Putih Menjadi Gelap: Bagaimana Warna Awan Bisa Berubah?
9 hours ago

Mengenal Cumulonimbus, Awan Menjulang yang Bisa Memicu Badai
9 hours ago

Apakah Awan Gelap Selalu Membawa Hujan? Ini Jawabannya
9 hours ago





