Kamis, 22 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Jajanan Pasar yang Mulai Jarang Ditemukan, Ini Cerita di Balik Kelezatannya

icaa - Sunday, 18 October 2026 | 09:47 AM

Background
Jajanan Pasar yang Mulai Jarang Ditemukan, Ini Cerita di Balik Kelezatannya

Jajanan pasar merupakan bagian dari kekayaan kuliner Indonesia yang diwariskan dari generasi ke generasi. Beragam kudapan tradisional dibuat menggunakan bahan sederhana, seperti singkong, tepung beras, ketan, kelapa, dan gula merah. Perpaduan bahan tersebut menghasilkan cita rasa yang beragam, mulai dari manis dan gurih hingga tekstur kenyal yang khas.

Dahulu, jajanan pasar mudah ditemukan di pasar tradisional, warung kecil, atau penjual makanan keliling. Namun, perubahan kebiasaan masyarakat dan berkembangnya aneka camilan modern membuat beberapa jajanan tradisional tidak lagi mudah dijumpai di semua daerah.

Meski demikian, sejumlah jajanan lama masih bertahan dan memiliki penggemar tersendiri. Berikut beberapa di antaranya yang menarik untuk dikenali kembali.

1. Kue Rangi, Kudapan Gurih dengan Aroma Kelapa

Kue rangi merupakan jajanan tradisional yang dikenal di wilayah Betawi. Kudapan ini dibuat dari campuran tepung sagu atau tapioka dan kelapa parut, kemudian dipanggang menggunakan cetakan khusus.

Salah satu ciri khas kue rangi adalah perpaduan tekstur bagian luar yang sedikit renyah dengan bagian dalam yang cenderung kenyal. Kue ini biasanya disajikan bersama saus gula merah yang dimasak hingga mengental.



Aroma kelapa yang dipanggang menjadi daya tarik tersendiri. Meski tidak selalu mudah ditemukan di setiap tempat, kue rangi masih dijajakan oleh sejumlah pedagang tradisional dan penjual kuliner khas Betawi.

2. Kue Putu, Jajanan dengan Aroma Pandan dan Gula Merah

Kue putu dikenal melalui aroma pandan yang harum dan isian gula merah yang meleleh ketika dikukus. Adonan berbahan tepung beras dimasukkan ke dalam cetakan berbentuk tabung, kemudian dikukus hingga matang.

Kue ini biasanya disajikan bersama kelapa parut yang memberikan rasa gurih. Perpaduan rasa manis gula merah dan kelapa menjadikannya salah satu jajanan tradisional yang memiliki ciri khas kuat.

Di sejumlah daerah, penjual kue putu dikenal melalui suara khas dari alat kukusnya. Suara tersebut bahkan menjadi bagian dari kenangan masa kecil bagi sebagian masyarakat.

3. Kue Cincin, Kudapan Manis Berbentuk Unik

Kue cincin merupakan salah satu jajanan tradisional yang dikenal dalam kuliner Betawi dan beberapa wilayah lain di Indonesia dengan variasi resep berbeda.



Kue ini umumnya dibuat dari tepung beras dan gula merah, kemudian dibentuk menyerupai cincin sebelum digoreng. Rasanya manis dengan tekstur yang dapat terasa renyah di bagian luar dan lebih padat di bagian dalam.

Bahan yang relatif sederhana membuat kue cincin dekat dengan tradisi memasak rumahan. Namun, ketersediaannya bergantung pada daerah dan keberadaan pedagang yang masih mempertahankan proses pembuatannya.

4. Gatot, Olahan Singkong dengan Cita Rasa Khas

Gatot merupakan makanan tradisional yang dikenal di wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sejumlah daerah di sekitarnya. Bahan utamanya adalah singkong yang melalui proses pengeringan dan pengolahan sebelum dikukus.

Gatot biasanya disajikan bersama kelapa parut dan sedikit garam sehingga menghasilkan perpaduan rasa manis alami, gurih, dan tekstur yang khas.

Proses pembuatannya membutuhkan tahapan yang lebih panjang dibandingkan camilan instan. Hal ini membuat gatot menarik untuk dikenali sebagai bagian dari tradisi pengolahan singkong masyarakat setempat.



5. Clorot, Jajanan Manis dalam Bungkus Janur

Clorot merupakan kudapan tradisional yang dikenal di sejumlah daerah di Jawa, termasuk wilayah Purworejo, Jawa Tengah. Jajanan ini dibuat dari campuran tepung beras atau tepung sejenis, santan, dan gula merah.

Keunikan clorot terletak pada bentuknya yang menyerupai kerucut memanjang dengan pembungkus dari janur atau daun kelapa muda. Adonan dimasukkan ke dalam pembungkus tersebut sebelum dikukus hingga matang.

Selain memberikan tampilan yang menarik, pembungkus tradisional juga menjadi bagian dari identitas jajanan ini. Rasanya manis dengan tekstur lembut dan sedikit kenyal.

6. Kue Cucur, Manis dengan Bagian Tengah yang Lembut

Kue cucur merupakan jajanan tradisional yang masih dikenal di berbagai daerah di Indonesia. Kue ini dibuat dari campuran tepung beras, tepung terigu pada sejumlah resep, dan gula merah atau gula pasir.

Saat digoreng, bagian pinggir kue dapat menjadi lebih tipis, sedangkan bagian tengahnya cenderung tebal dan lembut. Proses penggorengan serta komposisi adonan memengaruhi bentuk dan tekstur akhirnya.



Kue cucur sering dijumpai dalam acara keluarga, perayaan tradisional, dan sajian pasar. Walaupun masih ditemukan di beberapa tempat, keberadaannya tidak selalu mudah dijumpai di semua wilayah.

Mengapa Sebagian Jajanan Tradisional Semakin Jarang Ditemukan?

Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi keberadaan jajanan pasar tradisional. Salah satunya adalah perubahan selera dan kebiasaan konsumsi masyarakat. Camilan kemasan dan makanan modern menawarkan variasi rasa serta kemudahan penyimpanan yang membuatnya praktis untuk dikonsumsi.

Selain itu, sebagian jajanan tradisional memerlukan proses pembuatan yang cukup panjang dan keterampilan khusus. Jika jumlah pembuatnya berkurang, ketersediaan jajanan tersebut juga dapat menurun.

Faktor lainnya adalah perubahan pola perdagangan. Tidak semua pasar tradisional memiliki pedagang yang menjual jenis jajanan yang sama, sehingga makanan tertentu mungkin masih populer di satu daerah tetapi jarang ditemukan di daerah lain.

Menjaga Jajanan Tradisional agar Tetap Dikenal

Jajanan tradisional dapat terus dikenal melalui berbagai cara, mulai dari mengenalkan resep kepada generasi muda hingga menyediakan ruang bagi penjual lokal untuk memasarkan produknya.



Dokumentasi resep dan teknik memasak juga penting agar pengetahuan mengenai bahan serta proses pembuatannya tidak hilang. Selain itu, inovasi dalam kemasan dan penyajian dapat membantu jajanan tradisional menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa harus menghilangkan ciri khasnya.

Masyarakat pun dapat ikut berperan dengan membeli jajanan dari pedagang lokal dan mengenalkan makanan tersebut kepada keluarga.