Rabu, 25 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Jangan Tertipu Kulit Mulus! Cek Cara Pilih Alpukat Ini

Tata - Wednesday, 25 February 2026 | 04:30 PM

Background
Jangan Tertipu Kulit Mulus! Cek Cara Pilih Alpukat Ini

Pernah nggak sih kamu merasa kayak lagi main judi tiap kali milih alpukat di pasar atau supermarket? Rasanya tuh kayak lagi PDKT sama orang yang penuh rahasia. Dari luar keliatannya oke, mulus, dan menjanjikan, eh pas dibawa pulang dan dibelah, isinya malah keras kayak batu atau justru udah bonyok item-item nggak jelas. Benar-benar sebuah pengkhianatan visual yang hakiki.

Alpukat itu emang buah yang unik sekaligus tricky. Dia punya "jendela" waktu matang yang sempit banget. Kemarin masih keras, besoknya tiba-tiba udah kematangan. Makanya, kalau kamu nggak punya skill buat mendeteksi tingkat kematangannya, siap-siap aja deh dapet zonk. Padahal kan impian kita sederhana: pengen makan avocado toast yang aesthetic atau sekadar bikin jus alpukat mentega yang legit pas cuaca lagi panas-panasnya.

Nah, biar kamu nggak terus-terusan jadi korban "penipuan" kulit alpukat, yuk simak 6 cara jitu buat mengetahui alpukat udah matang atau belum. Simak pelan-pelan, biar nanti pas di depan tukang buah, kamu udah keliatan kayak suhu!

1. Cek Warnanya, Tapi Jangan Tertipu Luarnya Aja

Cara paling pertama dan paling gampang adalah liat warnanya. Biasanya, alpukat yang masih muda banget itu warnanya hijau terang, seger kayak daun baru tumbuh. Kalau nemu yang begini, mending simpan dulu beberapa hari karena udah pasti masih keras dan getir rasanya.

Alpukat yang udah mulai matang biasanya bakal berubah warna jadi hijau gelap atau ungu kehitam-hitaman (tergantung jenisnya ya, terutama kalau jenis Hass). Tapi inget, jangan cuma terpaku sama warna gelap. Kadang ada alpukat yang kulitnya tetep hijau tapi ternyata dalemnya udah empuk. Jadi, warna itu cuma indikator awal, semacam "pintu masuk" sebelum kamu lanjut ke tahap pemeriksaan berikutnya.



2. Mainkan "Perasaan" Lewat Tekstur Kulit

Setelah liat warnanya, sekarang saatnya main raba-raba. Tapi inget, jangan ditekan pakai ujung jari (jempol atau telunjuk) kuat-kuat ya! Itu cuma bakal bikin alpukatnya memar di dalem dan kasihan pembeli berikutnya kalau ternyata kamu nggak jadi beli. Cara yang bener adalah dengan menaruh alpukat di telapak tangan, terus remas lembut pakai seluruh telapak tangan.

Kalau rasanya masih keras banget kayak megang bola kasti, berarti dia masih butuh waktu buat "me time" alias belum matang. Kalau pas diremas dia terasa agak empuk tapi tetep kenyal (nggak langsung ambles), nah itu tandanya dia siap dieksekusi. Tapi kalau pas disentuh dikit aja udah lembek banget atau kerasa ada rongga antara kulit dan dagingnya, fiks itu udah kematangan alias busuk. Jangan dibeli, kecuali kamu pengen makan kekecewaan.

3. Rahasia di Balik "Tutup Botol" alias Bekas Tangkai

Ini nih trik pro yang jarang orang awam tahu. Kalau kamu masih ragu sama warna dan teksturnya, coba deh intip bagian bawah atau bekas tangkainya yang kecil itu. Caranya, coba cungkil pelan-pelan bagian sisa tangkai yang mirip tutup kecil itu.

Kalau bagian bawahnya berwarna hijau terang atau kekuningan, selamat! Alpukat itu matang dengan sempurna dan siap dimakan. Tapi kalau pas dicungkil ternyata warnanya cokelat gelap atau bahkan item, mending balikin lagi ke tumpukannya. Itu tandanya alpukatnya udah lewat masa jayanya alias hampir busuk. Trik ini jarang meleset dan sering banget jadi andalan ibu-ibu kalau lagi belanja di pasar.

4. Perhatikan Tekstur Kulitnya: Kasar atau Halus?

Nggak semua alpukat diciptakan sama. Ada alpukat yang kulitnya halus banget kayak kulit bayi, ada juga yang bruntusan alias kasar. Biasanya, alpukat yang kulitnya cenderung kasar dan berbintik-bintik (kayak alpukat mentega atau Hass) justru lebih gampang diprediksi kematangannya dibanding yang kulitnya licin banget.



Alpukat yang kulitnya mulai terasa agak sedikit "longgar" dari dagingnya (tapi nggak sampai lembek ya) biasanya udah masuk fase matang. Kalau kamu dapet yang kulitnya licin banget dan masih kenceng, biasanya itu jenis alpukat lokal yang butuh waktu lebih lama buat empuk. Intinya, kenali jenis "gebetan" kamu sebelum mutusin buat bawa pulang.

5. Coba Goyang-goyangkan, Ada Suaranya Nggak?

Beberapa orang percaya kalau alpukat yang udah matang itu bijinya bakal lepas dari dagingnya. Jadi kalau kamu goyang-goyangkan di deket kuping (kayak lagi dengerin musik pakai headphone), bakal ada suara "kluk-kluk" kecil dari dalem. Ini tandanya daging buahnya udah nggak nempel erat lagi sama bijinya karena teksturnya udah melunak.

Tapi hati-hati, trik ini nggak selalu berhasil untuk semua jenis alpukat. Beberapa alpukat premium yang dagingnya tebel banget malah nggak bakal bunyi meskipun udah matang sempurna. Jadi, jadiin cara ini sebagai pendukung aja, jangan jadi patokan utama ya!

6. Berat Buah Juga Bisa Jadi Kunci

Terakhir, coba rasain bobotnya. Alpukat yang berkualitas dan sudah matang biasanya kerasa lebih berat dibanding ukurannya. Kenapa? Karena kandungan lemak dan airnya udah dalam kondisi optimal. Kalau kamu pegang alpukat yang gede tapi rasanya enteng banget kayak kopong, ada kemungkinan buah itu dipetik terlalu muda atau nutrisinya kurang oke.

Pilihlah alpukat yang mantap pas dipegang, padat, tapi tetep memberikan sedikit "perlawanan" empuk pas ditekan lembut. Dengan kombinasi berat yang pas dan tekstur yang oke, kemungkinan besar kamu bakal dapetin daging alpukat yang kuning mentega dan creamy banget di mulut.