Selasa, 24 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Hindari 6 Makanan Ini Saat Buka Puasa agar Tidak Lemas dan Kembung

RAU - Sunday, 22 February 2026 | 12:25 AM

Background
Hindari 6 Makanan Ini Saat Buka Puasa agar Tidak Lemas dan Kembung

Hindari 6 Makanan Ini Saat Buka Puasa agar Tidak Lemas dan Kembung

Bayangkan skenarionya begini: Jam sudah menunjukkan pukul lima sore lewat sedikit. Perut kamu sudah mulai menggelar konser metal dengan suara keroncongan yang makin intens. Di meja makan, atau mungkin di pasar kaget takjil depan komplek, aroma gorengan yang baru diangkat dari wajan seolah memanggil-manggil namamu. Ada bakwan yang garingnya keterlaluan, kolak pisang yang santannya kelihatan legit banget, sampai es buah warna-warni yang menggoda iman.

Momen buka puasa itu emang sering banget jadi ajang "balas dendam". Setelah hampir 14 jam menahan lapar dan dahaga, rasanya kita pengen memasukkan semua makanan enak ke dalam mulut dalam satu waktu. Tapi, jujur deh, pernah nggak sih kamu merasa setelah buka puasa malah jadi lemes, perut kembung, atau malah ngantuk berat sampai malas berangkat Tarawih? Nah, itu tandanya ada yang salah sama pilihan menu buka kamu.

Perut yang kosong seharian itu kondisinya lagi sensitif banget. Ibarat mesin mobil yang baru dinyalakan setelah mogok lama, kamu nggak bisa langsung tancap gas di kecepatan 100 km/jam. Perlu pemanasan dulu. Biar nggak "mogok" di tengah jalan, yuk simak 6 jenis makanan yang sebaiknya kamu hindari atau setidaknya batasi banget pas bedug Maghrib berkumandang.

1. Gorengan yang Berminyak Parah (The Silent Killer)

Saya tahu, menyuruh orang Indonesia buka puasa tanpa gorengan itu hampir mustahil. Bakwan, mendoan, dan tahu isi adalah "trinitas suci" takjil kita semua. Tapi masalahnya, gorengan itu kaya akan lemak jenuh. Saat perut kosong, lemak ini susah banget dicerna sama sistem pencernaan kita yang baru "bangun tidur".

Efeknya? Kamu bakal merasa begah, asam lambung naik, dan perut terasa penuh tapi nggak nyaman. Belum lagi minyaknya yang sering bikin tenggorokan gatal. Kalau memang nggak bisa hidup tanpa gorengan, coba deh batasi cuma satu biji aja, atau ganti proses masaknya pakai air fryer di rumah. Jangan sampai ritual buka puasa malah bikin kamu merasa kayak memikul beban berat di perut.



2. Minuman Dingin atau Es yang Berlebihan

Glek! Suara es batu yang beradu di dalam gelas berisi sirup merah memang suara paling merdu sedunia pas jam 6 sore. Tapi, langsung mengguyur perut yang kosong dengan air es itu ibarat nyiram mesin panas pakai air salju. Kaget, Bos! Suhu dingin yang ekstrem bisa menyebabkan pembuluh darah di perut mengerut dan bikin sistem pencernaan jadi kontraksi secara mendadak.

Banyak orang yang langsung merasa kembung atau malah sakit perut setelah minum es pas buka. Saran terbaik sih, awali dulu dengan air putih suhu ruang atau air hangat. Biarkan suhu tubuh kamu stabil dulu, baru deh pelan-pelan kalau mau nyicip es buah favoritmu itu.

3. Makanan Terlalu Pedas (Si Pemicu Drama Perut)

Buat para pecinta seblak atau ayam geprek level 10, tolong banget, tahan dulu ambisimu pas buka puasa. Mengonsumsi makanan pedas saat perut kosong itu sama saja dengan mengundang iritasi pada dinding lambung. Capsaicin dalam cabai itu sifatnya panas dan agresif.

Ingat, kamu masih harus menjalani malam panjang dengan shalat Tarawih. Nggak lucu kan, pas lagi rakaat kedelapan, tiba-tiba perut kamu mules nggak tertahankan gara-gara sambal yang kamu makan pas Maghrib tadi? Simpan makanan pedasmu buat menu makan malam setelah perut sudah terisi makanan yang lebih "lembut".

4. Minuman Bersoda atau Berkarbonasi

Sensasi "nyess" dari minuman soda memang menggoda, apalagi kalau iklannya sliweran terus di TV. Tapi, soda mengandung gas karbon dioksida yang tinggi. Bayangkan gas itu masuk ke perut yang kosong dan asam lambungnya lagi tinggi-tingginya. Hasilnya? Perut bakal terasa kembung, begah, dan kamu bakal sering bersendawa yang nggak nyaman.



Selain gas, kandungan gula dalam soda itu biasanya offside alias berlebihan banget. Bukannya bikin segar, lonjakan gula mendadak ini justru bikin kamu cepat merasa haus lagi dan tubuh jadi cepat lemas setelah "sugar rush"-nya hilang.

5. Kafein yang Terlalu Kuat (Kopi dan Teh Pekat)

Buat anak senja atau kaum budak korporat yang merasa nggak bisa fungsi tanpa kopi, tolong banget diingat: kopi itu bersifat asam dan diuretik. Minum kopi pas buka puasa bisa bikin produksi asam lambung melonjak drastis. Kalau kamu punya riwayat maag, ini adalah resep sempurna untuk bikin lambung kamu perih seharian.

Efek diuretiknya juga bikin kamu jadi lebih sering buang air kecil, yang artinya cairan tubuh yang baru masuk malah cepat keluar lagi. Alhasil, kamu malah bisa dehidrasi di malam hari. Kalau mau teh, usahakan jangan yang terlalu pekat dan jangan terlalu manis ya.

6. Makanan Olahan dengan Gula Berlebih

Kita sering mendengar istilah "Berbukalah dengan yang manis". Tapi, bukan berarti kamu boleh makan donat dengan topping melimpah atau kue-kue manis secara membabi buta. Gula rafinasi dalam makanan olahan itu diserap sangat cepat oleh tubuh. Memang bikin energi naik instan, tapi turunnya juga secepat kilat (sugar crash).

Kondisi ini bakal bikin kamu merasa ngantuk luar biasa dan nggak bertenaga setelah makan. Lebih baik, cari sumber rasa manis yang alami kayak kurma. Kurma itu ajaib, dia punya serat yang bikin penyerapan gulanya lebih lambat dan stabil, jadi kamu nggak bakal ngerasa "tepar" habis buka.



Intinya sih, Ramadan itu momen buat kita belajar ngerem, termasuk ngerem nafsu makan saat buka. Memang susah, apalagi kalau melihat hidangan yang menggugah selera. Tapi ingat, tubuh kamu punya hak untuk mendapatkan nutrisi yang baik setelah seharian bekerja keras tanpa asupan.

Mulailah dengan yang ringan-ringan dulu. Air putih dan tiga butir kurma itu sudah kombinasi paling juara menurut ilmu kesehatan maupun tradisi. Jangan biarkan lapar mata merusak kesehatanmu dan ibadahmu di bulan yang suci ini. Selamat berbuka puasa dengan bijak, ya!

Tags