Candi Borobudur: Mahakarya Abad ke-8 yang Tetap Berdiri Megah hingga Kini
Laila - Tuesday, 19 May 2026 | 11:37 AM


Sejak pertama kali ditemukan kembali, Candi Borobudur menjadi salah satu tujuan wisata paling terkenal di Magelang, Jawa Tengah. Kondisinya yang terawat dengan baik membuat candi ini tetap difungsikan sebagai tempat ibadah umat Buddha, khususnya saat perayaan Waisak.
Meski telah banyak penelitian dilakukan, proses pembangunan candi Buddha terbesar di dunia ini masih menyimpan misteri. Namun demikian, terdapat sejumlah fakta menarik tentang Candi Borobudur yang patut diketahui.
1. Dibangun pada Abad ke-8 hingga ke-9
Berdasarkan kajian terhadap prasasti dan gaya arsitektur, Candi Borobudur diperkirakan dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9, tepatnya pada masa pemerintahan Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra. Proses pembangunannya diperkirakan memakan waktu sekitar 75–100 tahun.
Namun, alasan utama pendirian candi ini belum diketahui secara pasti. Setelah pengaruh Islam berkembang di Pulau Jawa pada abad ke-14, Borobudur perlahan ditinggalkan.
2. Ditemukan Kembali oleh Thomas Stamford Raffles
Candi Borobudur ditemukan kembali pada 1814 oleh Gubernur Jenderal Inggris di Jawa, Sir Thomas Stamford Raffles. Kisah penemuan ini dituliskannya dalam buku The History of Java.
Raffles kemudian menugaskan H.C. Cornelius untuk membersihkan area candi yang tertutup tanah dan semak belukar. Sejak saat itu, upaya pelestarian Borobudur mulai dilakukan secara bertahap.
3. Tersusun dari Dua Juta Balok Batu Vulkanik
Borobudur dibangun menggunakan sekitar dua juta balok batu vulkanik yang disusun dengan teknik saling mengunci tanpa semen. Teknik konstruksi tersebut membuat bangunan ini tetap kokoh hingga sekarang.
Ada pula teori yang menyebutkan bahwa Borobudur dahulu berdiri di atas danau purba. Dugaan ini muncul karena ditemukan indikasi bahwa bagian dasar candi pernah terendam pada abad ke-13 dan ke-14.
4. Pernah Diusulkan untuk Dibongkar
Pada masa kolonial, maraknya pencurian artefak membuat pihak tertentu mengusulkan agar Borobudur dibongkar dan reliefnya dipindahkan ke museum demi keamanan. Bahkan, pada 1896, sejumlah arca dan relief diberikan kepada Raja Thailand, Chulalongkorn, dan kini tersimpan di Museum Nasional Bangkok.
Beruntung, usulan pembongkaran total tersebut tidak direalisasikan setelah mendapat penolakan dari kalangan arkeolog.
5. Memiliki Ribuan Relief dan Ratusan Arca Buddha
Candi Borobudur memiliki sekitar 2.672 panel relief, di mana 1.460 di antaranya menggambarkan kisah kehidupan Buddha, termasuk cerita Jataka dan Awadana.
Selain itu, terdapat 504 arca Buddha yang ditempatkan di relung dan stupa berlubang. Bangunan ini juga dilengkapi talang air berbentuk makara (patung ikan berkepala gajah).
6. Dipugar Dua Kali Secara Besar
Upaya pemugaran besar pertama dilakukan pada awal abad ke-20 oleh pemerintah Hindia Belanda, meski hasilnya belum maksimal karena keterbatasan dana.
Pemugaran besar kedua dilakukan pada 1973 atas kerja sama Pemerintah Indonesia dan UNESCO. Proyek tersebut selesai pada 1984 dan berhasil mengembalikan struktur candi secara menyeluruh. Pada 1991, Borobudur resmi ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.
7. Menjadi Pusat Perayaan Waisak
Pasca pemugaran, Borobudur semakin dikenal sebagai destinasi wisata religi. Hingga kini, candi ini menjadi pusat perayaan Waisak nasional yang dihadiri umat Buddha dari berbagai daerah dan mancanegara.
8. Pernah Mengalami Kerusakan Akibat Bom dan Gempa
Pada 21 Januari 1985, sembilan stupa di Borobudur mengalami kerusakan akibat ledakan bom. Selain itu, gempa bumi berkekuatan 6,2 skala Richter di Jawa Tengah juga sempat menimbulkan kerusakan ringan pada struktur candi.
9. Terdampak Letusan Gunung Merapi
Letusan Gunung Merapi pada 2010 menyebabkan kompleks Borobudur tertutup abu vulkanik setebal sekitar 2,5 sentimeter. Kawasan wisata sempat ditutup sementara untuk proses pembersihan dan rehabilitasi yang kembali mendapat dukungan dari UNESCO.
10. Artefaknya Tersebar di Berbagai Museum
Sebagian artefak Borobudur kini tersimpan di sejumlah museum, baik di dalam maupun luar negeri. Di Indonesia, koleksi dapat dilihat di Museum Karmawibhangga Borobudur dan Museum Nasional Indonesia. Sementara itu, beberapa artefak juga berada di museum internasional seperti Tropenmuseum di Amsterdam, British Museum di London, dan Museum Nasional Bangkok.
Itulah sejumlah fakta menarik tentang Candi Borobudur, mahakarya arsitektur yang menjadi kebanggaan Indonesia sekaligus warisan budaya dunia.
Next News

Benarkah Tertawa 10 Menit Bisa Membakar 40 Kalori? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 6 hours

World Family Doctor Day: Peran Dokter Keluarga di Masa Kini
in 6 hours

Sering Bangun Tidur Malah Capek? Kebiasaan Ngemil Tengah Malam Bisa Jadi Penyebabnya
in 6 hours

Beras Merah vs Nasi Putih: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh?
in 5 hours

Rumah Minimalis Tampak Mewah? Ini 13 Kombinasi Warna Cat Terbaik 2026
in 5 hours

Jangan Anggap Sepele, Ini Tanda Asma pada Anak yang Perlu Diwaspadai
in 5 hours

10 Manfaat Berjemur di Pagi Hari dan Waktu Ideal Melakukannya
in 5 hours

Mitos Mie Instan Menempel di Usus Bertahun-tahun, Benarkah? Ini Penjelasan Medisnya
in 4 hours

10 Gunung Api Aktif di Indonesia Beserta Karakteristiknya
in 3 hours

Yogyakarta Royal Orchestra Bangkit Setelah 70 Tahun, Hidupkan Kembali Tradisi Orkestra Keraton
in 3 hours





