Selasa, 7 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Komunikasi Politik dan Transparansi Jadi Kunci, Bupati Tapsel Diapresiasi Mendagri dan Menteri PKP

Liaa - Wednesday, 01 April 2026 | 01:19 PM

Background
Komunikasi Politik dan Transparansi Jadi Kunci, Bupati Tapsel Diapresiasi Mendagri dan Menteri PKP

MEDAN

Komunikasi politik yang efektif serta transparansi dalam penyaluran bantuan dinilai menjadi faktor utama keberhasilan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dalam penanganan pascabencana.

Hal tersebut mencuat setelah Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan apresiasi saat penyerahan 120 kunci rumah hunian tetap kepada warga terdampak di Desa Hapesong, pekan lalu.

Ketua Program Studi Ilmu Politik FISIPOL USU, Indra Fauzan, SHI, M.Soc.Sc, Ph.D, bersama dosen Pascasarjana Unimed, Dr. Bakhrul Khair Amal, M.Si, menilai apresiasi tersebut tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga memiliki makna politik yang lebih luas.

Menurut Indra Fauzan, pernyataan dua menteri tersebut merupakan sinyal kuat kepada daerah lain agar lebih responsif dan kreatif dalam menangani dampak bencana.



"Apresiasi itu bukan sekadar pujian. Itu pesan politik agar pemerintah daerah tidak hanya menunggu bantuan pusat, tetapi bergerak cepat sejak awal bencana terjadi," ujarnya.

Ia menambahkan, dalam konteks politik pemerintahan, pujian dari pejabat setingkat menteri juga menjadi bentuk dorongan sekaligus tekanan moral kepada kepala daerah lain agar meningkatkan kinerja penanganan bencana.

Indra menilai pola komunikasi antara Pemkab Tapsel dengan pemerintah pusat sudah berjalan baik. Koordinasi yang intens, termasuk melalui rapat-rapat bersama, dinilai mempermudah percepatan penyaluran bantuan meskipun statusnya bukan bencana nasional.

Ke depan, ia menyarankan agar pemerintah daerah memiliki strategi tanggap bencana yang lebih terstruktur, termasuk penyusunan anggaran khusus kebencanaan dan blueprint manajemen risiko yang terintegrasi hingga tingkat provinsi dan pusat.

"Bencana memiliki siklus yang berulang. Karena itu dibutuhkan manajemen yang terencana, bukan sekadar reaktif," jelasnya.



Indra juga menyoroti strategi komunikasi kolaboratif yang diterapkan Pemkab Tapsel, termasuk membuka ruang kerja sama dengan organisasi non-pemerintah melalui pendekatan pentahelix.

Sementara itu, Dr. Bakhrul Khair Amal menilai penanganan bencana di Tapsel wajar mendapat apresiasi karena dilakukan secara cepat dan berbasis data.

Ia menyebut langkah tersebut turut meruntuhkan stigma lama yang sempat melekat pada Tapsel.

"Penanganan yang cepat dan tepat sasaran menunjukkan adanya transparansi dan akuntabilitas yang baik. Bantuan disalurkan berdasarkan data valid dan kebutuhan riil di lapangan," ujarnya.

Bakhrul menambahkan, keberhasilan tersebut menunjukkan adanya good will dan political will yang kuat dari pimpinan daerah dalam memastikan proses rehabilitasi berjalan efektif.



Menurutnya, Pemkab Tapsel tidak hanya bekerja secara seremonial, tetapi berorientasi pada kinerja yang terukur.