Jangan Anggap Sepele, Ini Tanda Asma pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Laila - Tuesday, 19 May 2026 | 10:46 AM


Asma pada anak memerlukan perhatian khusus karena dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari dan menghambat proses tumbuh kembang. Bila tidak ditangani secara tepat, kondisi ini berisiko menimbulkan komplikasi serius.
Gejala asma pada anak kerap berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena itu, orang tua perlu mengenali tanda-tanda khas dan faktor pencetusnya agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Penanganan yang tepat dapat menurunkan frekuensi kekambuhan dan mencegah dampak jangka panjang.
Penyebab Asma pada Anak
Asma pada anak diduga terjadi akibat kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Anak dengan saluran napas yang lebih sensitif cenderung mudah mengalami peradangan ketika terpapar zat pemicu, sehingga gejala dapat muncul sewaktu-waktu.
Berikut beberapa faktor yang meningkatkan risiko asma pada anak:
1. Riwayat Keluarga
Anak yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan asma, rhinitis alergi, atau eksim memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa.
2. Paparan Asap Rokok dan Polusi
Asap rokok, polusi udara, serta bahan kimia tertentu dapat mengiritasi dan merusak lapisan saluran napas, sehingga memicu peradangan.
3. Infeksi Saluran Pernapasan Berulang
Infeksi seperti pilek, bronkitis, atau infeksi virus yang sering terjadi pada masa bayi dan balita dapat membuat saluran napas menjadi lebih sensitif.
4. Berat Badan Lahir Rendah atau Prematur
Kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah dapat memengaruhi perkembangan paru-paru, sehingga meningkatkan risiko gangguan pernapasan.
5. Paparan Alergen
Debu, tungau, bulu hewan, dan jamur merupakan alergen yang dapat memicu reaksi alergi dan menyebabkan peradangan saluran napas.
6. Obesitas
Kelebihan berat badan dapat menekan fungsi paru-paru serta meningkatkan peradangan dalam tubuh, sehingga memperburuk risiko asma.
Gejala Asma pada Anak
Pada anak dengan asma, saluran napas cenderung lebih sensitif. Saat terpapar pemicu, otot di sekitar saluran napas akan menegang dan menyebabkan penyempitan, sehingga aliran udara terhambat.
Gejala asma pada anak dapat muncul secara tiba-tiba, terutama saat terpapar pencetus. Beberapa tanda yang umum terjadi meliputi:
- Batuk, terutama pada malam hari atau dini hari
- Mengi (napas berbunyi "ngik-ngik") saat mengembuskan napas
- Sesak napas atau napas pendek-pendek
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada
- Mudah lelah saat bermain atau beraktivitas
Gejala dapat memburuk saat anak mengalami infeksi saluran napas, terpapar udara dingin, melakukan aktivitas berat, atau sedang mengalami stres.
Orang tua perlu waspada apabila anak menunjukkan tanda seperti kesulitan berbicara, bibir atau kuku tampak kebiruan, serta napas sangat cepat atau justru melambat. Kondisi tersebut dapat menandakan serangan asma berat yang membutuhkan penanganan segera.
Next News

Murid Ngantuk di Kelas? Kenali Penyebab dan Cara Guru Mengatasinya dengan Bijak
6 hours ago

Cara Mengatasi Ulat pada Tanaman Berbuah Tanpa Merusak Ekosistem Kebun
6 hours ago

Bolehkah Makan Acar Saat Maag? Kenali Pengaruhnya pada Lambung
6 hours ago

Makanan Fermentasi: Lezat, Kaya Tradisi, tetapi Tetap Perlu Bijak Mengonsumsinya
6 hours ago

Daun Binahong: Tanaman Herbal yang Kaya Senyawa dan Masih Terus Diteliti
7 hours ago

Srikaya, Buah Lokal Manis yang Kaya Nutrisi dan Punya Banyak Manfaat
7 hours ago

Cara Mencukur Kumis dengan Benar agar Rapi dan Kulit Tetap Nyaman
7 hours ago

Telur Ayam, Bebek, atau Puyuh: Mana yang Paling Baik untuk Kesehatan?
7 hours ago

Berkebun di Rumah: Hobi Sederhana yang Mendekatkan Kita dengan Alam
15 hours ago

Cara Menemukan Hobi yang Benar-Benar Sesuai dengan Minat
15 hours ago





