Chiropractic: Si Ahli "Kretek-Kretek" Tulang, Amankah?
RAU - Monday, 23 February 2026 | 09:44 AM


Belakangan ini, video terapi chiropractic sering viral di media sosial. Suara "kretek" saat tulang diputar atau ditekan terdengar dramatis dan memancing rasa lega bagi sebagian orang.
Chiropractic sendiri adalah terapi yang berfokus pada sistem muskuloskeletal, terutama tulang belakang. Teknik utamanya disebut spinal manipulation atau penyesuaian sendi.
Menurut World Health Organization, chiropractic termasuk dalam pengobatan komplementer yang digunakan untuk gangguan otot dan rangka.
Kenapa Bisa Bunyi "Kretek"?
Bunyi tersebut bukan tulang yang patah atau bergeser. Secara ilmiah, suara itu berasal dari pelepasan gelembung gas dalam cairan sendi (fenomena kavitasi) saat tekanan berubah dengan cepat.
Artinya, bunyi itu bukan pertanda berhasil atau tidaknya terapi.
Apa Manfaatnya?
Menurut National Center for Complementary and Integrative Health, spinal manipulation cukup efektif untuk:
✔Nyeri punggung bawah akut
✔Nyeri leher ringan hingga sedang
✔Sakit kepala tipe tegang
Beberapa studi menunjukkan hasil yang sebanding dengan fisioterapi untuk kasus tertentu.
Namun, klaim bahwa chiropractic dapat menyembuhkan asma, gangguan pencernaan, atau penyakit sistemik lain belum memiliki bukti ilmiah kuat.
Apakah Aman?
Sebagian besar efek samping ringan dan sementara, seperti:
Pegal, Kaku atau Nyeri ringan setelah terapi.
Namun, manipulasi leher yang agresif memiliki risiko serius seperti cedera arteri leher, walaupun sangat jarang terjadi.
Karena itu penting memastikan:
✔Praktisi memiliki pelatihan dan lisensi resmi
✔Riwayat kesehatan diperiksa
✔Tidak memiliki kondisi seperti osteoporosis berat atau gangguan pembekuan darah
Siapa yang Tidak Dianjurkan?
Hindari chiropractic jika memiliki:
✔Osteoporosis berat
✔Riwayat stroke
✔Gangguan pembekuan darah
✔Kanker tulang
✔Cedera tulang belakang serius
Kesimpulan
Chiropractic bukan sekadar tren "kretek-kretek" yang viral. Ada manfaat nyata untuk kondisi tertentu, terutama nyeri punggung bawah dan leher.
Namun terapi ini bukan solusi ajaib untuk semua penyakit. Tetap diperlukan evaluasi medis dan pendekatan yang rasional.
Next News

Di Mana Bayamnya? Menguak Rahasia di Balik Sayur Bening Pasien
an hour ago

Mata Panda Kaum Lembur: Benarkah Eye Pad Solusi Cepat Atasi Kantung Mata?
an hour ago

Rahasia Gurun Sahara: Eksportir Debu Terbesar ke Seluruh Dunia
an hour ago

Seberapa Penting Donor Darah bagi Kesehatan?
13 hours ago

Vitamin Apa Saja yang Diperlukan Usia 40 Tahun ke Atas?
13 hours ago

Robotik Medis: Masa Depan Pelayanan Kesehatan di Indonesia
13 hours ago

Anak Jarang Main di Luar, Apa Dampaknya untuk Otak?
13 hours ago

Benarkah Diet Tinggi Protein Bisa Menurunkan Berat Badan?
14 hours ago

Telinga Berdenging Tiba-Tiba, Normal atau Bahaya?
14 hours ago

Tanda-Tanda Anak Cerdas Sejak Dini
14 hours ago





