Dari Nikotin hingga Arsenik, Kenali Bahaya Rokok bagi Tubuh
RAU - Monday, 18 May 2026 | 01:14 PM


Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) tahun 2020, lebih dari 8 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat rokok. Sekitar 7 juta di antaranya merupakan perokok aktif, sementara 1,2 juta lainnya adalah perokok pasif yang terpapar asap rokok.
Bahaya tersebut berasal dari ribuan zat kimia yang terkandung dalam rokok. Tercatat lebih dari 7.000 bahan kimia terdapat dalam sebatang rokok, dengan sekitar 250 zat berbahaya dan sedikitnya 70 zat bersifat karsinogenik atau pemicu kanker.
Berikut beberapa kandungan berbahaya dalam rokok yang dapat merusak tubuh:
1. Karbon Monoksida
Karbon monoksida adalah gas beracun tanpa warna dan bau. Saat terhirup, gas ini akan berikatan dengan sel darah merah lebih kuat dibandingkan oksigen. Akibatnya, distribusi oksigen ke seluruh tubuh terganggu, sehingga memicu kelelahan, pusing, gangguan fungsi jantung, hingga risiko koma dan kematian jika terpapar dalam kadar tinggi.
2. Nikotin
Nikotin merupakan zat adiktif utama dalam rokok. Senyawa ini memengaruhi sistem saraf pusat dan memicu pelepasan hormon adrenalin, yang meningkatkan tekanan darah, detak jantung, dan laju pernapasan. Efek candu nikotin inilah yang membuat seseorang sulit berhenti merokok.
3. Tar
Tar adalah zat lengket hasil pembakaran rokok yang bersifat karsinogenik. Zat ini mengendap di paru-paru dan meningkatkan risiko kanker paru-paru serta emfisema. Tar juga dapat masuk ke aliran darah dan berkontribusi terhadap penyakit jantung, diabetes, serta gangguan kesuburan. Noda kuning pada gigi dan jari perokok juga disebabkan oleh tar.
4. Hidrogen Sianida
Hidrogen sianida adalah racun yang juga digunakan dalam industri tekstil dan pestisida. Zat ini menghambat kemampuan tubuh menggunakan oksigen secara optimal. Paparan dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan sakit kepala, mual, lemas, hingga kehilangan kesadaran.
5. Benzena
Benzena merupakan senyawa hasil pembakaran rokok yang berbahaya bagi sistem darah. Paparan jangka panjang dapat merusak sumsum tulang, menurunkan jumlah sel darah merah, serta meningkatkan risiko anemia dan leukemia.
6. Formaldehida
Formaldehida dikenal sebagai bahan pengawet dalam industri. Dalam rokok, zat ini dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan dalam jangka pendek. Paparan jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker nasofaring.
7. Arsenik
Arsenik termasuk zat karsinogenik golongan pertama. Paparan arsenik dalam rokok berasal dari residu pestisida pada tanaman tembakau. Zat ini dapat meningkatkan risiko kanker kulit, paru-paru, hati, ginjal, dan saluran kemih.
8. Kadmium
Kadmium yang terhirup melalui asap rokok akan terserap ke paru-paru. Akumulasi zat ini dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan ginjal, tulang rapuh, gangguan pencernaan, serta meningkatkan risiko kanker paru-paru.
9. Amonia
Amonia digunakan dalam industri rokok untuk meningkatkan efek nikotin sehingga lebih adiktif. Paparan jangka pendek dapat menyebabkan sesak napas, iritasi mata, dan sakit tenggorokan. Dalam jangka panjang, zat ini berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan serius hingga kanker tenggorokan.
Next News

Jangan Lewatkan! Keutamaan Dzulhijjah yang Sering Terlupakan
in 6 hours

Mengenal 4 Jenis Roti India Populer: Naan, Chapati, Paratha, dan Papadam
in 5 hours

Hari Besar 18 Mei: Hari Museum Internasional hingga Hari Vaksin AIDS Sedunia
in 5 hours

Bahaya Doomscrolling Drama: Tahu-Tahu Waktu Istirahat Sudah Habis
in 5 hours

Perbedaan Skin Tone dan Undertone Kulit: Cara Menentukan dan Manfaat Mengetahuinya
in 5 hours

Teras Makin Cantik! 9 Bunga Gantung yang Tahan Terik Matahari
in 5 hours

Dari Pangan hingga Farmasi, Mengenal 10 Rumput Laut Andalan Nusantara
in 5 hours

Si Kecil Kecanduan HP? Yuk Cegah Dampak Buruk Generasi Tunduk
in 5 hours

Fakta Unik Kura-Kura: Kelamin Ditentukan Suhu Bukan Gen
in 4 hours

Self-Awareness pada Simpanse, Fakta Ilmiah yang Menarik
in 4 hours





