Rabu, 15 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Keajaiban Lagu 80-an dan 90-an yang Kembali Populer

Liaa - Wednesday, 15 April 2026 | 01:45 PM

Background
Keajaiban Lagu 80-an dan 90-an yang Kembali Populer

Nostalgia yang Nggak Ada Matinya: 5 Lagu Lawas Indonesia yang Masih Sedap Didengar Sampai Sekarang

Pernah nggak sih, lo lagi asik scrolling TikTok atau Reels, terus tiba-tiba kuping lo nangkep potongan lagu yang suaranya rada mendem tapi vibenya enak banget? Pas dicek, ternyata itu lagu rilisan tahun 80-an atau 90-an yang usianya mungkin lebih tua dari umur lo sendiri. Anehnya, alih-alih kerasa "bau tanah" atau ketinggalan zaman, lagu itu malah kedengeran lebih punya "nyawa" dibanding lagu-lagu pop masa kini yang produksinya serba digital dan kelewat rapi.

Ada semacam magis yang nempel di lagu-lagu lawas Indonesia. Entah itu karena liriknya yang puitis tanpa harus jadi cringe, atau karena aransemen musiknya yang emang digarap pake hati (dan keringat beneran di studio analog). Musik-musik ini punya kemampuan buat narik kita ke dimensi lain—dimensi di mana hidup rasanya lebih lambat, lebih santai, dan penuh warna sepia. Istilah kerennya, lagu-lagu ini tuh timeless atau nggak lekang oleh waktu.

Nah, buat lo yang lagi bosen sama playlist yang itu-itu aja, atau pengen ngerasain sensasi "anak skena retro," gue punya 5 rekomendasi lagu lawas Indonesia yang dijamin masih enak banget diputer di speaker mobil atau earphone sambil bengong nunggu jemputan. Check this out!

1. Chrisye - Cintaku (1977)

Gila sih kalau ngomongin lagu lawas tapi nggak masukin nama almarhum Chrisye. Beliau itu ibarat "Final Boss" di industri musik Indonesia. Hampir semua lagunya enak, tapi "Cintaku" punya tempat spesial. Kenapa? Karena lagu ini punya groove yang bikin badan otomatis goyang tipis-tipis. Begitu denger intro bass-nya yang ikonik itu, rasanya kayak kita lagi jalan di trotoar Jakarta tahun 70-an pake celana cutbray dan kacamata hitam.

Liriknya simpel banget, bercerita tentang orang yang lagi jatuh cinta setengah mati. Tapi di tangan Chrisye, kesederhanaan itu jadi elegan. Suaranya yang lembut tapi punya karakter kuat bikin lagu ini nggak ngebosenin meski diputer berulang kali. Kalau lo lagi ngerasa hari lo lagi mendung, coba deh puter lagu ini. Vibe positifnya itu beneran nular!



2. Dewa 19 - Kangen (1992)

Oke, kita bergeser ke era 90-an. Siapa sih yang nggak tau lagu ini? "Kangen" adalah lagu wajib nasional di tiap tongkrongan, nikahan, sampai tempat karaoke. Meskipun Dewa 19 udah gonta-ganti vokalis, versi original yang dinyanyiin Ari Lasso ini tetep punya aura yang beda. Ada semacam rasa "pedih" yang jujur di setiap tarikan suaranya.

Lagu ini tuh anthem-nya pejuang LDR (Long Distance Relationship) pada zamannya. Waktu itu belum ada WhatsApp atau Video Call, jadi kangennya itu beneran kangen yang nyesek karena cuma bisa kirim surat atau telepon umum. Aransemen musiknya yang masih kental nuansa pop-rock awal 90-an bikin lagu ini kerasa maskulin tapi tetep melankolis. Sampai sekarang, kalau lagu ini diputer di festival musik, dari anak kecil sampe bapak-bapak pasti bakal sing-along bareng.

3. Fariz RM - Sakura (1980)

Kalau lo suka genre City Pop yang lagi tren belakangan ini, lo wajib sungkem sama Fariz RM. Lagu "Sakura" adalah masterpiece yang nunjukin betapa visionernya musik Indonesia di awal 80-an. Bayangin aja, di saat orang lain mungkin masih main gitar akustik standar, Om Fariz udah mainin synthesizer dengan sound yang futuristik banget pada masanya.

Vibenya itu "cool" banget. Elegan, urban, dan sedikit misterius. "Sakura" bukan cuma sekadar lagu cinta, tapi sebuah pernyataan seni. Dengerin lagu ini pas lagi nyetir sendirian di tengah kota pas malem hari bakal bikin lo ngerasa kayak karakter utama di film-film noir. Ini adalah bukti kalau musisi lokal kita tuh dari dulu udah jago eksperimen.

4. Sheila on 7 - Dan (1999)

Loncat ke akhir milenium, ada Sheila on 7 yang dateng ngebawa angin segar buat industri musik tanah air. Lagu "Dan" itu sederhana banget sebenernya. Nggak ada teknik vokal yang meliuk-liuk lebay, nggak ada solo gitar yang ribet. Tapi justru di situ kekuatannya. Suara Duta yang apa adanya justru bikin pesannya nyampe langsung ke ulu hati.



Lagu ini punya lirik yang puitis tapi nggak terkesan maksa. "Dan... lupakanlah aku..."—duh, dengernya aja udah bikin mau galau berjamaah. Sheila on 7 sukses bikin lagu yang bisa mewakili perasaan jutaan remaja yang patah hati atau ngerasa bersalah sama mantan. Sampai sekarang, lagu ini masih sering banget diputer di radio-radio dan nggak pernah kerasa basi.

5. Naif - Piknik '72 (1998)

Terakhir, ada Naif dengan "Piknik '72". Lagu ini tuh unik karena dirilis tahun 90-an tapi dengan sengaja ngambil gaya tahun 70-an. Hasilnya? Sebuah lagu yang fun, nyentrik, dan asik banget buat dijadiin temen perjalanan. Liriknya yang cerita soal pergi piknik pake mobil antik itu kerasa sangat visual dan naratif.

Naif berhasil ngebuktiin kalau lagu bagus nggak harus selalu soal galau-galauan. Musiknya yang upbeat dengan sentuhan retro bikin siapa pun yang denger pengen senyum. Lagu ini adalah definisi dari "good mood food" dalam bentuk audio. Ditambah lagi suara David Bayu yang khas banget, bikin lagu ini punya identitas yang kuat banget dan susah buat dilupain.

Kenapa sih lagu-lagu di atas masih enak didenger? Jawabannya mungkin karena kejujuran. Musisi zaman dulu nggak terlalu mikirin algoritma atau gimana caranya supaya viral 15 detik. Mereka fokus bikin karya yang utuh dari awal sampe akhir. Hasilnya adalah karya seni yang punya "jiwa," yang tetep bisa nyambung sama perasaan kita, terlepas dari berapa puluh tahun usia lagu tersebut.

Jadi, gimana? Udah siap buat update playlist lo dengan deretan lagu-lagu legendaris ini? Coba deh dengerin satu-satu, resapi liriknya, dan biarkan musik-musik lawas ini nemenin hari-hari lo. Karena kadang, buat bisa maju ke depan, kita perlu nengok sebentar ke belakang dan menghargai keindahan yang udah pernah tercipta.