Bukan Hutan, Ini Sumber Oksigen Terbesar di Bumi yang Jarang Diketahui
Laila - Saturday, 02 May 2026 | 06:45 PM


Selama ini, hutan kerap disebut sebagai "paru-paru dunia" karena perannya dalam menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis. Anggapan ini tidak sepenuhnya keliru, namun belum menggambarkan keseluruhan fakta. Sebagian besar oksigen di bumi justru dihasilkan oleh organisme mikroskopis yang hidup di laut, yaitu fitoplankton.
Fitoplankton merupakan mikroorganisme yang melayang di permukaan laut dan memiliki kemampuan fotosintesis, seperti tumbuhan. Dengan bantuan sinar matahari, karbon dioksida, dan nutrisi dari laut, organisme ini menghasilkan oksigen sebagai produk sampingan. Para ilmuwan memperkirakan bahwa sekitar 50 hingga 80 persen oksigen di atmosfer berasal dari aktivitas fitoplankton.
Salah satu jenis fitoplankton yang memiliki peran besar adalah Prochlorococcus, yaitu bakteri fotosintetik yang sangat melimpah di lautan. Meskipun ukurannya sangat kecil, jumlahnya yang luar biasa banyak menjadikannya sebagai salah satu penyumbang oksigen terbesar di bumi. Diperkirakan, organisme ini sendiri berkontribusi signifikan terhadap produksi oksigen global.
Peran penting fitoplankton tidak terlepas dari luasnya wilayah laut yang mencakup sekitar 70 persen permukaan bumi. Hal ini menjadikan laut sebagai "pabrik oksigen" terbesar dibandingkan ekosistem darat mana pun.
Meski demikian, keberadaan fitoplankton menghadapi berbagai ancaman. Perubahan iklim menyebabkan peningkatan suhu laut yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistemnya. Selain itu, pencemaran laut, terutama oleh limbah plastik dan zat kimia, juga berpotensi menghambat proses fotosintesis dengan mengurangi penetrasi cahaya matahari.
Kurangnya perhatian terhadap peran laut dalam menjaga keseimbangan oksigen bumi menjadi tantangan tersendiri. Dibandingkan dengan hutan, isu kelestarian laut sering kali kurang mendapat sorotan, padahal dampaknya sangat besar bagi kehidupan manusia.
Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kesehatan laut menjadi hal yang penting. Upaya sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, tidak membuang limbah ke perairan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya ekosistem laut dapat memberikan kontribusi nyata.
Kesimpulannya, meskipun hutan tetap memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, laut dan organisme mikroskopis di dalamnya merupakan sumber utama oksigen di bumi. Kesadaran akan hal ini diharapkan dapat mendorong upaya pelestarian lingkungan secara lebih menyeluruh.
Next News

Apa Penyebab Otot Berkedut meski Tubuh Sedang Tidak Bergerak?
in 7 hours

Mengapa Mata Terasa Berat setelah Lama Menatap Layar? Ini Penyebabnya
in 7 hours

Mengapa Kita Bisa Mengalami Cegukan secara Tiba-Tiba? Ini Penyebabnya
in 6 hours

Mengapa Mata Berair saat Menguap? Ini Penjelasannya di Balik Respons Alami Tubuh
in 6 hours

Mengapa Kentang Goreng Bisa Lembek setelah Dibiarkan Terlalu Lama?
in 6 hours

Bagaimana Awan Bisa Mengapung meski Mengandung Banyak Tetesan Air?
in 4 hours

Sulit Berkata Tidak kepada Orang Lain, Apa yang Memengaruhinya?
in 4 hours

Fenomena Listrik Statis yang Membuat Rambut Berdiri saat Disisir
in 4 hours

Mengapa Tubuh Terasa Lebih Ringan saat Berada di Dalam Air?
in 4 hours

Mengapa Habis Berenang atau Main Air Kita Jadi Mudah Lapar?
in 2 hours





