Garam Himalaya vs Garam Biasa: Benarkah Lebih Sehat atau Sekedar Tren?
Nanda - Thursday, 12 February 2026 | 03:26 AM


Garam Himalaya dikenal dengan warna merah muda khasnya yang berasal dari kandungan mineral seperti zat besi, magnesium, dan kalium. Garam ini ditambang dari tambang garam Khewra di Pakistan dan sering dipasarkan sebagai pilihan yang lebih "alami" dibandingkan garam meja biasa.
Kandungan Mineral
Menurut analisis komposisi mineral yang dipublikasikan dalam Journal of Food Science, garam Himalaya memang mengandung jejak mineral tambahan (trace minerals) seperti kalsium, magnesium, dan potasium. Namun jumlahnya sangat kecil—kurang dari 2% dari total komposisi. Sisanya tetap natrium klorida, sama seperti garam dapur biasa.
Ahli gizi dari American Heart Association menegaskan bahwa "secara kimiawi, semua jenis garam pada dasarnya mengandung natrium, dan efeknya terhadap tekanan darah tetap sama. "
Dampak terhadap Tekanan Darah
Baik garam biasa maupun garam Himalaya sama-sama mengandung natrium yang dapat meningkatkan tekanan darah jika dikonsumsi berlebihan. WHO merekomendasikan batas konsumsi natrium kurang dari 2.000 mg per hari (sekitar 5 gram garam).
Dengan kata lain, mengganti garam dapur dengan garam Himalaya tidak otomatis membuat pola makan menjadi lebih sehat jika jumlahnya tetap tinggi.
Mitos Detoksifikasi
Beberapa klaim menyebutkan garam Himalaya dapat membantu detoksifikasi tubuh atau menyeimbangkan pH. Namun, menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, tidak ada bukti ilmiah kuat yang mendukung klaim tersebut. Fungsi detoks utama dilakukan oleh hati dan ginjal, bukan oleh jenis garam tertentu.
Garam Himalaya boleh saja digunakan karena rasa dan teksturnya unik. Namun dari sisi kesehatan jantung dan tekanan darah, perbedaannya sangat minimal dibandingkan garam biasa. Yang paling penting tetap membatasi asupan natrium secara keseluruhan.
Next News

Kenapa Makanan Ikan Berbau Amis dan Menyengat? Ternyata Ada Alasan di Baliknya
in 7 hours

Kenapa Pohon Kurma Bisa Hidup Puluhan Tahun di Tengah Gurun? Ini Rahasia Ketahanannya
in 6 hours

Kenapa Bunga Lawang Berbentuk Bintang? Mengenal Asal, Aroma, dan Perjalanan Rempah Unik Ini
in 6 hours

Oli Motor Sebenarnya Terbuat dari Apa? Mengintip Bahan dan Isi di Balik Botol Oli
in 6 hours

Kenapa Bibir Bisa Kering dan Pecah-Pecah? Ini Penyebab serta Cara Mengatasinya
in 6 hours

Kenapa Minum Kopi Bikin Langsung Ingin Buang Air Besar? Ini Alasannya
7 hours ago

Pisang Benarkah Efektif untuk Menurunkan Berat Badan? Ini Faktanya
7 hours ago

Jangan Bangunkan Anak di Jam Ini, Bisa Ganggu Produksi Hormon Pertumbuhan
7 hours ago

Daun Bidara Bisa untuk Penyakit Apa Saja? Ini 7 Manfaatnya bagi Kesehatan
7 hours ago

5 Daun yang Bisa Membantu Meredakan Sakit Gigi, Bahan Alami di Rumah
7 hours ago





