Jumat, 20 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Dilema Kulit Tepi Kuku yang Mengelupas: Dari Gemas Jadi Perih, Kok Bisa Sih?

Liaa - Friday, 20 February 2026 | 10:05 PM

Background
Dilema Kulit Tepi Kuku yang Mengelupas: Dari Gemas Jadi Perih, Kok Bisa Sih?

Dilema Kulit Tepi Kuku yang Mengelupas: Dari Gemas Jadi Perih, Kok Bisa Sih?

Pernah nggak sih kamu lagi asyik-asyiknya scrolling TikTok atau lagi serius ngetik laporan kerjaan, tiba-tiba pandanganmu teralihkan sama sesuatu yang kecil tapi sangat mengganggu di jari tangan? Iya, apalagi kalau bukan kulit kecil di pinggiran kuku yang mencuat minta ditarik. Dalam bahasa medis, fenomena ini sering disebut sebagai hangnail. Meskipun namanya ada unsur "nail" alias kuku, sebenarnya yang bermasalah itu adalah jaringan kulit di sekitarnya.

Masalahnya, tangan manusia itu punya rasa penasaran yang nggak masuk akal. Begitu melihat ada kulit terkelupas sedikit, rasanya tangan ini gatal banget pengen "merapikannya" dengan cara ditarik paksa. Hasilnya? Bukannya rapi, malah berakhir dengan drama berdarah, jari yang nyut-nyutan, sampai infeksi yang bikin jempol bengkak mirip sosis goreng. Padahal, kalau kita mau sedikit lebih sabar dan mencari tahu penyebabnya, drama perih-perih manja ini sebenarnya bisa banget dihindari.

Kenapa Kulit di Tepi Kuku Bisa "Rewel"?

Penyebab utama kenapa kulit di tepi kuku sering terkelupas sebenarnya klise banget: kering. Kulit di area sekitar kuku itu sejatinya lebih tipis dan sensitif dibandingkan kulit telapak tangan. Begitu dia kehilangan kelembapan alaminya, dia bakal mengeras, pecah, lalu terpisah dari permukaan kulit utamanya. Tapi, apa yang bikin dia jadi sekering itu?

Coba deh ingat-ingat, seberapa sering kamu cuci tangan pakai sabun atau pakai hand sanitizer belakangan ini? Sejak pandemi, kebiasaan kita menjaga kebersihan memang meningkat drastis, tapi ada harganya. Kandungan alkohol dalam hand sanitizer dan deterjen keras dalam sabun cuci piring itu jahat banget buat kelembapan kulit. Mereka nggak cuma membunuh kuman, tapi juga menyapu bersih minyak alami yang menjaga kulit tetap elastis. Alhasil, kulit di pinggir kuku jadi yang pertama "menyerah" dan akhirnya terkelupas.

Selain faktor eksternal, cuaca juga punya peran besar. Kalau kamu sering berada di ruangan ber-AC seharian, udara yang kering bakal menyedot kelembapan dari tubuhmu. Jangan heran kalau tiba-tiba jari-jarimu jadi terlihat kerontang. Ini semacam protes kecil dari tubuh karena lingkungannya kurang bersahabat bagi kesehatan kulit.



Kebiasaan Buruk yang Jadi Bensin bagi Api

Nah, selain faktor lingkungan, ada juga faktor internal yang seringnya kita lakukan tanpa sadar: kebiasaan gigit kuku alias nail-biting. Hayo, siapa yang kalau lagi stres nungguin balasan chat atau lagi mikir keras pas ujian, ujung-ujung jarinya langsung masuk ke mulut? Air liur kita itu mengandung enzim pencernaan yang fungsinya buat menghancurkan makanan. Bayangkan kalau enzim itu terus-menerus menempel di kulit tepi kuku. Bukannya lembap, kulit malah makin rusak dan rapuh.

Belum lagi kalau kamu tipe orang yang nggak sabaran. Melihat ada kulit terkelupas sedikit, langsung ditarik pakai gigi atau tangan kosong. Ini adalah kesalahan fatal. Menarik kulit tepi kuku secara paksa seringkali justru merobek jaringan kulit yang masih sehat di bawahnya. Itulah kenapa sering ada sensasi perih yang luar biasa dan darah yang keluar meski lukanya terlihat kecil. Luka terbuka ini adalah pintu gerbang emas buat bakteri masuk dan bikin infeksi alias cantengan (paronychia).

Kurang Vitamin atau Cuma Kurang Minum?

Sering ada mitos yang bilang kalau kulit sekitar kuku mengelupas itu tanda kurang kalsium. Well, nggak sepenuhnya benar, tapi nggak salah juga kalau kita bicara soal nutrisi secara umum. Kulit yang sehat butuh asupan Vitamin B-kompleks, Vitamin C, dan Vitamin E yang cukup. Kalau kamu jarang makan sayur dan buah, lalu lebih sering mengonsumsi makanan instan, jangan kaget kalau kualitas kulitmu jadi menurun.

Tapi sebelum buru-buru beli suplemen mahal, coba cek dulu asupan air putihmu. Hidrasi itu mulainya dari dalam. Kalau tubuhmu kekurangan cairan (dehidrasi), kulit adalah organ pertama yang bakal menunjukkan gejalanya. Kulit jadi nggak kenyal, kusam, dan tentu saja, tepi-tepi kuku jadi lebih mudah pecah-pecah.

Cara Jinakin Kulit yang Lagi "Ngambek"

Terus, gimana caranya biar jari-jari kita tetap estetik tanpa ada kulit yang mencuat? Solusinya bukan ditarik, tapi dirawat. Langkah paling simpel adalah mulai rutin pakai hand cream atau body lotion setiap habis cuci tangan. Kalau mau yang lebih pro, kamu bisa pakai cuticle oil atau minyak zaitun. Oleskan di area tepi kuku sebelum tidur, pijat pelan, dan biarkan dia bekerja semalaman.



Kalau terlanjur ada kulit yang sudah terangkat dan sangat mengganggu, jangan ditarik! Gunakan gunting kuku yang tajam dan steril untuk memotong bagian yang mencuat itu sedekat mungkin dengan pangkalnya. Jangan dipaksakan sampai ke dalam, cukup biar dia nggak nyangkut di baju atau rambut lagi. Setelah dipotong, segera beri pelembap atau salep antiseptik kalau memang sudah ada kemerahan.

Kesimpulannya, kulit tepi kuku yang mengelupas itu adalah cara tubuh bilang, "Eh, aku kurang perhatian nih!" Jangan cuma fokus sama skincare wajah yang berlayer-layer, tapi jari-jari yang setiap hari kerja keras buat ngetik dan pegang HP malah dicuekin. Mulailah lebih rajin minum air putih, kurangi kebiasaan gigit kuku, dan selalu sedia pelembap di tas. Jari yang sehat nggak cuma bikin tangan kelihatan cantik saat difoto pakai cincin atau nail art, tapi juga membebaskanmu dari drama perih yang nggak perlu.

Tags