Kenapa Kepala Sering Gatal Saat Pakai Helm? Ternyata Bukan Sekadar Karena Keringat
RAU - Tuesday, 02 June 2026 | 03:00 PM


Bagi para pengendara motor, rasa gatal di kepala saat memakai helm mungkin sudah menjadi pengalaman yang cukup familiar. Kadang rasa gatal muncul hanya beberapa menit setelah helm dikenakan, bahkan bisa terasa sangat mengganggu saat sedang berkendara.
Meski terdengar sepele, fenomena ini sebenarnya memiliki penjelasan ilmiah yang cukup masuk akal. Ada beberapa faktor yang membuat kulit kepala menjadi lebih mudah terasa gatal saat berada di dalam helm.
Salah satu penyebab utamanya adalah efek "rumah kaca" yang terjadi di dalam helm. Ketika helm dikenakan, sirkulasi udara di sekitar kepala menjadi terbatas. Sementara itu, kulit kepala terus menghasilkan keringat dan minyak alami atau sebum.
Perpaduan antara suhu tubuh, keringat, dan minyak yang terperangkap menciptakan lingkungan yang hangat dan lembap. Kondisi seperti ini dapat merangsang ujung saraf pada kulit kepala sehingga muncul sensasi gatal.
Selain itu, helm yang jarang dibersihkan juga bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan jamur. Salah satu jamur yang sering dikaitkan dengan masalah kulit kepala adalah Malassezia. Mikroorganisme ini sebenarnya hidup secara alami di kulit manusia, tetapi jumlahnya dapat meningkat drastis ketika kondisi kulit kepala terlalu lembap dan berminyak.
Akibatnya, kulit kepala bisa mengalami iritasi, ketombe, hingga rasa gatal yang lebih intens dibanding biasanya.
Penyebab lain yang sering tidak disadari adalah gesekan antara busa helm dengan rambut dan kulit kepala. Saat motor melaju di jalan yang bergelombang atau saat pengendara sering menoleh, helm akan mengalami sedikit pergeseran.
Gesekan yang terjadi secara terus-menerus dapat memicu iritasi ringan, terutama pada orang yang memiliki kulit kepala sensitif. Kondisi ini membuat rasa gatal lebih mudah muncul meskipun kulit kepala sebenarnya dalam keadaan bersih.
Tak hanya itu, sisa deterjen atau bahan kimia dari proses pencucian helm juga dapat menjadi pemicu. Jika busa helm tidak dibilas dengan bersih setelah dicuci, residu sabun yang tertinggal bisa bercampur dengan keringat saat helm digunakan.
Campuran tersebut berpotensi menimbulkan reaksi iritasi atau dermatitis kontak yang ditandai dengan rasa gatal, kemerahan, dan ketidaknyamanan pada kulit kepala.
Untuk mengurangi risiko gatal saat memakai helm, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Menggunakan balaclava atau penutup kepala berbahan tipis dapat membantu menyerap keringat sebelum mengenai busa helm. Selain itu, biasakan mengangin-anginkan helm setelah digunakan agar bagian dalamnya tidak lembap.
Membersihkan busa helm secara rutin, setidaknya setiap dua hingga empat minggu sekali tergantung frekuensi pemakaian, juga sangat dianjurkan untuk mencegah penumpukan keringat, minyak, serta mikroorganisme penyebab gatal.
Jadi, jika selama ini kepala terasa gatal saat memakai helm, penyebabnya bukan karena helm itu sendiri. Kelembapan, jamur, gesekan, hingga kebersihan bagian dalam helm menjadi faktor utama yang memengaruhi kenyamanan kulit kepala saat berkendara.
Next News

Dari Mana Asalnya Lumut di Wadah Air? Misteri Si Hijau yang Tiba-Tiba Muncul
in 6 hours

Chemistry Ikonik SRK & Kajol di Film Dilwale: Obat Rindu Fans
in 6 hours

Lidah Terasa Pahit Pas Sakit? Simak Penyebab dan Solusinya
in 4 hours

Kenapa Magnet Tidak Nempel di Semua Benda? Cek Faktanya
in 4 hours

Kenapa Kepala Refleks Geleng-Geleng Saat Makan Enak? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 3 hours

Rahasia di Balik Hobi Berisiko Pria yang Sering Masuk FYP
in 3 hours

Alasan Agneepath Jadi Film India Paling Berbeda dan Ikonik
in 3 hours

Kenapa THR Identik dengan Lebaran? Apakah Tunjangan Hari Raya Hanya untuk Umat Islam?
in 2 hours

Pernah Bertanya Kenapa Fotokopi Terasa Lebih Cepat daripada Print Biasa? Ternyata Ini Alasannya
in 2 hours

"Melompat Lebih Tinggi" Hadir dengan Wajah Baru, Lomba Sihir Beri Sentuhan Modern pada Lagu Legendaris Sheila on 7
in 2 hours





