Rabu, 28 Januari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Kemenkes Targetkan 136 Juta Warga Ikut CKG pada 2026, Fokus pada Deteksi Dini dan Penanganan Gratis

Liaa - Monday, 26 January 2026 | 10:52 AM

Background
Kemenkes Targetkan 136 Juta Warga Ikut CKG pada 2026, Fokus pada Deteksi Dini dan Penanganan Gratis

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menargetkan sekitar 136 juta warga mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada tahun 2026. Target tersebut naik signifikan dibandingkan realisasi pada tahun 2025 dan merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem kesehatan berbasis pencegahan.

Dikutip dari Tempo. co, 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa pemerintah menggeser fokus pembangunan kesehatan dari kuratif ke preventif.

Menurutnya, beban pembiayaan kesehatan negara kerap meningkat pada tahap pengobatan, terutama penyakit kronis yang baru terdeteksi pada fase lanjut. Melalui CKG, pemerintah berharap menemukan kasus secara lebih dini dan menekan biaya penanganan di tahap berikutnya.

Dalam penerapannya, program CKG tidak hanya menyediakan skrining gratis bagi masyarakat, tetapi juga tindak lanjut penanganan awal tanpa biaya, termasuk konsultasi medis, pemeriksaan lanjutan tertentu, hingga pengobatan dasar untuk fase awal.

Kemenkes menyatakan bahwa peserta yang membutuhkan perawatan lebih kompleks akan diarahkan ke fasilitas kesehatan, dan pembiayaan dirujuk melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan. Integrasi kedua layanan ini menjadi strategi agar proses skrining hingga pengobatan berlangsung berkesinambungan.

Program CKG menyasar berbagai kelompok usia dan kategori risiko, mulai dari bayi, pelajar, dewasa, hingga lansia. Hingga awal 2026, Kemenkes melaporkan bahwa program telah menjangkau sekolah-sekolah di berbagai provinsi untuk pemeriksaan gigi, mata, serta tanda-tanda gangguan kesehatan lainnya.

Selain melalui fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas, layanan CKG juga dilakukan melalui mobile clinic, pos kesehatan keliling, dan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan wilayah.

Kemenkes menyebut perluasan cakupan ini menjadi bagian dari agenda nasional untuk meningkatkan indikator kesehatan masyarakat serta memenuhi komitmen global terkait penanggulangan penyakit tidak menular.