Jadwal Penerbangan di Bandara Kualanamu Kembali Normal
Laila - Wednesday, 02 September 2026 | 03:41 PM


Erupsi Sinabung Berdampak pada Penerbangan
Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, turut memengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu.
Hingga Selasa, 1 September 2026 pukul 16.00 WIB, sebanyak 55 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu dibatalkan akibat kondisi tersebut.
Selain pembatalan penerbangan, tercatat enam penerbangan mengalami penyesuaian waktu atau retime, sementara 11 penerbangan lainnya mengalami keterlambatan atau delay.
Operasional Bandara Kembali Normal
Meski sebelumnya terjadi penyesuaian operasional penerbangan, Bandara Internasional Kualanamu telah dinyatakan kembali beroperasi secara normal.
Hal tersebut berdasarkan NOTAM A3254/26 yang diterbitkan AirNav Indonesia. Dalam pemberitahuan tersebut, Bandara Kualanamu dinyatakan berstatus Aerodrome – Resumed Normal Operation atau telah kembali menjalankan operasional normal mulai pukul 07.07 UTC atau 14.07 WIB pada 1 September 2026.
Plt. Director of Operation & Services PT Angkasa Pura Aviasi melalui Manager of Corporate Affairs, Mohamad Hikmat Hidayat, menyampaikan bahwa operasional bandara telah dibuka kembali dan tidak lagi berada dalam status penutupan sementara (hold bandara).
Jadwal Penerbangan Masih Bisa Berubah
Pihak pengelola menjelaskan bahwa kondisi penerbangan masih bersifat dinamis. Jadwal maupun status penerbangan dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik serta keputusan operasional dari masing-masing maskapai.
Penyesuaian tersebut dapat berupa perubahan jadwal, keterlambatan, hingga pembatalan penerbangan. Seluruh keputusan tetap mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.
Karena itu, calon penumpang disarankan untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai yang digunakan sebelum melakukan perjalanan.
Keselamatan Tetap Menjadi Prioritas
Dampak abu vulkanik terhadap penerbangan menjadi salah satu perhatian dalam kondisi erupsi Gunung Sinabung. Oleh sebab itu, keputusan terkait penerbangan dapat disesuaikan berdasarkan kondisi di lapangan.
Pihak terkait menegaskan bahwa aspek keselamatan dan keamanan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu.
Next News

Sekda Tapsel Wakili Bupati Gus Irawan Apresiasi Pengabdian 450 Prajurit Yonif 123/Rajawali: Berangkat ke Papua, Kembali dengan Selamat
in 2 hours

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Jumat 23 Oktober 2026, Langkat Berpotensi Hujan Lebat
in an hour

Sekda Tapsel Dampingi Satgas PRR Tinjau Jalan Lintas Sipirok–Tarutung, Perbaikan Dikebut Jelang Nataru
a day ago

Wabup Jafar Ajak 1.700 Santri Tapsel Terlibat dalam Tiga Gerakan Besar: Perangi Narkoba, Judi Online, dan Kemiskinan
a day ago

Puncak Hujan November-Desember, BMKG Minta Pemda Urus Kesiapan Drainase
20 hours ago

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Kamis 22 Oktober 2026, Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan
21 hours ago

Jaga Stabilitas Harga, Pemkab Palas Gelar Gerakan Pasar Murah
2 days ago

Pemkab Padanglawas Kembali Raih Predikat Informatif KI Sumut Award 2026
2 days ago

Pemprov Sumut Instruksikan Sekolah Kembali Gelar PTM 100 Persen Mulai 21 Oktober 2026
2 days ago

Waspada Hujan di Sejumlah Wilayah, Pantau Cuaca Sumatera Utara Besok (21/10)
2 days ago





