Rabu, 22 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Cara Mudah Bikin Teras Rumah Estetik Hanya dengan Tanaman

Tata - Wednesday, 22 April 2026 | 07:20 PM

Background
Cara Mudah Bikin Teras Rumah Estetik Hanya dengan Tanaman

Rekomendasi Tanaman Hias Biar Nggak Cuma Jadi Tempat Parkir Motor Doang

Pernah nggak sih kamu ngerasa kalau teras rumah itu adalah wajah dari kepribadian kita? Coba deh bayangkan, ada tamu datang, atau sekadar kurir paket lewat, terus mereka lihat teras rumah kamu gersang banget. Cuma ada sandal jepit yang udah tipis sebelah sama tumpukan kardus bekas. Rasanya kayak ada yang kurang, kan? Nah, di situlah peran tanaman hias masuk untuk menyelamatkan harga diri estetika rumah kamu.

Dulu, hobi merawat tanaman mungkin identik sama kegiatan pensiunan atau hobi ibu-ibu kompleks yang suka tukar-menukar pot sambil gibah tipis-tipis. Tapi sekarang? Tren "Plant Parent" udah merambah ke mana-mana. Mulai dari anak kosan yang pengen kamarnya kelihatan kayak di Pinterest, sampai pasangan muda yang baru punya KPR dan pengen rumahnya terasa adem. Tanaman hias bukan cuma soal oksigen, tapi soal vibes, kenyamanan, dan tentu saja konten Instagram yang ciamik.

Tapi, milih tanaman buat teras itu nggak bisa asal comot. Ada tanaman yang manja banget kayak gebetan baru, butuh perhatian tiap detik. Ada juga yang cuek bebek tapi tetap cantik. Biar kamu nggak bingung dan berakhir jadi "pembunuh tanaman" alias plant killer, yuk simak beberapa rekomendasi tanaman hias yang pas banget buat menghiasi teras rumah kamu.

1. Monstera Deliciosa: Sang Raja Estetika

Kalau kita ngomongin tanaman hias kekinian, nggak afdol rasanya kalau nggak masukin Monstera ke urutan pertama. Tanaman ini adalah "seragam wajib" buat rumah-rumah bergaya minimalis atau skandinavia. Daunnya yang bolong-bolong alami itu emang punya daya tarik magis. Taruh satu pot Monstera yang agak besar di sudut teras, otomatis nuansa rumah kamu bakal terasa lebih premium.

Kabar baiknya, Monstera ini nggak rewel-rewel banget. Dia suka tempat yang terang tapi nggak kena matahari langsung yang bikin daunnya gosong. Jadi, ditaruh di bawah atap teras itu udah paling pas. Cukup siram kalau medianya udah mulai kering. Monstera itu kayak teman yang low maintenance tapi selalu terlihat keren pas diajak nongkrong.



2. Aglaonema: Si Sri Rejeki yang Selalu Bikin Happy

Jangan tertipu sama namanya yang agak tradisional. Aglaonema atau yang sering disebut Sri Rejeki ini adalah primadona yang nggak ada matinya. Kenapa? Karena variasi warnanya itu lho, cakep banget! Ada yang warnanya pink cerah, merah merona, sampai hijau dengan corak perak yang elegan.

Konon katanya, tanaman ini membawa keberuntungan buat pemiliknya. Ya, percaya nggak percaya sih, tapi yang jelas tanaman ini bakal bikin mata kamu segar setiap kali melangkah keluar rumah. Aglaonema juga jago banget bertahan di cahaya redup. Jadi kalau teras kamu agak tertutup dan jarang dapet sinar matahari pagi, tanaman ini tetep bisa bertahan hidup dengan santai.

3. Lidah Mertua (Sansevieria): Tanaman Anti-Gagal buat Si Mager

Nah, kalau kamu tipe orang yang sibuk kerja, sering lupa nyiram tanaman, atau emang dasarnya agak mageran, Lidah Mertua adalah penyelamat hidup kamu. Nama tanaman ini emang agak kocak, mungkin karena bentuk daunnya yang tajam dan panjang kayak sindiran mertua? Siapa tahu, kan?

Tapi di balik namanya yang unik, Sansevieria ini adalah tanaman tangguh luar biasa. Dia bisa tetap hidup meski nggak disiram seminggu, bahkan dua minggu. Hebatnya lagi, tanaman ini adalah penyaring udara alami yang jempolan. Dia bisa menyerap polusi dan asap kendaraan di depan rumah. Jadi, teras rumah nggak cuma cantik, tapi udaranya juga lebih bersih buat paru-paru kamu.

4. Janda Bolong (Adansonii): Kecil-kecil Cabe Rawit

Sempat viral dan harganya selangit pas pandemi kemarin, sekarang Janda Bolong sudah lebih "membumi" harganya. Tanaman ini adalah sepupu dari Monstera, tapi versi lebih kecil dan biasanya merambat. Kamu bisa naruh Janda Bolong di pot gantung atau kasih tiang penyangga (turus) biar dia merambat ke atas.



Vibes-nya itu lho, bikin teras berasa kayak di tengah hutan tropis atau kafe-kafe hits di Bali. Perawatannya juga simpel banget. Yang penting jangan dibiarkan terlalu kering kerontang. Kalau kamu rajin ngajak dia ngobrol (oke, ini opsional), katanya sih pertumbuhannya bisa makin cepat.

5. Caladium: Si Keladi yang Penuh Warna

Kalau kamu ngerasa teras kamu terlalu banyak warna hijau, coba tambahin Caladium atau Keladi. Daunnya tipis kayak kertas dengan bentuk hati yang sangat jelas. Keunggulan utamanya ada di corak warnanya yang dramatis. Ada yang putih bersih dengan urat hijau, ada yang merah pekat, sampai kombinasi warna yang mirip lukisan abstrak.

Cuma ya gitu, Caladium ini sedikit lebih "drama" dibanding Lidah Mertua. Dia butuh kelembapan yang pas dan suka banget sama cahaya pagi. Kalau dia ngerasa nggak nyaman, biasanya daunnya bakal layu sebagai bentuk protes. Tapi kalau kamu udah nemu ritmenya, tanaman ini bakal jadi pusat perhatian siapa pun yang lewat di depan rumah kamu.

6. Sirih Gading: Tanaman Gantung yang Serbaguna

Teras kamu sempit? Tenang, jangan sedih. Kamu bisa memanfaatkan ruang vertikal dengan tanaman gantung. Dan juaranya adalah Sirih Gading. Tanaman ini tumbuhnya cepat banget dan menjuntai dengan cantiknya. Ada yang jenisnya Golden Pothos dengan warna kekuningan yang segar.

Sirih Gading ini ibaratnya "tanaman sejuta umat" yang nggak bakal bikin kamu nyesel. Dia bisa tumbuh di media tanah, bahkan cuma di botol berisi air pun dia oke-oke aja. Taruh beberapa pot gantung di bagian depan teras, dan simsalabim, rumah kamu bakal kelihatan jauh lebih asri tanpa makan tempat di lantai.



Yang Penting Konsisten

Memelihara tanaman hias di teras rumah itu sebenarnya soal komitmen kecil. Nggak perlu punya ratusan tanaman kayak di kebun botani. Mulai aja dari satu atau dua jenis yang kamu suka. Tanaman itu makhluk hidup, mereka bakal merespons kalau dirawat dengan hati (dan pupuk yang bener, tentunya).

Jangan stres kalau ada satu atau dua daun yang menguning. Itu wajar, namanya juga proses adaptasi. Yang penting, jangan sampai hobi ini malah jadi beban. Jadikan momen nyiram tanaman di sore hari sebagai ajang meditasi singkat setelah pusing sama kerjaan kantor atau tugas kuliah. Bonusnya? Teras rumah jadi makin estetik, tetangga jadi iri (dalam arti positif), dan tiap kali pulang rumah, kamu bakal disambut sama hijau-hijau yang bikin adem hati.

Jadi, kapan nih rencana mau ke toko tanaman terdekat? Jangan lupa bawa uang lebih, karena biasanya niatnya beli satu, pulangnya malah bawa satu mobil!