Jumat, 15 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Jangan Anggap Sepele, Spons Dapur Bisa Simpan Miliaran Bakteri

RAU - Wednesday, 13 May 2026 | 01:22 PM

Background
Jangan Anggap Sepele, Spons Dapur Bisa Simpan Miliaran Bakteri

Spons dapur yang terlihat biasa saja ternyata bisa menjadi salah satu benda paling kotor di rumah. Sejumlah penelitian mengungkap bahwa jumlah bakteri pada spons dapur bekas dapat mencapai tingkat yang biasanya ditemukan pada sampel feses.

Temuan ini bukan sekadar klaim sensasional. Dalam studi yang dipublikasikan pada 2017 di jurnal ilmiah internasional, peneliti menemukan bahwa spons dapur menyimpan bakteri dalam jumlah sangat besar. Mikroorganisme tersebut tidak hanya menempel di permukaan, tetapi juga masuk ke bagian dalam spons dan membentuk biofilm lapisan mikroba yang membuat bakteri lebih sulit dihilangkan.

Kepadatan bakteri di dalam spons bahkan dilaporkan bisa mencapai 5,4×10¹⁰ sel per sentimeter kubik, atau sekitar 54 miliar bakteri dalam potongan kecil seukuran dadu. Jumlah ini disebut setara dengan konsentrasi bakteri yang biasa ditemukan pada sampel feses.

Tak hanya jumlahnya yang tinggi, jenis bakterinya pun sangat beragam. Penelitian menemukan ratusan spesies bakteri berbeda di dalam spons dapur bekas. Beberapa di antaranya termasuk kelompok yang berpotensi menyebabkan penyakit pada manusia.

Spons menjadi tempat ideal pertumbuhan bakteri karena kondisinya yang lembap, hangat, dan sering terpapar sisa makanan. Penelitian lain pada 2022 juga menyebut spons dapur berpotensi menjadi reservoir bagi bakteri seperti Salmonella.



Menariknya, spons yang rutin dibersihkan tidak selalu bebas risiko. Beberapa penelitian menemukan bahwa proses disinfeksi tertentu justru dapat menyisakan bakteri yang lebih tahan terhadap stres lingkungan.

Meski terdengar mengkhawatirkan, spons dapur tidak otomatis berbahaya setiap saat. Risiko meningkat jika spons digunakan terlalu lama, jarang dikeringkan, atau tidak diganti secara berkala.

Para peneliti menyarankan agar spons selalu dikeringkan setelah digunakan, tidak dibiarkan dalam kondisi basah terus-menerus, serta diganti secara rutin, terutama jika sudah berbau, berubah warna, atau mulai hancur.

Menjaga kebersihan spons bukan hanya soal dapur yang terlihat rapi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga di rumah.