Jangan Langsung Buang Bagian Tengah Nanas, Ada Hal Menarik yang Jarang Diketahui
Liaa - Thursday, 24 September 2026 | 01:21 AM


Ketika mengupas nanas, sebagian orang biasanya akan memotong bagian tengahnya dan langsung membuangnya.
Alasannya cukup sederhana. Bagian tersebut terasa lebih keras, berserat, dan tidak selembut daging nanas yang berada di sekelilingnya.
Namun, bagian tengah nanas sebenarnya masih merupakan bagian dari buah. Teksturnya memang berbeda, tetapi bukan berarti tidak memiliki kandungan yang menarik.
Bagian tengah nanas memang lebih keras
Bagian tengah atau inti nanas memiliki struktur yang lebih padat dibandingkan bagian daging buah lainnya.
Hal ini membuat teksturnya terasa lebih keras dan berserat ketika dikunyah. Pada beberapa jenis nanas, bagian tengah bahkan terasa cukup alot sehingga kurang nyaman jika dimakan langsung.
Perbedaan tekstur tersebut membuat banyak orang memilih untuk membuangnya.
Padahal, apabila diolah dengan cara yang tepat, bagian ini masih dapat dimanfaatkan.
Ada bromelain di dalam nanas
Salah satu hal menarik dari nanas adalah kandungan bromelain.
Bromelain merupakan kelompok enzim protease, yaitu enzim yang mampu membantu memecah protein menjadi komponen yang lebih kecil.
Enzim ini menjadi salah satu alasan nanas sering dibahas dalam dunia pangan dan penelitian.
Bromelain tidak hanya ditemukan pada daging buah. Bagian tanaman nanas lainnya juga dapat mengandung enzim tersebut, meskipun jumlah dan komposisinya dapat berbeda.
Bisa digunakan untuk membantu mengolah daging
Sifat bromelain yang dapat memecah protein membuat nanas juga dikenal dalam pengolahan makanan.
Nanas dapat digunakan sebagai salah satu bahan marinasi daging. Enzim protease di dalamnya dapat membantu memengaruhi protein pada daging sehingga teksturnya dapat menjadi lebih lunak.
Namun, penggunaan nanas perlu diperhatikan. Jika daging dimarinasi terlalu lama dengan bahan yang mengandung enzim protease, teksturnya justru dapat berubah menjadi terlalu lembek.
Karena itu, nanas lebih cocok digunakan secara terukur dalam proses memasak.
Bagian tengahnya masih mengandung serat
Selain bromelain, bagian tengah nanas juga merupakan jaringan buah yang mengandung serat.
Serat merupakan bagian dari makanan nabati yang tidak sepenuhnya dicerna oleh tubuh dan berperan dalam pola makan sehat.
Namun, bukan berarti bagian tengah nanas harus dikonsumsi dalam jumlah banyak hanya karena mengandung serat.
Teksturnya yang keras tetap perlu menjadi pertimbangan, terutama bagi orang yang merasa sulit mengunyahnya.
Tidak harus dimakan mentah
Jika tidak nyaman mengonsumsi bagian tengah nanas secara langsung, bagian ini sebenarnya dapat diolah terlebih dahulu.
Potongan inti nanas dapat digunakan dalam jus atau smoothie, dicampurkan ke dalam masakan, atau dimasak bersama bahan lain.
Dengan cara tersebut, tekstur kerasnya dapat lebih mudah diolah.
Meski demikian, jika bagian tengah terasa terlalu keras atau kualitas buah sudah menurun, membuangnya juga bukan sesuatu yang perlu dipaksakan.
Bisa dipotong lebih tipis
Salah satu cara sederhana untuk memanfaatkan inti nanas adalah mengirisnya menjadi bagian yang lebih tipis.
Potongan tipis akan lebih mudah dikunyah dibandingkan potongan besar.
Bagian tersebut juga dapat dicampurkan dengan potongan daging buah lainnya sehingga teksturnya tidak terlalu terasa.
Cara ini cukup praktis apabila ingin mengurangi bagian buah yang terbuang.
Jangan salah mengartikan manfaat bromelain
Karena bromelain sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, muncul anggapan bahwa makan bagian tengah nanas pasti memberikan manfaat kesehatan yang jauh lebih besar.
Anggapan tersebut perlu disikapi dengan hati-hati.
Kandungan bromelain pada buah segar tidak sama dengan konsentrasi bromelain pada produk ekstrak atau suplemen yang digunakan dalam penelitian.
Selain itu, bromelain bukan zat ajaib yang dapat menggantikan pengobatan medis.
Nanas tetap lebih tepat dipandang sebagai salah satu buah yang dapat menjadi bagian dari pola makan beragam.
Bagian tengah bukan bagian yang berbahaya
Ada anggapan bahwa inti nanas sebaiknya tidak dimakan karena keras. Padahal, masalah utamanya lebih berkaitan dengan tekstur dan kenyamanan saat mengonsumsi.
Jika bagian buah tersebut masih segar, bersih, dan layak makan, bagian tengah nanas pada dasarnya masih merupakan bagian dari buah.
Yang perlu diperhatikan adalah kondisi buah secara keseluruhan. Nanas yang sudah berjamur, berbau tidak normal, atau menunjukkan tanda pembusukan sebaiknya tidak dikonsumsi.
Bisa membantu mengurangi limbah makanan
Memanfaatkan bagian buah yang masih layak makan juga dapat membantu mengurangi makanan yang terbuang.
Tidak semua bagian buah harus dimakan. Namun, mengetahui bagian mana yang masih dapat dimanfaatkan membuat kita dapat menggunakan bahan makanan dengan lebih efisien.
Pada nanas, daging buah memang menjadi bagian yang paling mudah dikonsumsi, sedangkan inti dapat dimanfaatkan jika teksturnya masih sesuai dengan cara pengolahan yang digunakan.
Kesimpulan:
Bagian tengah nanas memang lebih keras dan berserat dibandingkan daging buah di sekitarnya. Karena teksturnya tersebut, banyak orang memilih untuk langsung membuangnya.
Padahal, inti nanas masih merupakan bagian dari buah dan mengandung berbagai komponen alami, termasuk serat serta bromelain yang merupakan kelompok enzim pemecah protein.
Bagian ini dapat dimanfaatkan dengan cara diiris tipis, dicampurkan ke dalam minuman, atau digunakan dalam pengolahan makanan seperti marinasi. Namun, tidak perlu memaksakan diri memakannya jika teksturnya terlalu keras.
Jadi, sebelum membuang bagian tengah nanas, ternyata ada baiknya mengetahui terlebih dahulu bahwa bagian yang sering dianggap tidak berguna ini masih memiliki sejumlah hal menarik.
Next News

Bagaimana Semut Bisa Menemukan Jalan Kembali ke Sarangnya?
12 hours ago

Mengapa Pisang Bisa Lebih Cepat Matang Jika Disimpan Bersama Buah Lain?
12 hours ago

Berbagi Helm dengan Orang Lain, Apakah Bisa Menularkan Kutu Rambut?
in 3 minutes

Cacing Tanah Memiliki Banyak Cincin di Tubuhnya, Apakah Setiap Cincin Punya Fungsi?
a minute ago

Muncul Benjolan Kecil pada Gusi, Kapan Perlu Diwaspadai? Kenali Penyebab dan Tandanya
a minute ago

Mengapa Wajah Sendiri Terlihat Berbeda di Cermin dan Kamera? Ini Penjelasannya
12 hours ago

Mengapa Gigi Bisa Terasa Ngilu Saat Minum Air Dingin? Kenali Penyebabnya
19 minutes ago

Jarang Mengganti Sikat Gigi Bisa Memengaruhi Kebersihan Mulut, Ini Alasannya
9 minutes ago

Air Putih Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?
26 minutes ago

Terlalu Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain, Apa Dampaknya bagi Kesehatan Mental?
34 minutes ago





