Konsumsi Keju Bisa Kurangi Risiko Mendengkur
Liaa - Friday, 08 May 2026 | 09:12 AM


Mendengkur saat tidur sering kali dianggap sebagai gangguan ringan. Padahal, kondisi ini dapat menjadi tanda adanya penyempitan atau hambatan pada saluran pernapasan.
Mengutip laporan detikFood, kebiasaan mendengkur dialami sekitar 3 persen anak-anak dan 32 persen orang dewasa. Berdasarkan penjelasan dari Mayo Clinic, mendengkur dapat berkembang menjadi masalah kronis dan berpotensi mengindikasikan gangguan kesehatan serius, seperti sleep apnea.
Selama ini, perubahan gaya hidup menjadi rekomendasi utama untuk mengurangi dengkuran. Di antaranya adalah menurunkan berat badan, menghindari konsumsi alkohol, serta memperbaiki posisi tidur dengan berbaring miring.
Namun, laporan yang dilansir dari The Sun (2/12) mengungkapkan adanya temuan menarik terkait pola makan. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep Medicine menunjukkan bahwa konsumsi produk olahan susu, termasuk keju, berkaitan dengan penurunan risiko sleep apnea.
Penelitian tersebut menyebutkan bahwa individu yang rutin mengonsumsi keju memiliki risiko 28 persen lebih rendah mengalami sleep apnea, yakni kondisi penutupan tenggorokan saat tidur yang dapat memicu dengkuran berat.
Studi berskala besar terhadap sekitar 400.000 warga Inggris yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Chengdu, China, menemukan berbagai jenis keju seperti gorgonzola, cheddar, camembert, hingga manchego berpotensi berkaitan dengan penurunan risiko gangguan tersebut. Selain itu, konsumsi keju juga dikaitkan dengan peningkatan kadar testosteron serta penurunan tekanan darah tinggi.
Temuan ini cukup mengejutkan, mengingat sebelumnya para penderita dengkuran kerap disarankan untuk menghindari produk susu sebelum tidur. Produk susu diyakini dapat meningkatkan produksi lendir dan memperburuk penyumbatan saluran pernapasan.
Di sisi lain, penelitian lain menunjukkan bahwa pola makan sehat berbasis nabati juga berkontribusi dalam menurunkan risiko sleep apnea. Konsumsi sayuran dalam jumlah cukup dinilai dapat membantu mengurangi peradangan dan obesitas, dua faktor utama yang berkaitan dengan gangguan tersebut.
"Bisa jadi pola makan nabati yang sehat mengurangi peradangan dan obesitas, yang merupakan faktor utama dalam risiko sleep apnea," ujar Yohannes Melaku dari Universitas Flinders.
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa konsumsi keju bukanlah solusi tunggal. Pendekatan menyeluruh melalui pola makan seimbang dan perubahan gaya hidup tetap menjadi kunci utama dalam mengatasi kebiasaan mendengkur.
Next News

Mitos atau Fakta? 3 Makanan yang Sebaiknya Tak Berlebihan Dicampur dengan Mie Instan
3 hours ago

Sering Menguap Bukan Selalu Karena Ngantuk, Kenali Penyebab dan Kapan Harus Waspada
3 hours ago

Makan Tahu Setiap Hari, Apa Manfaatnya? Ini Dampaknya bagi Tubuh dan Hal yang Perlu Diperhatikan
3 hours ago

Jus Tomat Tidak Selalu Cocok untuk Semua Orang, Ini Kelompok yang Perlu Berhati-hati
3 hours ago

Talenan Kayu Bisa Jadi Sarang Kuman? Ini Cara Merawatnya agar Tetap Bersih dan Aman
3 hours ago

Kenapa Kamar Hotel di Lantai Dasar Kurang Ideal? Ini Tips Memilih Kamar agar Staycation Lebih Nyaman
3 hours ago

Lagi Ngidam Makanan Asin? Ini 5 Camilan Gurih yang Lebih Sehat untuk Dicoba
3 hours ago

Bolehkah Langsung Mandi Setelah Berkeringat? Ini Fakta dan Mitos yang Perlu Diketahui
3 hours ago

Jangan Jijik dengan Keringat! Ini 9 Manfaat Berkeringat bagi Tubuh yang Perlu Kamu Tahu
3 hours ago

Makan Alpukat Secara Rutin, Ini Manfaatnya untuk Jantung, Pencernaan hingga Kulit
3 hours ago





