Kenapa Ada Orang yang Ngorok Saat Tidur, Ada yang Tidak? Ini Penjelasan Ilmiahnya
RAU - Wednesday, 01 July 2026 | 09:33 AM


Suara dengkuran sering menjadi bahan candaan di rumah.
Ada yang mendengkur pelan, ada pula yang suaranya begitu keras hingga terdengar dari ruangan lain.
Menariknya, tidak semua orang mengalami hal ini.
Ada yang tidur sepanjang malam tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.
Lalu,apa sebenarnya yang membuat seseorang ngorok?
Apa Itu Ngorok?
Dalam dunia medis, ngorok atau snoring adalah suara yang muncul ketika udara melewati saluran napas yang menyempit saat tidur.
Penyempitan ini menyebabkan jaringan lunak di langit-langit mulut, lidah, atau tenggorokan bergetar.
Getaran itulah yang menghasilkan suara dengkuran.
Semakin sempit saluran napas, biasanya suara dengkuran akan semakin keras.Kenapa Saluran Napas Bisa Menyempit?
Saat kita tertidur, otot-otot tubuh menjadi lebih rileks, termasuk otot di sekitar tenggorokan.
Pada sebagian orang, relaksasi ini membuat saluran napas menyempit lebih banyak dibandingkan orang lain.
Akibatnya, udara harus melewati celah yang lebih sempit dan menimbulkan getaran.
Inilah penyebab utama suara ngorok.
Faktor yang Membuat Seseorang Lebih Mudah Ngorok
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mendengkur, antara lain:
tidur telentang, karena lidah lebih mudah jatuh ke belakang;
kelebihan berat badan yang menyebabkan penumpukan jaringan lemak di sekitar leher;
hidung tersumbat akibat flu atau alergi;
kebiasaan merokok;
konsumsi alkohol atau obat penenang sebelum tidur;
bertambahnya usia, karena otot tenggorokan cenderung semakin kendur.
Tidak semua orang memiliki faktor-faktor tersebut, sehingga tidak semua orang akan ngorok.
Apakah Anak-Anak Bisa Ngorok?
Bisa.
Anak yang sedang pilek mungkin mendengkur sementara karena hidungnya tersumbat.
Namun, bila anak sering ngorok hampir setiap malam, orang tua sebaiknya tidak menganggapnya sebagai hal biasa.
Salah satu penyebab yang cukup sering adalah pembesaran amandel atau adenoid yang dapat menghambat aliran udara saat tidur.
Kapan Ngorok Masih Normal?
Mendengkur sesekali umumnya tidak berbahaya, misalnya ketika sedang flu, sangat lelah, atau tidur dengan posisi tertentu.
Biasanya dengkuran akan berkurang setelah penyebabnya menghilang.
Namun, bila terjadi hampir setiap malam dan disertai gejala lain, kondisi ini perlu diperhatikan.
Kapan Ngorok Bisa Menjadi Tanda Penyakit?
Ngorok perlu diwaspadai apabila disertai:
napas berhenti beberapa detik saat tidur;
tersedak atau terbangun karena sulit bernapas;
mengantuk berat pada siang hari;
sakit kepala saat bangun tidur;
sulit berkonsentrasi;
tekanan darah tinggi.
Gejala tersebut dapat mengarah pada *Obstructive sleep apnea*, yaitu gangguan tidur ketika saluran napas berulang kali tertutup sebagian atau seluruhnya selama tidur.
Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, hingga stroke.
Bagaimana Cara Mengurangi Ngorok?
Beberapa perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi dengkuran, seperti:
menjaga berat badan tetap ideal;
tidur menyamping daripada telentang;
menghindari alkohol sebelum tidur;
berhenti merokok;
mengobati hidung tersumbat atau alergi bila ada;
menjaga jadwal tidur yang teratur.
Jika dengkuran disebabkan oleh sleep apnea, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan tidur (sleep study) dan terapi yang sesuai.
Kesimpulannya,
ngorok terjadi karena jaringan di saluran napas bergetar saat udara melewati bagian yang menyempit.
Pada banyak orang, kondisi ini tidak berbahaya dan dapat dipengaruhi oleh posisi tidur atau kebiasaan sehari-hari.
Namun, bila mendengkur disertai henti napas, kantuk berlebihan, atau gejala lain yang mengganggu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Dengkuran bisa menjadi petunjuk awal adanya gangguan tidur yang perlu ditangani.
Next News

Mengapa Kita Sering Mengecek Ponsel Begitu Bangun Tidur? Ini Alasan Psikologisnya
14 hours ago

Mengapa Karakter Kartun Sering Terlihat Memiliki Mata yang Besar? Ini Alasannya
2 hours ago

Mengapa Kita Masih Suka Menonton Kartun Meski Sudah Dewasa? Ini Alasannya
2 hours ago

Apa Itu Digital Eye Strain dan Bagaimana Cara Mencegahnya?
4 hours ago

Apa Penyebab Sariawan yang Muncul Berulang Kali? Kenali Pemicu dan Kapan Harus Diperiksa
4 hours ago

Alat Dapur Tradisional yang Ternyata Masih Relevan hingga Sekarang
4 hours ago

Mengapa Matcha Terus Menjadi Tren di Kalangan Anak Muda? Ini Alasannya
4 hours ago

Suka Berbicara? Ini Jurusan Kuliah yang Bisa Kamu Pertimbangkan
4 hours ago

Pernah Merasa Waktu Berjalan Lambat? Ini yang Mungkin Terjadi di Otak
5 hours ago

Mengenal Pohon Karet, Tanaman Penghasil Getah yang Banyak Dimanfaatkan dalam Kehidupan
5 hours ago





