Jeroan dan Madu Manis: 7 Penyebab Sakit Pinggang Terbaru
Tata - Monday, 02 February 2026 | 01:15 PM


7 Jenis Makanan Pemicu Asam Urat: Jeroan, Madu, dan Teman‑Teman Lainnya
Setiap kali jam di dapur berdering, aroma harum masakan menemaniku, tapi ada satu perasaan yang tak ingin aku rasakan: rasa sakit pinggang dan nyeri sendi yang menyerupai luka bakar. Itu semua seringkali dipicu oleh asam urat, zat yang naik ketika tubuh mengekspresikan purin yang berlebih. CNBC Indonesia baru saja membongkar 7 makanan yang seringkali menjadi penyebab "sakit pinggang" ini. Dari jeroan yang meleleh di mulut hingga madu manis yang menyelimuti lidah, mari kita lihat lebih dekat siapa saja yang berada di daftar "makanan pemicu" ini.
Kenapa Asam Urat Itu Perlu Diperhitungkan?
Asam urat adalah produk sampingan dari proses metabolisme purin, zat yang ada di hampir semua sel tubuh. Biasanya, asam urat dikeluarkan lewat ginjal. Tapi kalau terlalu banyak, ia akan mengendap di sendi dan jaringan lain, menyebabkan radang dan rasa sakit. Penyakit ini tidak hanya membuat sendi kaku, tapi juga dapat memicu gout — serangan asam urat yang intens, seperti luka bakar di sendi. Karena itu, bagi yang sudah pernah merasakan "serangan gout" atau memiliki riwayat keluarga, penting untuk memonitor makanan yang kita konsumsi.
Berikut 7 Makanan "Killer" yang Harus Diwaspadai
- Jeroan (Organ Meat) – Daging hati, ginjal, dan jantung sangat tinggi purin. Kalau kamu suka "makanan tradisional" seperti soto, jangan lupa menyesuaikan porsi.
- Hati Hias (Hati Ayam) – Meskipun sering dianggap sebagai "pahlawan" gizi, hati ayam juga tinggi purin. Ternyata, "hati" bukan sekadar bagian tubuh, tapi juga "bahan bakar" asam urat.
- Madu – Manisnya menakjubkan, namun madu mengandung fruktosa tinggi. Fruktosa memicu produksi asam urat lebih banyak. Jadi, sebaiknya tidak mengonsumsi madu dalam porsi berlebihan, khususnya bila kamu sudah punya masalah hyperuricemia.
- Seafood (Udang, Kerang, Ikan Laut) – Seafood memiliki kandungan purin yang cukup tinggi, apalagi jika dimasak dengan bahan beralkohol atau daging. Udang memang lezat, tapi hati-hati dengan porsi.
- Alkohol – Baik bir, wine, maupun minuman keras. Alkohol menghambat ginjal sehingga asam urat tidak bisa dikeluarkan. Bahkan, minum bir setelah makan seafood bisa memicu serangan gout.
- Kopi – Rata‑rata dua cangkir kopi per hari sudah cukup memicu peningkatan asam urat. Bukan berarti kita harus menghilangkan kopi, tapi pertimbangkan mengurangi porsi.
- Minuman Manis (Soda, Minuman Bersoda) – Selain mengandung gula, soda biasanya juga mengandung asam fosfat yang memperparah asam urat. Jadi, kalau kamu suka soda, pertimbangkan untuk mengganti dengan air putih.
Bagaimana Cara Menghindari "Serangan"?
Jangan salah, diet bukan berarti menolak semua makanan favorit. Yang penting adalah menyeimbangkan. Berikut beberapa tips praktis yang bisa kamu coba:
- Kontrol Porsi – Makan satu kali kecil bisa mencegah lonjakan purin. Kalau suka jeroan, cobalah setengah porsi.
- Perbanyak Air Putih – Ginjal butuh cairan untuk melarikan asam urat. Minum minimal 2 liter per hari.
- Ganti Madu dengan Makanan Manis Lain – Coba gunakan stevia atau madu kelapa yang lebih rendah fruktosa.
- Hindari Alkohol dan Minuman Bersoda – Jika memang suka minuman, pilih air soda yang tidak mengandung gula.
- Perhatikan Cara Memasak – Gunakan metode penggorengan rendah, memanggang, atau rebus. Hindari memasak dengan banyak lemak.
- Berolahraga Teratur – Aktivitas fisik membantu metabolisme tubuh dan menurunkan berat badan, yang keduanya bisa menurunkan risiko asam urat.
Kenapa Jeroan dan Madu Jadi Sorotan?
Secara tradisional, jeroan dianggap lezat dan kaya nutrisi. Namun, bagi yang rentan asam urat, jeroan menjadi "bukan sekadar" makanan. Sementara madu, meski alami, menyembunyikan fruktosa yang berperan besar dalam pembentukan asam urat. Jadi, ketika orang dewasa memilih makanan, mereka harus memahami dua faktor: rasa dan dampak kesehatan. Artikel CNBC Indonesia menekankan pentingnya edukasi ini, sehingga pembaca tidak lagi menilai makanan hanya dari segi rasa.
Apakah Ada Makanan Bermanfaat untuk Asam Urat?
Ya, ada. Buah beri, tomat, kedelai, dan sayuran hijau memiliki kandungan antioksidan yang dapat menetralkan radikal bebas dan mengurangi peradangan. Air putih, teh hijau, dan vitamin C juga berperan penting. Jadi, selain menghindari "7 makanan pemicu", jangan lupa menambah "food warrior" di dietmu.
Kesimpulan: Waspada tapi Tidak Menghilangkan Keseruan
Asam urat memang bisa menjadi musuh, tapi tidak berarti harus menghapus semua makanan favorit. Dengan sadar memilih porsi, menambah air, dan sedikit penyesuaian gaya hidup, kamu masih bisa menikmati jeroan, madu, dan semua kelezatan dunia kuliner. Jadi, saat memasak di rumah, pikirkan satu hal: "Apakah ini akan membuat asam urat melompat?" Jika jawabannya ya, mungkin waktunya untuk mencari alternatif yang lebih sehat. Ingat, kesehatan sendi adalah investasi jangka panjang.
Untuk pembaca yang ingin memantau lebih lanjut, CNBC Indonesia menyediakan artikel lengkapnya di link resmi. Dan jangan lupa, kamu bisa mengunduh aplikasi CNBC Indonesia untuk update berita dan artikel seru lainnya: App CNBC Indonesia.
Next News

Gen Z, Milenial, dan Klinik Kecantikan: Perjalanan Glow
in 5 hours

Cara Mudah Membuat Sambal Matah Sejujurnya ala Bali
in 4 hours

Tren Outfit Lebaran 2026: Sentuhan Tradisional vs Modern
in 3 hours

Resep Kecombrang Gorengan: Langkah Mudah & Rasa Lezat
in 2 hours

Sahur Cerdas: Tips Menu Seimbang Untuk Puasa Berenergi
in 2 hours

6 Manfaat Puasa yang Bikin Tubuh dan Pikiran Lebih Segar
in 2 hours

Kenapa 'Jam Koma' Jadi Viral di Media Sosial Indonesia
in 2 hours

Cegah Mood Down: Panduan 5 Langkah Memperbaiki Tidur
in 2 hours

Langkah Awal Sehat: Rutinitas Harian yang Sederhana
in 2 hours

Cara Praktis Menyimpan Seledri Potong Agar Tidak Layu
in 2 hours





