Jangan Kelamaan Dibiarkan! Ini 7 Benda yang Sebaiknya Tidak Disimpan Lama di Bak Cuci Piring
RAU - Saturday, 23 May 2026 | 09:01 AM


Kesibukan sehari-hari sering membuat banyak orang menunda mencuci piring dan peralatan dapur hingga menumpuk di bak cuci. Padahal, kebiasaan ini sebaiknya tidak dibiarkan terus-menerus karena dapat menimbulkan berbagai masalah kebersihan dan kesehatan.
Bak cuci piring dikenal sebagai salah satu area dapur yang paling mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri dan mikroorganisme. Ahli mikrobiologi Jason Tetro menjelaskan bahwa wastafel dapur merupakan lokasi yang ideal bagi perpindahan dan pertumbuhan mikroba.
Berbagai penelitian bahkan menunjukkan bahwa bak cuci piring bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri berbahaya, mulai dari bakteri kulit hingga patogen penyebab penyakit bawaan makanan.
Karena itu, ada beberapa benda yang sebaiknya tidak terlalu lama disimpan di bak cuci piring agar tidak menjadi sarang kuman maupun cepat rusak.
1. Spons Cuci Piring
Spons termasuk salah satu benda paling kotor di dapur karena selalu dalam kondisi lembap dan basah. Jika dibiarkan terlalu lama di wastafel, spons dapat menjadi tempat berkembangnya berbagai jenis bakteri.
Untuk menjaga kebersihannya, spons sebaiknya rutin dibersihkan menggunakan air panas, diperas hingga kering, lalu digantung agar cepat mengering. Penggantian spons secara berkala juga dianjurkan.
2. Lap Piring
Lap piring basah yang dibiarkan menumpuk di sekitar bak cuci juga dapat menyebarkan kuman ke berbagai permukaan dapur. Karena itu, lap perlu dicuci secara rutin dan dikeringkan setelah digunakan.
3. Piring dan Alat Makan Berminyak
Peralatan makan yang masih dipenuhi sisa minyak atau lemak sebaiknya tidak didiamkan terlalu lama. Lemak yang mengendap dapat memicu pertumbuhan bakteri sekaligus berpotensi menyumbat saluran air.
4. Peralatan Masak dari Besi Tuang dan Aluminium
Peralatan berbahan besi tuang atau aluminium tidak disarankan direndam terlalu lama di air sabun. Besi tuang mudah berkarat, sedangkan aluminium bisa mengalami korosi atau kerusakan lapisan permukaan.
5. Peralatan Dapur Berbahan Kayu
Sendok kayu, talenan, maupun mangkuk kayu dapat rusak jika terlalu lama terkena air. Kayu bisa menyusut, melengkung, berjamur, bahkan menimbulkan bau tidak sedap.
6. Gelas dan Peralatan Kaca
Gelas dan alat makan berbahan kaca yang dibiarkan semalaman di wastafel juga rentan menjadi tempat berkembang biaknya kuman. Selain itu, permukaan kaca dapat berubah kusam jika terlalu lama terkena sisa air dan kotoran.
7. Alat yang Digunakan untuk Mengolah Daging dan Produk Susu
Pisau, talenan, atau wadah yang digunakan untuk mengolah daging mentah, ikan, maupun produk susu harus segera dibersihkan setelah dipakai. Jika tidak, bakteri berbahaya seperti Salmonella dan E. coli dapat berkembang biak dengan cepat.
Menjaga kebersihan bak cuci piring menjadi langkah penting untuk menciptakan dapur yang higienis dan sehat. Membersihkan alat makan serta alat masak segera setelah digunakan dapat membantu mencegah penyebaran bakteri sekaligus menjaga peralatan dapur tetap awet.
Next News

Benarkah Membaca dalam Cahaya Redup Bisa Merusak Mata? Ini Faktanya
in 11 minutes

Mitos atau Fakta, Apakah Minum Air Dingin Bisa Menyebabkan Batuk?
in 9 minutes

Mengapa Kucing Bisa Menemukan Jalan Pulang dari Jarak Jauh? Ini Kemampuan Alaminya
in 5 minutes

Apa yang Terjadi ketika Kita Mengaktifkan Mode Pesawat di Ponsel?
in 2 minutes

Mengapa Kita Sering Kehilangan Ide saat Sedang Berusaha Mengingat Sesuatu?
a minute ago

Kebiasaan Menyimpan Barang yang Tidak Pernah Digunakan, Apa Alasannya?
3 minutes ago

Mengapa Sebagian Orang Produktif Bekerja pada Malam Hari? Ini Penjelasannya
6 minutes ago

Apa Penyebab Otot Berkedut meski Tubuh Sedang Tidak Bergerak?
an hour ago

Mengapa Mata Terasa Berat setelah Lama Menatap Layar? Ini Penyebabnya
an hour ago

Mengapa Kita Bisa Mengalami Cegukan secara Tiba-Tiba? Ini Penyebabnya
an hour ago





