Jumat, 23 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Bau Badan Tidak Hanya Dipengaruhi Keringat, Bakteri Kulit Juga Berperan

icaa - Friday, 23 October 2026 | 07:25 PM

Background
Bau Badan Tidak Hanya Dipengaruhi Keringat, Bakteri Kulit Juga Berperan

Bau badan merupakan hal yang umum dialami manusia, terutama setelah beraktivitas, berolahraga, atau berada di lingkungan bersuhu panas. Kondisi ini sering dikaitkan dengan keringat, padahal keringat bukan satu-satunya penyebab munculnya aroma tubuh.

Kulit manusia menjadi tempat hidup berbagai jenis mikroorganisme, termasuk bakteri yang secara alami membantu membentuk ekosistem kulit. Sebagian bakteri dapat menguraikan komponen dalam keringat dan menghasilkan senyawa yang menimbulkan bau khas.

1. Keringat Tidak Selalu Berbau

Tubuh memiliki dua jenis utama kelenjar keringat, yaitu ekrin dan apokrin. Kelenjar ekrin tersebar di sebagian besar permukaan tubuh dan menghasilkan keringat yang terutama terdiri atas air dan garam. Keringat ini berfungsi membantu mengatur suhu tubuh.

Sementara itu, kelenjar apokrin banyak ditemukan di area seperti ketiak dan sekitar lipatan tubuh tertentu. Sekresinya mengandung berbagai komponen organik yang dapat diuraikan oleh bakteri kulit.

Ketika komponen tersebut dipecah menjadi senyawa tertentu, aroma yang lebih kuat dapat muncul. Inilah salah satu alasan mengapa ketiak cenderung memiliki bau yang berbeda dibandingkan bagian tubuh lainnya.



2. Bakteri Kulit Berperan dalam Pembentukan Bau

Permukaan kulit dihuni oleh beragam mikroorganisme yang membentuk mikrobioma kulit. Bakteri tertentu dapat memecah zat dalam sekresi tubuh menjadi senyawa berbau, termasuk beberapa asam organik dan senyawa sulfur.

Jumlah serta jenis bakteri yang hidup di kulit dapat berbeda pada setiap orang. Perbedaan ini ikut memengaruhi aroma tubuh, sehingga bau badan setiap individu tidak selalu sama meskipun tingkat aktivitasnya serupa.

Bakteri kulit bukan berarti selalu berbahaya atau menandakan tubuh tidak bersih. Banyak mikroorganisme merupakan bagian normal dari kulit. Bau badan terbentuk melalui interaksi antara sekresi kelenjar, mikroorganisme, dan kondisi lingkungan kulit.

3. Area Ketiak Lebih Mudah Menghasilkan Bau

Ketiak menjadi salah satu area tubuh yang rentan menimbulkan bau karena memiliki kelenjar apokrin, rambut, dan lipatan kulit. Kondisi yang hangat serta lembap juga dapat mendukung aktivitas mikroorganisme.

Ketika keringat tertahan di area tersebut, komponen organiknya dapat diuraikan oleh bakteri dan menghasilkan aroma yang lebih kentara. Pakaian yang ketat atau tidak menyerap kelembapan dengan baik juga dapat membuat area ketiak terasa lebih lembap.



Karena itu, menjaga kebersihan dan mengeringkan ketiak setelah mandi dapat membantu mengurangi kondisi yang mendukung terbentuknya bau badan.

4. Hormon dan Perubahan Tubuh Bisa Memengaruhi Bau Badan

Perubahan hormon dapat memengaruhi aktivitas kelenjar keringat. Hal ini terlihat, misalnya, saat seseorang memasuki masa pubertas, ketika kelenjar apokrin mulai lebih aktif.

Bau badan juga bisa berubah selama periode perubahan hormon lainnya. Selain itu, stres dapat merangsang produksi keringat, termasuk di area ketiak, sehingga aroma tubuh menjadi lebih terasa pada sebagian orang.

Faktor genetik turut berperan dalam menentukan komposisi sekresi tubuh dan cara bakteri menguraikannya. Karena itu, bau badan tidak selalu berkaitan dengan kebersihan pribadi semata.

5. Makanan dan Aktivitas Sehari-hari Dapat Berpengaruh

Jenis makanan tertentu, seperti bawang putih dan beberapa rempah, dapat memengaruhi aroma tubuh pada sebagian orang. Senyawa dari makanan tertentu dapat masuk ke aliran darah dan kemudian dikeluarkan melalui napas atau sekresi tubuh.



Aktivitas fisik juga meningkatkan produksi keringat sebagai respons terhadap panas. Jika pakaian basah oleh keringat dibiarkan terlalu lama, aroma dapat bertahan dan menjadi lebih kuat.

Namun, pengaruh makanan berbeda-beda pada setiap orang. Tidak semua makanan tertentu otomatis menyebabkan bau badan, dan faktor bakteri kulit tetap menjadi bagian penting dari proses pembentukan aroma tubuh.

6. Cara Sederhana Mengurangi Bau Badan

Ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu mengendalikan bau badan dalam keseharian.

  • Mandi secara teratur: Bersihkan area ketiak dan lipatan tubuh menggunakan sabun, lalu bilas hingga bersih.
  • Keringkan kulit: Pastikan ketiak tidak terus-menerus lembap setelah mandi atau beraktivitas.
  • Ganti pakaian yang basah: Pakaian yang terkena banyak keringat sebaiknya segera diganti dan dicuci.
  • Pilih pakaian yang nyaman: Bahan yang membantu menyerap atau melepaskan kelembapan dapat membuat tubuh terasa lebih nyaman.
  • Gunakan produk yang sesuai: Deodoran membantu mengendalikan bau, sedangkan antiperspiran membantu mengurangi produksi keringat.

Kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi penumpukan keringat dan senyawa berbau. Penggunaan produk yang tepat juga bisa disesuaikan dengan sensitivitas kulit masing-masing.