Kenapa Tahun Hijriah Tidak Selalu Bersamaan dengan Kalender Masehi? Ini Penjelasannya
Liaa - Tuesday, 01 September 2026 | 07:38 AM


Kalender merupakan sistem yang digunakan manusia untuk mengatur waktu dan mencatat berbagai peristiwa. Di dunia, terdapat berbagai sistem kalender, termasuk kalender Masehi yang banyak digunakan untuk keperluan sehari-hari dan kalender Hijriah yang menjadi sistem penanggalan penting dalam kehidupan umat Islam.
Jika diperhatikan, tanggal dalam kalender Hijriah tidak selalu berada pada bulan yang sama dengan kalender Masehi setiap tahunnya. Ramadan, misalnya, dapat berlangsung pada bulan Masehi yang berbeda dari tahun ke tahun.
Lantas, mengapa hal tersebut bisa terjadi?
Kalender Hijriah Mengikuti Peredaran Bulan
Salah satu perbedaan utama antara kalender Hijriah dan kalender Masehi terletak pada dasar perhitungannya.
Kalender Hijriah menggunakan siklus bulan sebagai dasar penentuan bulan. Satu bulan Hijriah berlangsung sekitar 29 atau 30 hari, mengikuti siklus fase Bulan.
Dalam satu tahun Hijriah terdapat 12 bulan dengan jumlah hari sekitar 354 atau 355 hari. Jumlah tersebut lebih pendek dibandingkan satu tahun dalam kalender Masehi.
Kalender Masehi Mengikuti Peredaran Bumi Mengelilingi Matahari
Berbeda dengan kalender Hijriah, kalender Masehi menggunakan dasar tahun Matahari atau solar year. Perhitungannya berkaitan dengan waktu yang diperlukan Bumi untuk mengelilingi Matahari.
Satu tahun Masehi umumnya terdiri dari 365 hari. Pada tahun kabisat, jumlahnya menjadi 366 hari untuk menyesuaikan perhitungan dengan panjang tahun Matahari.
Perbedaan jumlah hari antara kedua kalender tersebut menyebabkan tanggal Hijriah terus bergeser jika dibandingkan dengan kalender Masehi.
Mengapa Ramadan Bisa Bergeser?
Ramadan merupakan bulan kesembilan dalam kalender Hijriah. Karena kalender Hijriah memiliki tahun yang lebih pendek sekitar 10 hingga 12 hari dibandingkan kalender Masehi, Ramadan biasanya datang lebih awal dalam kalender Masehi dari tahun ke tahun.
Akibatnya, dalam rentang beberapa tahun, Ramadan dapat berlangsung pada musim dan bulan Masehi yang berbeda.
Hal serupa juga berlaku untuk Idulfitri, Iduladha, Muharam, dan berbagai tanggal penting lainnya dalam kalender Hijriah.
Bagaimana Awal Bulan Hijriah Ditentukan?
Dalam praktiknya, penentuan awal bulan Hijriah dapat menggunakan metode yang sesuai dengan ketentuan dan otoritas masing-masing negara atau organisasi keagamaan.
Di Indonesia, penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah oleh pemerintah melibatkan proses seperti pengamatan hilal dan perhitungan astronomi. Hasilnya kemudian menjadi dasar pengambilan keputusan sesuai mekanisme yang berlaku.
Karena itu, masyarakat terkadang dapat menemukan perbedaan tanggal awal bulan Hijriah antara satu wilayah atau organisasi dengan yang lainnya.
Dua Kalender yang Memiliki Fungsi Berbeda
Perbedaan antara kalender Hijriah dan Masehi bukan berarti salah satu sistem lebih benar daripada yang lainnya. Keduanya memiliki fungsi dan dasar perhitungan yang berbeda.
Kalender Masehi banyak digunakan untuk keperluan administrasi, pendidikan, pekerjaan, serta berbagai aktivitas sehari-hari. Sementara kalender Hijriah memiliki peranan penting dalam menentukan waktu ibadah dan berbagai peristiwa keagamaan umat Islam.
Dengan memahami perbedaan tersebut, masyarakat dapat lebih mudah mengetahui mengapa tanggal peristiwa dalam kalender Hijriah tidak selalu berada pada tanggal atau bulan Masehi yang sama.
Jadi, pergeseran Ramadan dan hari-hari besar Islam dalam kalender Masehi merupakan hal yang wajar. Perbedaan tersebut terjadi karena kalender Hijriah dan kalender Masehi memiliki dasar astronomi serta panjang tahun yang berbeda.
Next News

Kepiting Memiliki Insang yang Membantunya Mengambil Oksigen, Ini Cara Kerjanya
in 6 hours

Kebiasaan Memencet Komedo Bisa Membuat Kondisi Kulit Semakin Buruk, Ini Alasannya
in 5 hours

Cara Kerja Pita Suara saat Berbicara, Bernyanyi, dan Tertawa
in 5 hours

Gurita Memiliki Tiga Jantung, Fakta Biologisnya Bikin Takjub
in 5 hours

Kereta Api Bisa Melaju dengan Stabil di Atas Rel, Ini Rahasia Sistemnya
in 5 hours

Pohon Pisang Bisa Tumbuh Kembali setelah Batang yang Berbuah Dipotong, Ini Penjelasannya
in 5 hours

Tteokbokki, Jajanan Korea dengan Tekstur Kenyal yang Bikin Ketagihan
in 5 hours

Tidak Semua Kayu Manis Sama, Ini Perbedaan Jenis Cassia dan Ceylon
in 5 hours

Bendungan Memiliki Peran Penting dalam Mencegah Banjir, Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 5 hours

Telapak Tangan Berkeringat saat Gugup, Begini Respons Tubuh terhadap Stres
8 hours ago





