Rabu, 25 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Dilema Pilih Baju Bukber? Intip Tren Fashion Ramadan Terbaru

Tata - Wednesday, 25 February 2026 | 04:45 PM

Background
Dilema Pilih Baju Bukber? Intip Tren Fashion Ramadan Terbaru

Ramadan kembali menyapa, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, jadwal kalender kita tiba-tiba penuh sesak. Bukan cuma penuh dengan jadwal tadarus atau tarawih, tapi penuh dengan undangan "Buka Bersama" alias bukber. Dari teman SD yang sudah sepuluh tahun nggak ngobrol, teman kantor yang tiap hari ketemu, sampai geng komplek yang hobi ghibah takjil, semuanya mendadak rajin bikin grup WhatsApp baru. Tapi jujur saja, di balik esensi silaturahmi yang mulia itu, ada satu kecemasan yang selalu menghantui: "Besok pakai baju apa, ya?"

Dulu, bukber mungkin cuma soal datang, makan gorengan, lalu pulang. Sekarang? Bukber sudah bertransformasi menjadi panggung fashion show terselubung. Istilah OOTD (Outfit of the Day) bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan elemen krusial yang menentukan seberapa "menyala" kehadiran kita di feed Instagram atau TikTok. Fenomena ini menarik untuk dibedah, karena tren busana bukber setiap tahunnya selalu punya cerita unik, dari yang elegan sampai yang bikin kita geleng-geleng kepala.

Dominasi Cewek Bumi dan Kembalinya Warna Pastel

Kalau kita perhatikan di berbagai kafe atau restoran saat jam buka puasa, pemandangan didominasi oleh palet warna yang menenangkan. Tren "Cewek Bumi" alias mereka yang hobi pakai warna-warna tanah (earth tone) seperti krem, beige, cokelat susu, dan olive, sepertinya masih memegang takhta tertinggi. Kenapa? Karena warna-warna ini dianggap paling aman untuk memberikan kesan santun namun tetap estetik di depan kamera.

Jangan lupakan juga "trauma" kolektif kita terhadap warna sage green yang sempat menjajah seluruh pelosok negeri tahun lalu. Tahun ini, meskipun sage green masih ada, trennya mulai bergeser ke arah warna yang lebih lembut seperti baby blue atau peach fuzz. Gaya berpakaiannya pun semakin variatif. Ada yang memilih abaya modern yang cutting-annya longgar tapi tetap memberikan siluet jenjang, hingga padu padan outer lace yang transparan namun tetap terlihat sopan dengan inner yang pas. Intinya satu: harus terlihat effortless, meskipun persiapan di depan cermin butuh waktu dua jam sendiri.

Skema Cowok Bukber: Antara Baju Koko atau Kaos Oversize

Berbeda dengan kaum hawa yang persiapannya melibatkan kurasi kerudung yang tegak paripurna, kaum adam biasanya jauh lebih simpel—atau mungkin terlalu santai. Tren OOTD bukber buat cowok biasanya terbagi menjadi dua kubu besar. Pertama, kubu "Gus-gus Keren" yang mendadak religius dengan baju koko lengan pendek motif minimalis atau kemeja linen kerah shanghai. Biasanya, mereka ini yang jadi incaran mertua karena auranya terlihat sangat menyejukkan hati.



Kubu kedua adalah "Anak Skena" yang tetap setia dengan kaos oversize warna hitam atau charcoal, celana cargo, dan sneakers mahal. Buat mereka, bukber adalah momen untuk menunjukkan koleksi sepatu terbaru. Lucunya, seringkali terjadi bentrokan selera. Di satu meja, ada cowok yang rapi banget kayak mau lamaran, eh di sebelahnya ada temannya yang cuma pakai hoodie padahal bukbernya di restoran bintang lima. Tapi ya itulah uniknya bukber, semua perbedaan cair setelah es teh manis menyentuh kerongkongan.

Drama Dresscode dan Realita di Balik Foto

Salah satu hal yang paling bikin pusing dalam perhelatan bukber adalah penentuan dresscode. "Eh, dresscode-nya putih ya!" tulis salah satu admin grup. Kalimat ini seringkali menjadi awal dari bencana bagi mereka yang hobi makan makanan berkuah atau sambal. Memakai baju putih ke tempat bukber yang menu andalannya adalah sambal bakar atau gulai adalah sebuah aksi ekstrem yang butuh keberanian tinggi. Satu cipratan minyak, dan hancurlah estetika OOTD hari itu.

Selain itu, ada satu realita yang jarang diungkap di media sosial: perjuangan menahan perut setelah makan. Saat sesi foto sebelum makan (pre-meal), semua orang terlihat langsing, tegak, dan bercahaya. Namun, begitu adzan maghrib berkumandang dan takjil hingga makanan berat masuk ke sistem pencernaan, mulailah terjadi perubahan fisik. Kancing celana yang mulai terasa sesak atau perut yang membuncit di balik dress ketat adalah perjuangan nyata. Inilah alasan mengapa tren baju dengan potongan "A-Line" atau tunik longgar tetap menjadi primadona; mereka adalah penyelamat perut buncit pasca-bukber yang paling setia.

Aksesori dan Detail yang Bikin Beda

Tahun ini, tren OOTD bukber juga diramaikan dengan detail-detail kecil yang mencolok. Penggunaan aksesori seperti tas mungil (tiny bag) yang sebenarnya cuma muat buat lipstik dan kartu ATM masih sangat digemari. Selain itu, pashmina berbahan shimmer atau silk juga mulai banyak bermunculan, memberikan efek glowing instan pada wajah pemakainya meskipun sebenarnya cuaca sedang panas-panasnya.

Bagi yang tidak berhijab, jepit rambut ala Korea atau penggunaan scarf di leher menjadi aksen yang manis. Gaya ini memberikan kesan bahwa kita peduli pada penampilan, tanpa terlihat seperti "berusaha terlalu keras." Di sisi lain, penggunaan alas kaki juga bergeser. Sekarang, banyak orang lebih memilih memakai platform sandals atau loafers dibandingkan heels yang menyiksa kaki saat harus berdiri lama mengantre buffet makanan.



Pada akhirnya, tren OOTD bukber adalah tentang bagaimana kita mengekspresikan diri dan menghargai undangan teman atau keluarga. Mengikuti tren memang seru, apalagi kalau bisa dapet foto yang "Instagenic" buat dipajang di profil. Tapi jangan sampai urusan baju malah bikin kita stres sendiri, atau malah bikin kita jadi enggan berangkat karena merasa nggak punya baju baru.

Ingat, esensi dari buka bersama adalah silaturahmi.