Dunia Berputar Saat Berdiri: Memahami Darah Rendah dan Cara Menghadapinya dalam Kehidupan Sehari-hari
RAU - Friday, 19 June 2026 | 04:25 PM


Banyak orang pernah merasakan kondisi ketika dunia terasa berputar atau gelap sesaat setelah berdiri tiba-tiba. Kondisi ini sering membuat tubuh lemas, kepala ringan, dan pandangan berkunang-kunang. Dalam istilah medis, keadaan ini dikenal sebagai hipotensi atau tekanan darah rendah.
Kondisi ini sering dialami oleh mereka yang memiliki tekanan darah di bawah normal, yaitu sekitar di bawah 90/60 mmHg. Akibatnya, aliran darah ke otak menjadi kurang optimal saat perubahan posisi tubuh terjadi secara cepat, seperti dari duduk atau berbaring ke posisi berdiri.
Perbedaan Darah Rendah dan Anemia
Darah rendah sering disalahartikan sebagai anemia, padahal keduanya berbeda. Anemia terjadi karena kekurangan sel darah merah atau hemoglobin, sedangkan darah rendah berkaitan dengan tekanan aliran darah.
Jika diibaratkan, anemia seperti volume air yang sedikit, sedangkan darah rendah seperti tekanan air yang lemah. Karena itu, penanganannya juga berbeda meskipun gejalanya bisa mirip seperti lemas dan pusing.
Penyebab Darah Rendah
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah antara lain:
- Faktor keturunan
- Kurang cairan atau dehidrasi
- Kurangnya aktivitas fisik
- Perubahan suhu ekstrem
- Kondisi kesehatan tertentu
Kondisi ini membuat tubuh lebih sensitif terhadap perubahan posisi dan aktivitas mendadak.
Cara Tubuh Beradaptasi
Penderita darah rendah biasanya perlu bergerak lebih perlahan, terutama saat bangun tidur atau berdiri. Tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan aliran darah agar tidak terjadi pusing atau rasa melayang.
Selain itu, mereka juga lebih mudah merasa lelah karena aliran darah ke otak dan organ tubuh tidak selalu optimal.
Peran Garam dan Cairan
Asupan cairan yang cukup sangat penting untuk menjaga volume darah tetap stabil. Dehidrasi dapat memperburuk kondisi darah rendah.
Selain itu, konsumsi garam dalam jumlah yang tepat dapat membantu meningkatkan tekanan darah. Namun, tetap harus seimbang agar tidak menimbulkan masalah kesehatan lain.
Kapan Harus Waspada?
Meskipun umumnya tidak berbahaya, darah rendah perlu diperhatikan jika disertai gejala seperti:
- Sering pingsan
- Mual berat
- Keringat dingin
- Kelelahan ekstrem
Jika gejala tersebut muncul, pemeriksaan medis sangat disarankan untuk memastikan tidak ada kondisi lain yang lebih serius.
Kesimpulan
Darah rendah adalah kondisi yang cukup umum dan bisa dikelola dengan gaya hidup yang tepat. Kunci utamanya adalah menjaga hidrasi, mengatur pola makan, dan bergerak dengan lebih hati-hati.
Dengan memahami kondisi tubuh, seseorang dapat beraktivitas lebih nyaman tanpa harus sering mengalami pusing mendadak.
Next News

Mengapa Kita Sering Mengecek Ponsel Begitu Bangun Tidur? Ini Alasan Psikologisnya
13 hours ago

Mengapa Karakter Kartun Sering Terlihat Memiliki Mata yang Besar? Ini Alasannya
an hour ago

Mengapa Kita Masih Suka Menonton Kartun Meski Sudah Dewasa? Ini Alasannya
2 hours ago

Apa Itu Digital Eye Strain dan Bagaimana Cara Mencegahnya?
3 hours ago

Apa Penyebab Sariawan yang Muncul Berulang Kali? Kenali Pemicu dan Kapan Harus Diperiksa
3 hours ago

Alat Dapur Tradisional yang Ternyata Masih Relevan hingga Sekarang
3 hours ago

Mengapa Matcha Terus Menjadi Tren di Kalangan Anak Muda? Ini Alasannya
3 hours ago

Suka Berbicara? Ini Jurusan Kuliah yang Bisa Kamu Pertimbangkan
3 hours ago

Pernah Merasa Waktu Berjalan Lambat? Ini yang Mungkin Terjadi di Otak
4 hours ago

Mengenal Pohon Karet, Tanaman Penghasil Getah yang Banyak Dimanfaatkan dalam Kehidupan
4 hours ago





