Rabu, 25 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Darvaza "Gate of Hell": Kawah Api Raksasa yang Terus Menyala Sejak 1971

RAU - Wednesday, 25 March 2026 | 07:34 AM

Background
Darvaza "Gate of Hell": Kawah Api Raksasa yang Terus Menyala Sejak 1971

Di dunia ini ada beberapa tempat yang tampak begitu ekstrem hingga terlihat seperti bagian dari film fiksi ilmiah.

Salah satunya adalah *Darvaza Gas Crater di Turkmenistan, sebuah kawah raksasa yang dipenuhi api menyala di tengah gurun*.

Ketika malam tiba, lubang besar ini memancarkan cahaya oranye terang yang terlihat dari kejauhan. Karena pemandangannya yang dramatis dan sedikit menyeramkan, tempat ini sering dijuluki "Gate of Hell" atau Gerbang Neraka.

Fenomena ini bukan berasal dari gunung berapi, melainkan dari cadangan gas alam yang terbakar.

*Awal Mula Terbentuknya Kawah Darvaza*



Peristiwa ini bermula pada tahun 1971 ketika para ahli geologi dari Uni Soviet melakukan eksplorasi gas alam di Gurun Karakum.

Saat pengeboran dilakukan, tanah di lokasi tersebut ternyata tidak stabil. Tanah tiba-tiba runtuh dan membentuk lubang besar, menelan peralatan pengeboran yang ada di atasnya.

Lubang tersebut kemudian diketahui mengandung gas metana dalam jumlah besar. Gas metana adalah gas yang sangat mudah terbakar dan berbahaya jika terhirup dalam konsentrasi tinggi.

Untuk mencegah gas beracun menyebar ke lingkungan sekitar, para ilmuwan saat itu memutuskan membakar gas tersebut, dengan harapan api akan padam setelah beberapa hari ketika cadangan gas habis.

Namun kenyataannya berbeda.



Api tersebut tidak pernah padam.

*Api yang Terus Menyala Puluhan Tahun*

Sejak dinyalakan pada tahun 1971, kawah ini terus mengeluarkan gas metana yang kemudian terbakar di permukaan.

Akibatnya, kawah tersebut berubah menjadi lubang raksasa yang dipenuhi api.

Ukuran kawah ini cukup besar:



•Diameter sekitar 70 meter

•Kedalaman sekitar 30 meter

•Di dalamnya terdapat ratusan titik api kecil yang terus menyala dari celah-celah tanah.

Menurut National Geographic, api ini bertahan karena cadangan gas alam di bawah tanah masih terus mengalir ke kawah tersebut.

Ahli geologi Dr. George Kourounis, yang pernah turun langsung ke dalam kawah untuk penelitian pada tahun 2013, menjelaskan:



"Kawah Darvaza pada dasarnya adalah ventilasi besar yang terus melepaskan gas metana dari bawah tanah. Selama gas itu masih keluar, api akan terus menyala."

Penelitian yang dilakukan di kawah ini juga menemukan mikroorganisme ekstrem yang mampu hidup di lingkungan panas dan penuh gas.

*Dari Kecelakaan Menjadi Ikon Wisata*

Meski awalnya merupakan kecelakaan geologi akibat eksplorasi gas, Darvaza kini justru menjadi salah satu objek wisata paling terkenal di Turkmenistan.

Wisatawan dari berbagai negara datang ke Gurun Karakum untuk melihat langsung kawah api raksasa ini, terutama pada malam hari ketika cahaya api terlihat sangat dramatis.



Banyak pengunjung bahkan berkemah di sekitar kawah untuk menikmati pemandangan unik tersebut.

*Rencana Pemerintah untuk Menutup "Gate of Hell"*

Meski terkenal di dunia, pemerintah Turkmenistan sebenarnya tidak selalu melihat kawah ini sebagai daya tarik wisata.

Api yang terus menyala berarti gas alam yang berharga terus terbuang ke udara.

Pada tahun 2022, Presiden Turkmenistan Gurbanguly Berdimuhamedow meminta para ilmuwan dan ahli energi untuk mencari cara memadamkan api di kawah Darvaza.



Menurut pemerintah, ada beberapa alasan utama mengapa kawah ini ingin ditutup:

•Mengurangi pemborosan gas alam yang merupakan sumber energi penting negara

•Menurunkan emisi gas metana yang berkontribusi terhadap perubahan iklim

•Meningkatkan efisiensi eksploitasi sumber energi.

Namun memadamkan api ini tidak mudah.



Para ahli harus mencari cara untuk menghentikan aliran gas dari bawah tanah tanpa menimbulkan ledakan atau kerusakan lingkungan.

Hingga saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap kajian ilmiah, dan api di Darvaza masih terus menyala.

Darvaza "Gate of Hell" adalah contoh bagaimana sebuah kecelakaan eksplorasi energi dapat berubah menjadi fenomena alam yang unik dan menarik perhatian dunia.

Api yang awalnya diperkirakan hanya akan bertahan beberapa hari kini telah menyala selama lebih dari lima dekade, menjadikannya salah satu pemandangan paling dramatis di planet ini.

Fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa aktivitas manusia di bidang energi dapat menghasilkan konsekuensi yang tak terduga.