Selasa, 26 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Escalator: Teknologi yang Mengubah Cara Orang Berbelanja

Laila - Tuesday, 26 May 2026 | 08:21 AM

Background
Escalator: Teknologi yang Mengubah Cara Orang Berbelanja

Saat masuk ke mall, banyak orang otomatis menggunakan escalator.

Teknologi ini terasa begitu biasa hingga jarang dipikirkan lagi.

Padahal dahulu, tangga berjalan dianggap aneh,

futuristik, bahkan sempat membuat orang takut.

Lebih dari itu, escalator ternyata ikut mengubah cara manusia:



•berbelanja

•membangun kota

•dan bergerak di ruang publik.

Sebelum ada escalator, naik ke lantai atas,tidak menarik

Sebelum abad modern, banyak toko dan gedung bertingkat menghadapi masalah yang sama:



orang malas naik ke lantai atas.

Tangga biasa dianggap melelahkan, terutama bagi lansia, perempuan dengan pakaian besar era dulu, atau orang yang membawa barang.

Akibatnya, lantai bawah toko biasanya jauh lebih ramai dibanding lantai atas.

Siapa penemu escalator?

Konsep awal escalator muncul pada akhir abad ke-19.



Salah satu tokoh penting dalam pengembangannya adalah *Jesse W. Reno*

insinyur asal United States yang membuat versi awal tangga berjalan pada tahun 1890-an.

Escalator awal bahkan lebih mirip ban berjalan miring, dibanding bentuk modern saat ini.

Escalator zaman dulu

Escalator dulu dipamerkan seperti atraksi masa depan.



Pada masa awal kemunculannya, escalator sering dipamerkan dalam

pameran teknologi, di

taman hiburan,

dan pusat perbelanjaan besar.

Banyak orang penasaran, tetapi juga takut mencobanya.



Sebagian khawatir jatuh,

tersangkut,atau kehilangan keseimbangan.

Bagaimana escalator mengubah dunia belanja?

Kehadiran escalator membuat pengunjung lebih mudah berpindah lantai.

Akibatnya:



•toko bisa dibuat lebih besar

•pusat perbelanjaan bertingkat menjadi lebih efektif

•arus pengunjung meningkat.

Beberapa sejarawan desain bahkan menyebut escalator membantu melahirkan

budaya mall modern.



Escalator membuat orang "terdorong" menjelajah toko.

Berbeda dengan lift, escalator memungkinkan pengunjung:

•melihat area sekitar sambil bergerak

•tertarik melihat etalase

•dan lebih mudah berpindah antar lantai.



Hal ini ternyata sangat membantu strategi pusat perbelanjaan modern.

Kenapa escalator sering ditempatkan berjauhan?

Di banyak mall, escalator naik dan turun sengaja dibuat tidak berdampingan langsung.

Tujuannya agar pengunjung:

•melewati lebih banyak toko



•melihat lebih banyak produk

•menghabiskan lebih banyak waktu di area belanja.

Desain ini merupakan bagian dari strategi arsitektur retail modern.

Escalator ikut mengubah desain kota modern

Selain mall, escalator kemudian digunakan di:



•bandara

•stasiun kereta

•gedung perkantoran

•hingga sistem transportasi bawah tanah.

Di beberapa kota besar, escalator bahkan menjadi bagian penting mobilitas harian masyarakat.



Etika menggunakan escalator

Ada etika unik menggunakan escalator.

Menariknya, beberapa negara memiliki kebiasaan berbeda saat menggunakan escalator.

Contohnya di Japan

dan United Kingdom.



Orang biasanya berdiri di satu sisi agar sisi lain tetap bisa dipakai berjalan cepat.

Namun posisi kiri atau kanan bisa berbeda tergantung wilayah.

Teknologi sederhana yang mengubah kebiasaan manusia

Meski terlihat sederhana, escalator membantu manusia bergerak lebih efisien di ruang publik modern.

Teknologi ini juga menunjukkan bagaimana sebuah inovasi kecil dapat memengaruhi:



•perilaku manusia

•desain bangunan

•hingga pola belanja dunia modern.

Escalator bukan sekadar tangga berjalan biasa. Teknologi ini bahkan ikut membentuk budaya belanja modern di berbagai negara. Dari atraksi futuristik hingga kebutuhan sehari-hari, escalator menjadi salah satu simbol perkembangan kota modern.