Beras Dicuci Berkali-kali, Apakah Nutrisi Ikut Hilang?
RAU - Saturday, 23 May 2026 | 09:12 AM


Mencuci beras sebelum dimasak menjadi kebiasaan yang hampir selalu dilakukan banyak orang. Sebagian bahkan percaya semakin sering beras dicuci, maka hasilnya akan lebih bersih dan sehat untuk dikonsumsi.
Namun, ternyata tidak ada aturan pasti mengenai berapa kali beras harus dicuci sebelum dimasak. Penelitian dalam bidang ilmu pangan menunjukkan bahwa mencuci beras terlalu sering justru tidak selalu memberikan manfaat yang lebih baik.
Pada dasarnya, tujuan utama mencuci beras adalah membersihkan debu, kotoran ringan, serta mengurangi pati di permukaan agar nasi tidak terlalu lengket saat matang. Karena itu, pembilasan sebenarnya cukup dilakukan sekitar satu hingga dua kali saja.
Meskipun proses pencucian dapat membantu mengurangi residu di permukaan beras, terlalu sering mencuci juga bisa menyebabkan hilangnya sejumlah mineral penting. Nutrisi seperti magnesium, kalium, dan fosfor dapat ikut larut bersama air cucian.
Air yang tampak keruh saat mencuci beras sebagian besar berasal dari pati alami. Jika pati tersebut terus dibuang melalui pencucian berulang, tekstur nasi bisa berubah dan sebagian kandungan gizinya ikut berkurang.
Karena itu, beras sebenarnya tidak perlu dicuci hingga air benar-benar bening. Membilas hingga air tampak lebih jernih sudah dianggap cukup.
Sebagian orang juga mencuci beras berkali-kali dengan tujuan mengurangi kandungan arsenik. Beras memang diketahui mengandung arsenik dalam jumlah kecil yang umumnya masih dapat ditoleransi tubuh dalam konsumsi harian.
Namun, menurut Food and Drug Administration (FDA), mencuci beras sebelum dimasak hanya memberikan pengaruh kecil terhadap penurunan kadar arsenik pada nasi matang.
Cara yang dinilai lebih efektif untuk mengurangi arsenik adalah memasak beras dengan air berlebih lalu membuang sisa air rebusannya. Metode ini disebut mampu menurunkan kadar arsenik sekitar 40 hingga 60 persen.
Meski begitu, teknik tersebut juga dapat mengurangi kandungan nutrisi penting dalam beras, seperti folat, zat besi, niasin, dan tiamin dalam jumlah cukup besar.
Karena itu, para ahli menyarankan masyarakat tidak perlu mencuci beras secara berlebihan. Membersihkan beras secukupnya sebelum dimasak dinilai sudah cukup untuk menjaga kebersihan sekaligus mempertahankan kandungan nutrisinya.
Next News

Buah Naga Bukan Cuma Cantik! Ini 7 Manfaatnya untuk Pencernaan, Jantung hingga Daya Tahan Tubuh
in 6 hours

Waspada! 5 Kebiasaan Minum yang Perlu Dihindari agar Tetap Sehat Saat Memasuki Usia 50 Tahun
in 6 hours

Sering Kedutan Mata? Kenali 7 Penyebabnya, dari Kurang Tidur hingga Mata Kering
in 6 hours

10 Manfaat Daun Sirsak yang Sering Dikonsumsi sebagai Herbal, Benarkah Ampuh untuk Kesehatan?
in 6 hours

Pantas Banyak Orang Korea Terlihat Bugar, Ternyata Ini Kebiasaan Makan dan Hidup yang Bisa Ditiru
in 6 hours

Benarkah Sebatang Rokok Bisa Memangkas Umur hingga 20 Menit? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 6 hours

Bukan di Arab, Populasi Unta Liar Terbesar Justru Ada di Australia, Begini Kisahnya
in 6 hours

Sering Tak Disadari, 7 Kebiasaan Orang Tua Ini Bisa Membuat Anak Kurang Percaya Diri
in 6 hours

Telapak Kaki Sakit Saat Diinjak? Jangan Langsung Mengira Asam Urat, Ini Berbagai Penyebabnya
in 5 hours

Permen Jelly Ternyata Dibuat dari Apa? Ini Rahasia Bahan yang Bikin Kenyal dan Warna-Warni
in 4 hours





