Diet Besok Terus? Inilah 5 Cara Realistis Turunkan Berat Badan Tanpa Harus Menyiksa Diri
Liaa - Thursday, 26 February 2026 | 06:10 AM


Diet Besok Terus? Inilah 5 Cara Realistis Turunkan Berat Badan Tanpa Harus Menyiksa Diri
Mari kita jujur-jujuran saja. Hampir setiap dari kita pasti pernah berdiri di depan cermin, mengelus perut yang mulai membuncit, lalu bergumam pelan, "Oke, fiks besok diet." Tapi kenyataannya? Esok harinya kita malah berakhir di depan kedai seblak atau memesan kopi susu gula aren ekstra whip cream karena merasa stres dengan pekerjaan. Siklus "diet mulai besok" ini sudah menjadi mitos urban yang lebih horor daripada cerita hantu di sekolah-sekolah lama.
Menurunkan berat badan seringkali dianggap sebagai sebuah siksaan massal. Kita membayangkan harus makan sayuran rebus hambar setiap hari atau lari maraton sampai pingsan. Padahal, urusan timbangan itu sebenarnya bukan soal seberapa keras kita menyiksa diri, tapi soal seberapa pintar kita berkompromi dengan gaya hidup sendiri. Menurunkan berat badan di tengah gempuran tren makanan kekinian memang tantangan berat bagi kaum mendang-mending seperti kita. Tapi tenang, bukan berarti mustahil.
Berikut adalah 5 cara menurunkan berat badan yang lebih manusiawi, tetap masuk akal, dan pastinya nggak bikin kamu merasa kehilangan kebahagiaan hidup sebagai warga negara Indonesia yang hobi jajan.
1. Defisit Kalori: Matematika Sederhana yang Sering Dilupakan
Kalau kamu mencari kunci rahasia dari segala macam diet, jawabannya cuma satu: defisit kalori. Mau kamu diet keto, diet debm, atau diet air putih sekalipun, intinya adalah kalori yang masuk harus lebih kecil dari kalori yang dibakar. Bayangkan tubuhmu itu seperti rekening bank. Kalau kamu rajin setor (makan) tapi malas narik (aktivitas), ya saldonya makin numpuk. Bedanya, kalau saldo bank bikin senang, saldo lemak di perut malah bikin celana jin kesayangan nggak bisa dikancing.
Jujurly, kamu nggak perlu berhenti makan nasi padang selamanya. Kamu cuma perlu tahu porsinya. Kalau biasanya minta nasi ditambah (karena gratis), sekarang coba minta nasinya setengah saja. Kurangi gorengan yang berminyak parah itu. Fokuslah pada makanan yang bikin kenyang lebih lama, seperti protein dan serat. Ingat, kenyang itu sinyal otak, bukan sinyal perut yang harus sampai meledak baru berhenti makan.
2. Intermittent Fasting alias Puasa Estetik
Metode ini lagi hits banget, dan sejujurnya, ini adalah cara paling gampang buat orang yang malas menghitung kalori tiap kali mau suap nasi. Intermittent Fasting (IF) atau puasa intermiten bukan soal apa yang kamu makan, tapi kapan kamu makan. Pola yang paling populer adalah 16:8, di mana kamu puasa selama 16 jam dan punya jendela makan selama 8 jam.
Kedengarannya seram? Enggak juga. Kamu bisa mulai makan jam 12 siang dan berhenti jam 8 malam. Artinya, kamu cuma melewatkan sarapan pagi saja. Di luar jam itu, kamu masih boleh minum air putih, kopi hitam tanpa gula, atau teh tawar. Metode ini efektif karena memberi waktu bagi sistem pencernaanmu untuk istirahat dan memaksa tubuh membakar cadangan lemak sebagai energi. Plus, cara ini sangat membantu buat kamu yang sering kena jebakan "midnight snack" sambil nonton Netflix.
3. Perangi "Kalori Cair" yang Tersembunyi
Banyak orang merasa sudah makan sedikit, tapi berat badan tetap stagnan atau malah naik. Coba cek apa yang kamu minum. Kadang kita lupa kalau segelas boba, kopi susu kekinian, atau minuman kemasan di minimarket itu kalorinya bisa setara dengan sepiring nasi ayam. Masalahnya, minuman manis nggak bikin kenyang, tapi gulanya langsung lari jadi lemak perut.
Coba deh pelan-pelan ganti asupan cairanmu dengan air putih. Air putih itu nol kalori dan ajaibnya bisa membantu metabolisme. Kalau merasa bosan dengan air tawar, kamu bisa bikin infused water pakai lemon atau timun supaya ada rasa segar-segarnya sedikit. Mengurangi gula cair adalah langkah paling instan untuk melihat perubahan di angka timbangan tanpa harus merasa kelaparan.
4. Jangan Langsung Gym, Coba Perbanyak Jalan Kaki
Sering nggak sih kita merasa fomo lalu daftar membership gym selama setahun, tapi cuma datang dua kali di minggu pertama? Habis itu kartunya cuma jadi hiasan di dompet. Alih-alih memaksakan diri olahraga berat yang bikin kapok, coba mulai dengan sesuatu yang sepele tapi konsisten: jalan kaki. Targetkan 5.000 sampai 10.000 langkah sehari.
Daripada naik ojek ke minimarket yang jaraknya cuma 300 meter, mending jalan kaki. Kalau di kantor atau mall, coba pakai tangga daripada lift. Jalan kaki itu olahraga yang paling underrated. Sambil dengerin podcast atau playlist lagu favorit, nggak kerasa kamu sudah membakar kalori yang lumayan. Konsistensi dalam bergerak jauh lebih penting daripada olahraga berat yang cuma dilakukan sekali sebulan.
5. Tidur Cukup dan Kelola Stres
Ini bagian yang paling sering disepelekan. Kamu bisa saja makan bersih dan olahraga setiap hari, tapi kalau kurang tidur dan stres berat, berat badan bakal susah turun. Kenapa? Karena saat kita kurang tidur, hormon ghrelin (hormon lapar) bakal melonjak, sementara hormon leptin (hormon kenyang) bakal turun. Itulah kenapa kalau kita begadang, bawaannya pengen makan mi instan pakai telur terus.
Stres juga memicu hormon kortisol yang bikin tubuh kita jadi "mode bertahan hidup" dan malah menyimpan lemak, terutama di bagian perut. Jadi, kalau mau kurus, jangan terlalu keras sama diri sendiri. Tidur 7-8 jam sehari itu bukan tanda malas, itu adalah bagian dari proses metabolisme tubuhmu. Berikan tubuhmu waktu untuk recovery.
Menurunkan berat badan itu maraton, bukan sprint 100 meter. Nggak ada gunanya turun 5 kg dalam seminggu kalau minggu depannya kamu balas dendam dan naik 7 kg. Fokuslah pada perubahan kecil yang bisa kamu lakukan selamanya. Jangan terlalu benci dengan timbangan, karena angka itu bukan penentu harga dirimu. Yang penting adalah kamu merasa lebih sehat, lebih ringan, dan tetap bisa tersenyum saat melewati cermin. Semangat ya, pejuang diet!
Next News

Antara Benci dan Rindu, Inilah Daya Tarik Magis Jengkol
in 5 hours

Lobak Putih, Detoks Alami buat Hati dan Ginjal
in 5 hours

Sering Basah Kuyup Sendirian? Kenali Penyebab Keringat Berlebih
in 5 hours

Timbangan Naik Bukan Akhir Dunia, tapi Ya Jangan Cuek-cuek Amat Juga
in 5 hours

Angin Duduk: Bukan Masuk Angin Biasa, Waspada Tanda Penyakit Jantung
in 3 hours

Benarkah Tertawa Bisa Meningkatkan Imunitas?
in 3 hours

Bekam: Terapi Kuno yang Masih Bertahan, Bagaimana Menurut Sains?
18 hours ago

Waspada!Perut Buncit Bukan Hanya Sekadar Lemak Biasa.
18 hours ago

Apa Itu Penyakit Autoimun? Saat Tubuh "Salah Kenal" dan Menyerang Dirinya Sendiri
19 hours ago

Kaum Jompo Wajib Tahu: Beda Neurobion Biru dan Neurobion Forte
7 hours ago





