Kenapa Orang yang Kurang Tidur Lebih Mudah Gemuk?
Liaa - Thursday, 05 March 2026 | 03:59 AM


Pernah merasa lebih lapar setelah malam yang penuh begadang?
Banyak orang mengira itu hanya perasaan biasa. Namun secara ilmiah, tubuh memang bereaksi berbeda ketika kita tidak tidur cukup. Kurang tidur memicu perubahan hormon dan metabolisme yang membuat tubuh lebih mudah menyimpan lemak.
Itulah sebabnya para ahli kesehatan kini mulai menempatkan tidur sebagai salah satu pilar penting pengendalian berat badan, selain pola makan dan olahraga.
Saat tubuh kurang tidur, dua hormon utama yang mengatur rasa lapar mengalami perubahan.
1.Ghrelin, hormon yang memberi sinyal lapar kepada otak.
2.Leptin, hormon yang memberi sinyal kenyang.
Ketika tidur berkurang:
ghrelin meningkat
leptin menurun
Akibatnya otak menerima pesan bahwa tubuh masih lapar, bahkan ketika sebenarnya kebutuhan energi sudah cukup.
Kondisi ini membuat seseorang lebih sering ngemil dan makan dalam porsi lebih besar.
Kurang tidur dapat meningkatkan rasa lapar dan keinginan makan, terutama terhadap makanan tinggi kalori.
Selain hormon, kurang tidur juga memengaruhi cara otak memproses makanan.
Beberapa studi menggunakan pemindaian otak menemukan bahwa ketika seseorang kurang tidur, bagian otak yang berkaitan dengan reward atau rasa senang menjadi lebih aktif saat melihat makanan tinggi gula dan lemak.
Akibatnya makanan seperti:
gorengan, makanan manis,makanan cepat saji
menjadi jauh lebih menggoda dibandingkan biasanya.
Kondisi ini membuat orang yang kurang tidur cenderung memilih makanan tinggi kalori dibandingkan makanan sehat.
Tidur juga berperan penting dalam mengatur metabolisme energi.
Ketika tidur cukup, tubuh bekerja optimal untuk:
•memproses glukosa
•mengatur hormon
•membakar energi
Namun jika tidur terlalu sedikit, metabolisme bisa menjadi kurang efisien. Tubuh cenderung menyimpan energi sebagai lemak, terutama di area perut.
Kurang tidur dapat menurunkan sensitivitas insulin, yang berperan penting dalam metabolisme gula darah.
Kondisi ini tidak hanya meningkatkan risiko kenaikan berat badan, tetapi juga berkaitan dengan risiko diabetes tipe 2.
Ada alasan sederhana lain mengapa orang yang begadang lebih mudah gemuk.Yaitu :waktu makan menjadi lebih panjang.
Jika seseorang tidur pukul 22.00, kemungkinan besar ia berhenti makan setelah makan malam.
Namun jika seseorang terjaga hingga pukul 01.00 atau 02.00, sering kali muncul kebiasaan tambahan seperti ngemi,minum minuman manis, dan makan makanan ringan tinggi kalori.
Kalori tambahan di malam hari ini bisa menumpuk tanpa disadari.
Kurang tidur juga membuat tubuh cepat lelah pada siang hari. Ketika energi terasa rendah, bayak orang secara alami memilih aktivitas yang lebih pasif.Lebih banyak duduk, malas olahraga dan
ujungnya memilih makanan tinggi gula sebagai "penambah energi"
Semua kebiasaan ini akhirnya berkontribusi pada kenaikan berat badan.
Berapa Lama Waktu Tidur yang Disarankan?
Sebagian besar pakar kesehatan menyarankan orang dewasa untuk tidur sekitar 7 hingga 9 jam setiap malam.
Tidur yang cukup membantu tubuh:
•menyeimbangkan hormon lapar
•menjaga metabolisme tetap stabil
•mengontrol berat badan lebih baik
Dengan kata lain, tidur bukan sekadar waktu istirahat, tetapi juga bagian penting dari manajemen berat badan yang sehat.
Next News

Mengapa Kita Suka Bergosip? Ini Penjelasan Psikologinya.
in 5 hours

Kopi Hitam vs Kopi Susu: Mana yang Lebih Sehat?
8 hours ago

Cara Sederhana Membedakan Madu Asli dan Palsu
8 hours ago

Tips Menyimpan Sayur di Kulkas Agar Tidak Cepat Layu
8 hours ago

Kenapa Kita Tiba-tiba Tersedak Saat Minum Air?
8 hours ago

Benarkah Air Kelapa Bisa Mengganti Cairan Tubuh Setelah Olahraga?
9 hours ago

10 Buah Tradisional Indonesia yang Mulai Langka, Pernah Coba Salah Satunya?
in 3 hours

Ubi Ungu: Si Cantik dari Alam yang Kaya Manfaat untuk Kesehatan
in 3 hours

Rahasia Sehat di Balik Botol Minyak Bunga Matahari
in 2 hours

Hobi Makan Kuaci? Yuk Intip Cara Mengambilnya Langsung dari Bunga
in 2 hours





