Senin, 13 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Fakta Unik Tentang Jamur yang Bukan Termasuk Tumbuhan, Ini Penjelasan Ilmiahnya

RAU - Monday, 13 July 2026 | 01:44 PM

Background
Fakta Unik Tentang Jamur yang Bukan Termasuk Tumbuhan, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jamur sering dijumpai tumbuh di tanah, batang pohon, atau sisa-sisa kayu yang lembap. Bentuknya yang menyerupai tumbuhan membuat banyak orang mengira jamur termasuk dalam kelompok tumbuhan.

Namun, anggapan tersebut ternyata tidak benar. Dalam ilmu biologi modern, jamur memiliki kerajaan (kingdom) tersendiri yang disebut Fungi, terpisah dari tumbuhan maupun hewan.

Lalu, apa yang membuat jamur berbeda?

Jamur tidak dapat membuat makanan sendiri

Perbedaan paling mendasar antara jamur dan tumbuhan adalah cara memperoleh makanan.

Tumbuhan memiliki klorofil yang memungkinkan mereka melakukan fotosintesis menggunakan cahaya matahari.



Sebaliknya, jamur tidak memiliki klorofil, sehingga tidak dapat membuat makanannya sendiri. Jamur memperoleh nutrisi dengan menyerap zat organik dari lingkungan sekitarnya, seperti kayu lapuk, daun yang membusuk, atau organisme lain.

Dinding selnya berbeda dengan tumbuhan

Tumbuhan memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa.

Sementara itu, dinding sel jamur tersusun dari kitin, yaitu zat yang juga ditemukan pada cangkang serangga, kepiting, dan udang.

Perbedaan ini menjadi salah satu alasan utama mengapa jamur diklasifikasikan dalam kelompok yang berbeda.

Memiliki peran penting sebagai pengurai

Jamur dikenal sebagai salah satu pengurai utama di alam.



Mereka membantu menguraikan daun gugur, batang pohon mati, dan sisa-sisa makhluk hidup lainnya menjadi unsur hara yang kembali memperkaya tanah.

Tanpa jamur, tumpukan bahan organik di alam akan jauh lebih sulit terurai.

Tidak semua jamur berbentuk payung

Ketika mendengar kata "jamur", banyak orang langsung membayangkan jamur bertudung seperti payung.

Padahal, bentuk jamur sangat beragam, antara lain:

  • Ragi yang digunakan untuk membuat roti.
  • Kapang yang tumbuh pada makanan.
  • Jamur kuping.
  • Jamur tiram.
  • Jamur karang.
  • Jamur mikroskopis yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop.

Sebagian besar spesies jamur bahkan berukuran sangat kecil.



Ada jamur yang hidup bersimbiosis

Tidak semua jamur hidup sebagai pengurai.

Beberapa jenis jamur membentuk hubungan saling menguntungkan dengan akar tumbuhan melalui mikoriza. Dalam hubungan ini:

  • Jamur membantu tanaman menyerap air dan mineral dari tanah.
  • Tanaman memberikan hasil fotosintesis sebagai sumber makanan bagi jamur.

Hubungan ini sangat penting bagi pertumbuhan banyak jenis tumbuhan.

Tidak semua jamur aman dimakan

Meskipun banyak jamur yang menjadi bahan makanan bergizi, ada pula spesies yang mengandung racun berbahaya.

Beberapa jamur beracun dapat menyebabkan gangguan pencernaan, kerusakan hati, hingga mengancam nyawa jika dikonsumsi.



Karena itu, jamur liar tidak boleh dikonsumsi sembarangan tanpa identifikasi yang benar.

Jamur memiliki jumlah spesies yang sangat banyak

Para ilmuwan memperkirakan terdapat jutaan spesies jamur di seluruh dunia. Namun, baru sebagian kecil yang telah berhasil diidentifikasi dan dipelajari.

Hal ini menunjukkan bahwa dunia jamur masih menyimpan banyak misteri yang belum sepenuhnya terungkap.

Manfaat jamur bagi manusia

Selain berperan di alam, jamur juga memberikan banyak manfaat, seperti:

  • Menjadi bahan pangan yang kaya nutrisi.
  • Digunakan dalam pembuatan roti, keju, dan minuman fermentasi.
  • Menghasilkan antibiotik, seperti penisilin.
  • Dimanfaatkan dalam penelitian dan pengembangan obat-obatan.

Kesimpulan

Jamur bukan termasuk tumbuhan karena tidak memiliki klorofil, tidak dapat berfotosintesis, dan memiliki struktur sel yang berbeda. Sebagai anggota Kingdom Fungi, jamur memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sebagai pengurai, mitra tumbuhan, hingga sumber pangan dan obat-obatan. Meski sering dianggap sederhana, jamur merupakan salah satu kelompok makhluk hidup yang paling unik dan penting di Bumi.