Cara Praktis Menyimpan Seledri Potong Agar Tidak Layu
Tata - Wednesday, 04 February 2026 | 01:40 PM


Cara Simpan Seledri Potong yang Benar, Solusi Anti Layu
Siapa sih yang nggak kenal seledri? Pokoknya, seledri itu bahan yang serbaguna banget. Dari sup, salad, smoothie, sampai menambah aroma pada mie ayam, seledri siap jadi sahabat dapur kita. Tapi, kalau belakangan kemarin kamu beli seledri potong di pasar, dan sayangnya setelah dua hari di kulkas seledri itu sudah layu, rasanya segar itu tiba-tiba hilang. Nah, artikel ini bakal ngasih kamu cara simpan seledri potong yang benar, supaya tetap segar, hijau, dan tidak layu—meski udah dipotong.
Kenapa Seledri Potong Bisa Segera Layu?
Seledri memiliki struktur serat yang cukup rapuh. Setelah dipotong, sel-sel seledri jadi mudah kehilangan air, dan karena kelembaban di dalam potongannya berkurang, mikroorganisme mulai memicu proses pembusukan. Ditambah lagi, seledri mengandung banyak oksigen dan mudah teroksidasi. Jadi, kalau nggak disimpan dengan cara yang tepat, seledri bakal layu, bahkan berbau apek sejenak.
Masalah lain? Seledri potong seringkali disimpan di tempat yang lembab, seperti di atas kertas tisu basah. Padahal, kelembaban berlebih itu sebenarnya membantu pertumbuhan jamur atau bakteri, sehingga seledri cepat busuk. Ini seringkali bikin kamu bingung: "Bosan udah pakai seledri ini, tapi malah berbau aneh."
Cara Simpan Seledri Potong yang Benar
Berikut adalah beberapa langkah simpel yang bisa kamu ikuti di rumah, dengan bahan yang sudah ada di dapur. Gak perlu pergi ke toko kelontong, cuma pakai bahan yang biasanya udah ada di kulkas.
- 1. Bersihkan dan Potong dengan Tepat
Sebelum disimpan, cuci seledri dengan air dingin. Kalau seledri masih agak kotor, sabun dapur bisa membantu. Setelah itu, potong ujung batang dan hilangkan bagian dedaunan yang layu. Kelebihan potongan seledri ini bisa memicu layu lebih cepat, jadi sebaiknya dibuang.
- 2. Gunakan Kertas Tisu Kering
Setelah dicuci dan dikeringkan, letakkan seledri di atas lapisan kertas tisu kering. Ini penting, karena kertas tisu kering akan menyerap kelembaban yang berlebih. Jangan pakai tisu basah, ya! Kelembaban yang tinggi justru memicu pertumbuhan jamur. Pastikan seledri tetap berada di tempat kering.
- 3. Bungkus dengan Plastik atau Stainless Steel
Setelah diolesi kertas tisu, bungkus seledri menggunakan kantong plastik atau wadah stainless steel dengan penutup rapat. Kalau ada, gunakan plastik kedap udara atau kantong ziplock. Kalau tak ada, cukup pakai kertas plastik (cling film) dan pastikan tertutup rapat.
- 4. Simpan di Dalam Gelas Berisi Air
Untuk opsi kedua, kamu bisa memanfaatkan gelas atau botol plastik berisi air. Cuci dulu gelas tersebut, lalu letakkan seledri potong di dalam air. Pastikan airnya cukup tinggi sehingga batang seledri tidak terendam seluruhnya. Ganti airnya setiap dua hari sekali. Ini cara yang sering digunakan di restoran cepat saji, dan ternyata cukup efektif buat menjaga seledri tetap segar.
- 5. Tambahkan Air Kuning (Opsional)
Berbagai tip kebugaran menyesuaikan, ada orang yang menambahkan sedikit air gula atau cuka ke dalam gelas air. Air gula bisa menambah rasa manis pada seledri, sementara cuka (atau asam asetat) membantu menurunkan pH dan memblokir pertumbuhan bakteri. Namun, jangan terlalu banyak! Cukup satu atau dua tetes cuka hijau, atau satu sendok teh gula di air segar.
- 6. Simpan di Dalam Kulkas
Setelah semua langkah di atas, simpan seledri di dalam kulkas. Pastikan tidak terpapar langsung ke udara. Bagi sebagian orang, simpan di rak bawah kulkas lebih baik, karena suhu di sana biasanya lebih stabil dan tidak terlalu dingin. Kalau kamu punya freezer, seledri juga bisa dibekukan. Cukup potong, bungkus rapat, dan simpan di freezer. Setelah itu, cukup tiriskan dan gunakan langsung. Tapi, ini lebih cocok untuk seledri yang ingin kamu simpan lebih lama, bukan cuma 2–3 hari.
Tips Tambahan: Cara Paman Jagoan Memperpanjang Umur Seledri
Berikut ini beberapa trik yang sering dipakai orang tua, tapi masih berguna banget di zaman sekarang.
- Kaleng Seledri – Kalau kamu memang sering beli seledri potong, coba cuci bersih dan pakai kaleng plastik atau botol PET yang sudah dibersihkan. Letakkan seledri di dalam kaleng, tambahkan sedikit air, dan tutup rapat. Dengan cara ini, seledri biasanya bertahan hingga seminggu.
- Penggunaan Biji Kunyit – Biji kunyit dikenal memiliki sifat anti bakteri. Simpan seledri di dalam wadah kecil berisi biji kunyit, atau semprotkan sedikit biji kunyit ke atas seledri. Ini bisa menambah rasa segar dan menolak pertumbuhan jamur.
- Metode Kipas Angin – Kalau kamu tinggal di daerah yang hangat, letakkan seledri dalam wadah di dekat kipas angin. Angin dingin dan sirkulasi udara akan membantu menurunkan kelembaban di dalam potongan seledri.
Pakai Seledri Dengan Cara Ini, Layunya Jadi Gak Menaik
Berikut contoh cara pakai seledri setelah disimpan dengan benar.
- Potong seledri lagi dan tambahkan ke salad sebelum disajikan.
- Campurkan seledri ke dalam smoothie hijau, agar vitamin C tetap terjaga.
- Gunakan seledri sebagai garnish pada sup atau nasi goreng. Jadi, walau sudah lama disimpan, tetap ada rasa segar yang bikin lidah bergoyang.
Kesimpulan: Simpan Seledri Seperti Menjaga Pribadi
Seperti halnya menjaga kebersihan diri, menjaga seledri pun memerlukan perhatian. Cuci bersih, keringkan, bungkus rapat, dan simpan di tempat yang tepat. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, seledri potong kamu akan tetap segar, hijau, dan bebas layu. Jadi, tidak perlu lagi repot membeli seledri segar setiap hari. Selamat mencoba, dan semoga dapur kamu selalu penuh aroma segar seledri!
Next News

Cara Mudah Membuat Sambal Matah Sejujurnya ala Bali
in 7 hours

Tren Outfit Lebaran 2026: Sentuhan Tradisional vs Modern
in 7 hours

Resep Kecombrang Gorengan: Langkah Mudah & Rasa Lezat
in 5 hours

Sahur Cerdas: Tips Menu Seimbang Untuk Puasa Berenergi
in 5 hours

6 Manfaat Puasa yang Bikin Tubuh dan Pikiran Lebih Segar
in 5 hours

Kenapa 'Jam Koma' Jadi Viral di Media Sosial Indonesia
in 5 hours

Cegah Mood Down: Panduan 5 Langkah Memperbaiki Tidur
in 5 hours

Langkah Awal Sehat: Rutinitas Harian yang Sederhana
in 5 hours

3 Menu Sarapan Penuh Nutrisi untuk Pagi yang Lebih Baik
in 5 hours

Bau Tak Sedap & Kecoa: Rahasia Tersembunyi di Saluran Pembuangan
in 4 hours





