Dinkes Sumut Catat 387 Suspek Campak Sepanjang 2026, 18 Kasus Terkonfirmasi Positif
Liaa - Tuesday, 17 March 2026 | 10:43 AM


MEDAN
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara mencatat ratusan kasus suspek campak sejak awal tahun 2026. Berdasarkan data hingga 4 Maret 2026, jumlah suspek campak yang dilaporkan di berbagai daerah di Sumut mencapai 387 kasus.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal Lubis, menyampaikan bahwa dari ratusan kasus yang tercatat tersebut, sebagian masih berstatus suspek atau dugaan. Sementara itu, sebanyak 18 kasus telah dipastikan positif campak.
"Sepanjang 2026 hingga data per 4 Maret, terdapat 387 kasus suspek campak. Dari jumlah itu, 18 kasus sudah terkonfirmasi positif," ujar Hamid Rijal Lubis, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, kasus positif tersebut tersebar di lima kabupaten/kota, yakni Deliserdang, Batubara, Tanjung Balai, Pematangsiantar, dan Tapanuli Tengah.
Terkait kemungkinan penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB), Hamid mengatakan bahwa kewenangan penetapannya berada pada pemerintah kabupaten atau kota masing-masing. Menurutnya, ada sejumlah tahapan serta pertimbangan yang harus dilalui sebelum sebuah daerah menetapkan status tersebut.
"Penetapan KLB dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota. Ada beberapa proses dan pertimbangan yang harus dilakukan terlebih dahulu. Dinas Kesehatan Provinsi hanya memberikan arahan sebelum diputuskan apakah kejadian ini masuk kategori KLB atau tidak," jelasnya.
Ia menambahkan, langkah yang paling penting saat ini adalah melakukan pemantauan, monitoring, serta evaluasi secara intensif di daerah yang melaporkan kasus campak, baik yang sudah terkonfirmasi maupun yang masih berstatus suspek dengan jumlah cukup tinggi.
Dinkes Sumut juga meminta pemerintah daerah agar melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap setiap kasus yang ditemukan, khususnya pada kasus yang telah dipastikan positif.
"Untuk kasus yang terkonfirmasi positif tentu harus dilakukan penyelidikan epidemiologi. Namun idealnya, seluruh kasus suspek juga diperiksa melalui penyelidikan epidemiologi," katanya.
Selain itu, Dinkes Sumut mendorong penguatan koordinasi lintas sektor dalam upaya pengendalian penyebaran campak. Pihaknya juga memastikan distribusi logistik vaksin tetap berjalan lancar untuk mendukung langkah pencegahan.
"Kami memastikan rantai distribusi logistik vaksin tetap berjalan baik. Koordinasi lintas sektor juga sangat penting dalam penanggulangan kasus campak ini," pungkasnya.
Next News

Aceh Tetapkan Status Siaga Hidrometeorologi hingga 20 April 2026, Pemda Diminta Aktifkan Posko 24 Jam
7 hours ago

Wali Kota Medan Bahas Kesiapan Haji 2026, 1.883 Jemaah Siap Berangkat ke Tanah Suci
7 hours ago

Porwasu 2026 Resmi Ditutup, Pemprov Sumut Jadikan Agenda Tahunan HPN
an hour ago

15 Tahun Menunggu, Desa Lantosan Rogas Jadi Tuan Rumah Pengajian Akbar Bulanan Pemkab Tapsel dan BKMT Kasih Ibu
14 hours ago

Cuaca Ekstrem Terjang Batubara dan Simalungun, Dua Rumah Rusak Akibat Puting Beliung
6 hours ago

Rico Waas Buka MTQ ke-59 Kota Medan, Diikuti 692 Peserta dari 21 Kecamatan
a day ago

Hutama Karya Percepat JTTS, Komisi V dan VI DPR RI Kawal Proyek Strategis di Aceh dan Jambi
a day ago

Didukung APBN 2026, Samosir Disiapkan Jadi Sentra Bawang Putih Nasional
a day ago

Pemkot Medan sediakan tenda bazar UMKM gratis di MTQ ke-59
2 days ago

30 Atlet Sumut Peraih Medali SEA Games 2025 Terima Bonus, Emas Diguyur Rp75 Juta
2 days ago





