Rabu, 22 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Dulu dari Batu, Kini Super Empuk: Sejarah Bantal yang Jarang Diketahui

RAU - Wednesday, 22 April 2026 | 07:44 AM

Background
Dulu dari Batu, Kini Super Empuk: Sejarah Bantal yang Jarang Diketahui

Saat mendengar kata bantal, yang terbayang tentu benda empuk dan nyaman yang selalu ada di tempat tidur.

Namun siapa sangka, bantal pertama di dunia justru bukan lembut, melainkan keras seperti batu.

Sejarahnya bahkan sudah ada sejak sekitar 7.000 tahun sebelum Masehi.

Perjalanan benda sederhana ini ternyata sangat panjang dan menarik.

Awal Mula: Bantal Pertama Terbuat dari Batu



Berdasarkan catatan sejarah, bantal pertama kali ditemukan di wilayah Mesopotamia kuno—yang kini menjadi bagian dari Irak modern.

Jangan bayangkan bentuknya seperti bantal sekarang.

Bantal pada masa itu berupa batu pipih dengan cekungan di bagian atas untuk menyangga kepala dan leher.

Lalu kenapa harus batu?

Ternyata tujuannya bukan untuk kenyamanan.



Fungsinya adalah:

•menjaga kepala tetap lebih tinggi dari lantai

•mencegah serangga masuk ke telinga, hidung, atau mulut saat tidur

•melindungi rambut dan wajah dari debu

Pada masa itu, tidur sering dilakukan di lantai atau alas sederhana.



Bantal batu adalah bentuk perlindungan praktis.

Simbol Kekayaan dan Status Sosial

Menariknya, bantal juga menjadi simbol status.

Semakin tinggi atau semakin banyak bantal yang dimiliki seseorang, semakin tinggi pula status sosialnya.

Di Mesir kuno, bantal juga dibuat dari kayu, marmer, gading, dan keramik.



Kepala dianggap sebagai bagian tubuh yang sakral, sehingga harus ditinggikan saat tidur.

Tidak hanya itu, beberapa bantal diukir dengan simbol dewa atau hewan sebagai pelindung spiritual.

Perubahan Besar di Era Yunani dan Romawi

Konsep bantal yang nyaman baru berkembang di era Yunani dan Romawi kuno.

Di sinilah manusia mulai berpikir bahwa tidur seharusnya memberi kenyamanan, bukan sekadar perlindungan.



Bantal mulai dibuat dari kain yang diisi:

•jerami

•alang-alang

•kapas

•bulu angsa



Bagi kalangan bangsawan, bulu angsa menjadi bahan favorit karena terasa lebih lembut dan mewah.

Inilah awal mula bentuk bantal empuk yang kita kenal sekarang.

Dari Kapuk hingga Memory Foam

Seiring berkembangnya teknologi tekstil, bahan bantal juga ikut berubah.

Di Indonesia, generasi lama sangat akrab dengan bantal kapuk.



Kapuk dipilih karena:

empuk, ringan, dan

berasal dari bahan alami.

Kemudian berkembang lagi menjadi:

•dacron



•microfiber

•latex

•memory foam

Memory foam kini populer karena mengikuti bentuk kepala dan leher sehingga dianggap lebih ergonomis.

Lalu Kenapa Bentuknya Berubah?



Perubahan bentuk bantal terjadi karena perubahan fungsi.

Dulu:

untuk perlindungan

Sekarang:

untuk kenyamanan dan kesehatan



Bantal modern didesain untuk menopang posisi tulang leher agar tetap sejajar dengan tulang belakang.

Karena itu muncul berbagai bentuk:

•persegi

•persegi panjang

•kontur leher



•travel pillow bentuk U

•guling

Bahkan guling punya sejarah unik di Indonesia yang dikenal sebagai "Dutch Wife", yaitu bantal panjang yang digunakan sebagai teman tidur para pria Belanda di tanah jajahan.

Dari batu keras hingga memory foam yang super empuk, perjalanan bantal menunjukkan bagaimana kebutuhan manusia berubah dari sekadar bertahan hidup menjadi mencari kualitas istirahat yang lebih baik.

Benda yang terlihat sederhana ini ternyata menyimpan sejarah ribuan tahun.