Kenapa Semua Orang Main Padel? Ini Alasan di Baliknya
Tata - Friday, 10 April 2026 | 07:15 PM


Mengenal Padel: Olahraga yang Bikin Kita Berhenti Merasa Payah Main Tenis
Kalau belakangan ini kamu sering melihat postingan Instagram Story teman-temanmu yang lagi lari-lari di lapangan kotak kaca, jangan buru-buru mikir mereka lagi syuting sekuel film The Hunger Games. Bukan juga mereka lagi main squash di lapangan yang kegedean. Yang kamu lihat itu namanya Padel. Iya, Padel, bukan pakai 'T' di belakangnya yang jadi alat buat mendayung perahu, ya.
Padel ini bisa dibilang sebagai anak tengah yang lahir dari perkawinan silang antara tenis dan squash. Akhir-akhir ini, popularitasnya di Indonesia—terutama di kota-kota besar kayak Jakarta dan Bali—lagi meledak banget. Lapangan padel bermunculan di mana-mana, mulai dari atap mal sampai sudut-sudut perumahan elite. Tapi pertanyaannya, sebenernya padel itu olahraga apa sih? Kenapa tiba-tiba semua orang, dari artis sampai anak skena kopi susu, mendadak jadi atlet padel dadakan?
Bukan Tenis, Tapi Mirip (Dikit)
Secara visual, padel memang mirip tenis. Ada net di tengah, pakai bola kuning yang sekilas sama, dan cara hitung skornya pun persis (15, 30, 40, game). Tapi, di situlah kemiripannya berakhir. Bayangkan kamu main tenis, tapi lapangannya lebih kecil, sekitar 25 persen lebih mungil dari lapangan tenis standar. Dan yang paling ikonik: lapangannya dikelilingi dinding kaca setinggi tiga meter.
Nah, dinding kaca ini bukan cuma pajangan biar kelihatan estetik pas difoto. Kaca ini adalah bagian dari permainan. Kalau bola lawan memantul ke lantai lalu kena kaca, kamu masih boleh memukulnya balik selama belum jatuh ke lantai dua kali. Ini yang bikin padel jadi seru dan unpredictable. Kamu nggak perlu punya stamina kuda buat ngejar bola yang lari ke ujung lapangan, karena kemungkinan besar bola itu bakal balik lagi ke arahmu setelah kena kaca. Praktis, kan?
Raket yang Bentuknya Kayak Talenan
Kalau kamu biasa pegang raket tenis yang ada senarnya dan bunyi 'ting' pas kena bola, di padel kamu bakal nemu alat pukul yang beda banget. Namanya raket padel atau pala. Bentuknya solid, nggak ada senarnya sama sekali, dan penuh lubang-lubang kecil. Kalau boleh jujur, bentuknya lebih mirip talenan dapur atau pemukul lalat versi premium.
Karena nggak pakai senar, raket ini nggak punya efek "pegas" sekuat raket tenis. Hasilnya? Kontrol bola jadi lebih gampang buat pemula. Kamu nggak perlu belajar teknik swing yang rumit sampai pundak pegal cuma buat memastikan bola masuk ke lapangan lawan. Cukup dorong dikit, bola sudah jalan. Inilah alasan utama kenapa padel disebut sebagai olahraga yang friendly buat semua orang, mau kamu atlet beneran atau kaum rebahan yang baru mau tobat.
Kenapa Padel Bisa Langsung Viral?
Jawabannya sederhana: faktor sosial. Main tenis itu susah, jujur aja. Kamu butuh waktu berbulan-bulan latihan cuma buat bisa melakukan servis yang bener. Kalau kamu payah, lawanmu bakal bosan karena bola mati terus. Tapi di padel, orang yang baru pertama kali pegang raket pun biasanya sudah bisa melakukan reli-reli panjang dalam waktu 30 menit pertama.
Selain itu, padel hampir selalu dimainkan secara ganda (dua lawan dua). Jarak antar pemain yang dekat bikin kita bisa sambil ngobrol, ngecengin lawan, atau sekadar nanya "abis ini makan di mana?". Ini bukan cuma olahraga, ini adalah ajang nongkrong yang bikin keringetan. Makanya jangan heran kalau komunitas padel itu solid banget. Isinya orang-orang yang pengen sehat tapi tetep pengen eksis.
Jangan lupakan juga faktor "outfit". Mari kita jujur, salah satu motivasi orang main padel adalah karena baju-bajunya keren. Perpaduan antara gaya tenis yang klasik dengan sentuhan modern bikin siapa pun kelihatan kayak model majalah olahraga pas lagi di lapangan. Begitu posting di medsos, engagement langsung naik. Ya nggak, sih?
Aturan Main yang Nggak Bikin Pusing
Buat kamu yang mau nyoba, ada satu aturan krusial yang beda banget sama tenis: cara servis. Di tenis, kamu harus lempar bola tinggi-tinggi terus dipukul dari atas kepala ala-ala Maria Sharapova. Di padel? Kamu dilarang keras melakukan itu. Servis harus dilakukan di bawah pinggang (underhand). Bolanya harus dipantulkan dulu ke lantai sekali, baru dipukul ke arah kotak servis lawan secara diagonal.
Simpel banget. Aturan ini sengaja dibikin supaya poin nggak langsung mati gara-gara servis maut, jadi reli bisa berlangsung lebih lama. Semakin lama bola di udara, semakin seru permainannya. Di situlah adrenalinnya main. Kamu bakal ngerasain sensasi bola mantul ke sana-kemari, kena kaca samping, kena kaca belakang, dan kamu harus tetep fokus buat balikin bola itu.
Apakah Ini Cuma Tren Sesaat?
Banyak yang bilang padel itu cuma "tenis buat orang males" atau sekadar tren gaya hidup yang bakal hilang tahun depan. Tapi menurut opini saya, kayaknya padel bakal bertahan lama. Kenapa? Karena olahraga ini mengisi celah yang selama ini kosong: olahraga kompetitif yang nggak intimidatif.
Futsal mungkin terlalu keras buat sebagian orang, basket butuh tinggi badan dan stamina yang lumayan, sedangkan tenis butuh teknik yang kelewat tinggi. Padel ada di tengah-tengah. Ia menawarkan keseruan, kompetisi, dan keringat melimpah tanpa bikin kita merasa jadi orang paling bodoh di lapangan karena nggak bisa mukul bola.
Jadi, kalau besok-besok kamu diajakin temen buat "main padel yuk", jangan nolak dulu. Nggak perlu minder kalau nggak bisa main, karena emang intinya padel itu buat seru-seruan. Siapkan aja sepatu olahraga yang nyaman, mental siap kalah (karena biasanya yang kalah yang bayar sewa lapangan), dan tentu saja, jangan lupa bawa HP buat bikin konten. Sebab kalau main padel tapi nggak di-update, rasanya kayak ada yang kurang, kan?
Selamat mencoba jadi bagian dari skena kotak kaca!
Next News

Rahasia Saos Lada Hitam: Resep Ala Restoran yang Bisa Kamu Buat Sendiri di Rumah
in 6 hours

Plastik: Nyaman Sesaat, Dampaknya Ratusan Tahun Menghantui Bumi
in 6 hours

Kelapa: Si Serbabisa dari Sabut Sampai Santan
in 5 hours

Sakit Tenggorokan Tak Kunjung Sembuh? Ini Tanda Harus ke Dokter
in 5 hours

Berat Badan Bayi Susah Naik? Waspada Gejala Penyakit Jantung Bawaan
in 5 hours

Mulut Bau di Pagi Hari, Wajar atau Tanda Masalah Kesehatan?
in 4 hours

Pekerjaan Apa yang Paling Cocok dikerjakan dengan Sistem WFH?
9 hours ago

Kapan Manusia Mulai Memakai Sabun?
10 hours ago

Bagaimana Cara Internet Bekerja Menghubungkan Dunia?
10 hours ago

10 April: Hari Work From Home Sedunia, Ketika Cara Bekerja Dunia Berubah
10 hours ago





