Jumat, 13 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kenapa Nyamuk Lebih Suka Menggigit Orang Tertentu?

RAU - Friday, 13 March 2026 | 05:52 AM

Background
Kenapa Nyamuk Lebih Suka Menggigit Orang Tertentu?

Nyamuk adalah salah satu serangga yang paling sering bersentuhan dengan manusia. Meskipun ukurannya kecil, nyamuk dapat membawa berbagai penyakit berbahaya seperti demam berdarah, malaria, hingga chikungunya. Beberapa spesies yang dikenal sebagai pembawa penyakit antara lain Aedes aegypti yang menyebarkan demam berdarah dan Anopheles yang menjadi vektor utama malaria.

Namun ada satu pertanyaan yang sering muncul: mengapa nyamuk tampak lebih menyukai orang tertentu?

Ternyata jawabannya cukup kompleks dan melibatkan berbagai faktor biologis.

1. Karbon Dioksida yang Kita Hembuskan

Salah satu cara utama nyamuk menemukan mangsanya adalah melalui karbon dioksida (CO₂) yang kita hembuskan saat bernapas. Nyamuk memiliki sensor khusus yang sangat peka terhadap gas ini.



Orang yang menghembuskan lebih banyak karbon dioksida cenderung lebih menarik bagi nyamuk. Misalnya:

•orang bertubuh besar

•orang yang sedang berolahraga

•wanita hamil

Penelitian menunjukkan bahwa wanita hamil bisa menghasilkan sekitar 20 persen lebih banyak karbon dioksida, sehingga lebih sering menjadi target gigitan.



2. Bau Tubuh dan Senyawa Kimia Kulit

Kulit manusia mengeluarkan berbagai senyawa kimia yang berasal dari keringat dan bakteri alami pada kulit. Beberapa senyawa ini ternyata sangat disukai oleh nyamuk.

Senyawa seperti:

•asam laktat

•amonia



•asam urat

dapat menjadi "sinyal aroma" bagi nyamuk untuk mendekat.

Yang menarik, komposisi bakteri pada kulit setiap orang berbeda-beda. Itulah sebabnya ada orang yang sangat sering digigit, sementara orang lain di sebelahnya hampir tidak tersentuh.

3. Golongan Darah

Beberapa penelitian menemukan bahwa nyamuk tampaknya memiliki preferensi terhadap golongan darah tertentu.



Studi menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah O cenderung lebih sering digigit dibandingkan golongan darah A atau B. Meskipun alasan pastinya masih diteliti, diduga nyamuk dapat mendeteksi zat kimia tertentu yang dikeluarkan oleh kulit berdasarkan golongan darah.

4. Suhu Tubuh

Nyamuk juga tertarik pada panas tubuh manusia. Semakin hangat suhu kulit seseorang, semakin mudah nyamuk mendeteksi keberadaannya.

Itulah sebabnya orang yang:

baru berolahraga



sedang berkeringat

atau memiliki metabolisme tinggi

lebih sering digigit nyamuk.

5. Warna Pakaian

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa nyamuk juga merespons warna tertentu. Warna-warna gelap seperti hitam, merah, atau biru tua cenderung lebih menarik bagi nyamuk dibanding warna terang.



Ini terjadi karena warna gelap menyerap panas lebih banyak, sehingga lebih mudah terdeteksi oleh sensor nyamuk.

6. Alkohol

Beberapa penelitian menemukan bahwa konsumsi alkohol juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang digigit nyamuk. Hal ini diduga karena alkohol memengaruhi suhu tubuh dan komposisi kimia dalam keringat.

7. Faktor Genetik

Menariknya, faktor genetik juga berperan dalam menentukan seberapa menarik seseorang bagi nyamuk. Studi pada anak kembar menunjukkan bahwa kecenderungan digigit nyamuk bisa dipengaruhi oleh faktor keturunan.



Artinya, jika seseorang dalam keluarga sering digigit nyamuk, kemungkinan anggota keluarga lainnya juga mengalami hal yang sama.

*Cara Mengurangi Gigitan Nyamuk*

Meskipun tidak bisa sepenuhnya menghindari nyamuk, beberapa langkah berikut dapat membantu:

•memakai pakaian terang

•menggunakan lotion anti nyamuk



•menjaga kebersihan lingkungan

•menghindari genangan air

Organisasi kesehatan dunia seperti World Health Organization juga menekankan pentingnya pengendalian populasi nyamuk untuk mencegah penyebaran penyakit.