Mengapa Air Laut Jadi Garam, Tebu Jadi Gula, Tapi Air Biasa Hanya Menguap?
Nanda - Thursday, 30 April 2026 | 10:15 AM


Sekilas, terlihat seperti air laut "berubah" menjadi garam dan tebu "berubah" menjadi gula. Padahal, proses yang terjadi sebenarnya berbeda dengan sekadar perubahan seperti air yang menguap.
Kuncinya ada pada kandungan di dalam masing-masing bahan.
1. Air Laut Menjadi Garam (Proses Pemisahan)
Air laut bukanlah zat tunggal, melainkan campuran air dan mineral terlarut, terutama Natrium klorida.
Ketika air laut dipanaskan oleh sinar matahari, hanya airnya yang berubah menjadi uap melalui proses Evaporasi. Garam tidak ikut menguap karena memiliki struktur yang lebih berat dan tidak mudah berubah menjadi gas.
Akibatnya, airnya hilang ke udara, sementara garam tertinggal dan mengkristal.
2. Tebu Menjadi Gula (Proses Ekstraksi)
Berbeda dengan air laut, tebu memang sudah mengandung gula alami di dalam batangnya. Tanaman tebu menghasilkan gula melalui proses Fotosintesis, lalu menyimpannya dalam bentuk sukrosa.
Saat tebu diproses, manusia hanya mengekstrak dan memurnikan gula tersebut hingga menjadi gula pasir.
3. Air Biasa Menjadi Uap (Zat Tunggal)
Air murni umumnya tidak mengandung banyak zat terlarut. Ketika dipanaskan, ia hanya mengalami perubahan wujud menjadi uap tanpa meninggalkan residu berarti.
Ini karena air tersebut mendekati bentuk H2O murni, sehingga tidak ada zat lain yang tertinggal setelah proses penguapan.
Air laut menghasilkan garam karena mengandung mineral yang tertinggal setelah airnya menguap. Tebu menghasilkan gula karena memang sudah menyimpan gula di dalamnya. Sementara air biasa hanya menguap karena tidak memiliki zat padat terlarut dalam jumlah signifikan.
Dengan kata lain, air memang "cenderung" menjadi uap, sedangkan garam dan gula bisa kita peroleh karena mereka tidak ikut menguap.
Next News

Maulid Nabi Bukan Sekadar Tradisi, Ini Pelajaran Akhlak Rasulullah yang Relevan di Zaman Sekarang
in 4 hours

Bekerja Sendiri atau Bersama Tim? Kenali Kelebihan dan Tantangannya
in 4 hours

Hatchi! Mengapa Kita Bersin? Mengenal Refleks Alami dan Hubungannya dengan Alergi
in 4 hours

Bukan Hanya Manusia, Begini Cara Unik Hewan Merawat dan Melindungi Anaknya
in 4 hours

Mengapa Anak Sering Meniru Perilaku Orang Dewasa di Sekitarnya?
in 4 hours

Mengapa Telur Setengah Matang Begitu Populer? Dari Tekstur hingga Tradisi Sarapan
in 4 hours

Beras Kencur, Jamu Tradisional yang Tetap Menarik di Tengah Gaya Hidup Modern
in 4 hours

Menjaga Kesehatan Ginjal Secara Alami, Kebiasaan Sederhana yang Bisa Dilakukan
in 4 hours

Brokoli untuk MPASI Bayi, Apa Manfaat dan Cara Menyajikannya?
in 4 hours

Mengapa Kita Sering Menunda Pekerjaan yang Sebenarnya Mudah?
in 2 hours





