Korban Jiwa Gempa Venezuela Tembus 4.000 Orang, Ribuan Hilang
RAU - Saturday, 11 July 2026 | 08:29 AM


Jakarta
Jumlah korban tewas akibat gempa kembar dahsyat di Venezuela saat ini telah melampaui 4.000 jiwa.
Setidaknya 4.118 orang tewas dan 16.740 orang luka-luka dalam gempa bumi beruntun pada 24 Juni lalu, yang meratakan seluruh distrik di negara bagian pesisir La Guaira. Demikian ditulis ketua parlemen Venezuela Jorge Rodriguez di Telegram, seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (11/7/2026).
Ribuan orang lainnya dilaporkan hilang.
Dalam peristiwa tersebut, gempa yang lebih kuat dengan magnitudo 7,5 -- gempa terbesar di Venezuela dalam lebih dari seabad -- terjadi 39 detik setelah gempa pertama dengan magnitudo 7,2, meratakan seluruh blok-blok apartemen bertingkat tinggi menjadi puing-puing.
Meskipun tim penyelamat telah menghentikan pencarian korban selamat, anggota keluarga terus mencari orang-orang terkasih mereka di antara reruntuhan, dengan harapan dapat menemukan jasad mereka dan memberikan pemakaman yang layak.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez pada hari Rabu lalu menyerukan pencairan dana Venezuela yang dibekukan di luar negeri untuk membantu negara tersebut mengatasi bencana tersebut.
Dia mengungkapkan bahwa dirinya telah mengirimkan surat kepada Raja Inggris Charles III untuk meminta pencairan aset sekitar 30 ton cadangan emas yang dibekukan akibat sanksi-sanksi yang diberlakukan oleh otoritas London.
Rodriguez, seperti dilansir AFP, Jumat (10/7/2026), menjelaskan bahwa aset emas tersebut dapat digunakan untuk rekonstruksi pascagempa di Venezuela.
"Saya memutuskan untuk mengirimkan surat kepada Raja Inggris agar emas yang disimpan di Bank of England dilepaskan," kata Rodriguez saat berbicara dalam siaran televisi pemerintah pada Rabu (8/7) waktu setempat.
"Emas ini adalah milik rakyat kami. Kami membutuhkan emas ini untuk mengatasi dampak gempa bumi," ujarnya.
Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berupaya mengumpulkan dana pemulihan sebesar US$300 juta untuk Venezuela.
Negara Amerika Selatan tersebut juga sedang bernegosiasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk membuka blokir aset keuangannya. seluruhnya.
Next News

Ancaman Badai Raksasa yang Dekati Jepang hingga China
11 hours ago

BMKG: Hujan ringan guyur sebagian besar Indonesia pada Jumat
a month ago

Bagaimana Piramida Mesir Dibangun Tanpa Alat Berat? Mengungkap Teknologi Hebat Peradaban Kuno
a month ago

Liburan ke Swiss? Jangan Lewatkan 9 Tempat Indah Ini
a month ago

Sejarah Taj Mahal: Kisah Cinta Shah Jahan dan Mumtaz Mahal yang Menjadi Warisan Dunia
a month ago

Yordania Kecam Langkah Israel Menyita Properti Wakaf di Sekitar Masjid Al-Aqsa
2 months ago

Sleepy Hollow Nyata di Kazakhstan, Warga Bisa Tidur Berhari-hari
2 months ago

Mengapa India Sering Disebut Vrindavan? Ini Sejarah dan Fakta Menariknya
2 months ago

7 Fakta Menarik Kekaisaran Mughal, Kerajaan Islam Terbesar di India
2 months ago

Kamis, BMKG: Sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi hujan ringan
2 months ago





