Kebiasaan Makan Terlalu Cepat dan Dampaknya bagi Kesehatan Pencernaan
icaa - Tuesday, 03 November 2026 | 07:06 PM


Makan merupakan kebutuhan sehari-hari yang penting untuk memenuhi energi dan nutrisi tubuh. Namun, kebiasaan makan terlalu cepat sering kali tidak disadari karena kesibukan atau kebiasaan menyelesaikan makanan dalam waktu singkat.
Padahal, proses makan tidak hanya berkaitan dengan memasukkan makanan ke dalam tubuh, tetapi juga melibatkan proses mengunyah dan pencernaan. Jika dilakukan terlalu terburu-buru, kebiasaan ini dapat menimbulkan sejumlah dampak bagi kesehatan.
1. Membuat Perut Mudah Kembung
Mengunyah makanan terlalu singkat dapat membuat seseorang menelan potongan makanan yang lebih besar. Selain itu, makan terburu-buru juga dapat menyebabkan lebih banyak udara tertelan. Hal tersebut bisa memicu perut terasa penuh dan kembung.
2. Meningkatkan Risiko Makan Berlebihan
Tubuh membutuhkan waktu untuk mengirimkan sinyal kenyang ke otak. Ketika seseorang makan terlalu cepat, makanan mungkin sudah dikonsumsi dalam jumlah banyak sebelum sinyal kenyang terasa. Akibatnya, asupan makanan dapat melebihi kebutuhan tubuh.
3. Menimbulkan Rasa Begah
Makanan yang dikonsumsi dalam waktu singkat dapat membuat perut terasa penuh dan tidak nyaman. Kondisi ini lebih mungkin terjadi ketika seseorang makan dalam porsi besar tanpa memberikan jeda selama proses makan.
4. Membuat Proses Mengunyah Kurang Optimal
Mengunyah merupakan tahap awal pencernaan. Gigi membantu menghancurkan makanan menjadi bagian lebih kecil, sementara air liur mengandung enzim yang mulai memecah karbohidrat. Jika makanan ditelan terlalu cepat, proses awal ini tidak berlangsung secara optimal.
5. Memicu Keluhan Pencernaan pada Sebagian Orang
Kebiasaan makan terburu-buru dapat memperburuk keluhan seperti rasa tidak nyaman di perut, begah, atau gangguan pencernaan pada sebagian orang. Meski demikian, keluhan tersebut juga dapat dipengaruhi jenis makanan, porsi, dan kondisi kesehatan masing-masing.
Cara Membiasakan Makan Lebih Perlahan
Mengubah kebiasaan makan tidak harus dilakukan secara drastis. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan, seperti:
- Mengunyah makanan hingga lebih halus sebelum menelannya.
- Meletakkan sendok atau garpu sejenak di antara suapan.
- Menghindari makan sambil terburu-buru menyelesaikan pekerjaan.
- Memperhatikan rasa dan tekstur makanan.
- Memberikan waktu yang cukup untuk menyelesaikan satu porsi makanan.
Makan secara perlahan membantu seseorang lebih memperhatikan jumlah makanan yang dikonsumsi dan mengenali sinyal kenyang. Kebiasaan sederhana ini juga dapat mendukung proses pencernaan agar berlangsung lebih nyaman.
Next News

Mengenal Penyakit Asam Urat dan Makanan yang Perlu Diperhatikan
in 6 hours

Penyebab Sariawan yang Sering Muncul Berulang Kali
in 6 hours

Penyebab Sakit Kepala Berulang yang Sering Dianggap Sepele
in 6 hours

Cara Menjaga Stamina agar Tidak Mudah Lelah Saat Beraktivitas
in 6 hours

Perbedaan Kolesterol Baik dan Kolesterol Jahat yang Perlu Dipahami
in 6 hours

Manfaat Berjemur di Pagi Hari dan Waktu yang Tepat untuk Melakukannya
in 6 hours

Dampak Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Tinggi Garam
in 5 hours

Kebiasaan Kecil yang Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Jantung
in 5 hours

Perbedaan Tubuh Kekurangan Cairan dan Kekurangan Energi
in 5 hours

Tanda-Tanda Tubuh Membutuhkan Waktu Istirahat Lebih Banyak
in 4 hours





