Cara Memilih Tahu yang Aman Dikonsumsi
Laila - Saturday, 18 July 2026 | 11:39 AM


Cara Memilih Tahu yang Aman Dikonsumsi
Tahu menjadi salah satu bahan makanan favorit masyarakat Indonesia karena harganya terjangkau, mudah diolah, dan kaya akan protein nabati. Selain itu, tahu juga mengandung kalsium, zat besi, magnesium, serta berbagai nutrisi yang baik untuk kesehatan.
Meski demikian, konsumen tetap perlu berhati-hati saat membeli tahu. Memilih tahu yang segar dan aman dikonsumsi sangat penting untuk menjaga kualitas makanan sekaligus menghindari risiko mengonsumsi produk yang telah rusak atau mengandung bahan berbahaya.
Berikut beberapa cara memilih tahu yang aman dikonsumsi.
1. Perhatikan Warna Tahu
Tahu yang masih segar umumnya berwarna putih atau putih kekuningan alami, tergantung jenisnya. Warna tersebut terlihat bersih, tetapi tidak terlalu mencolok.
Jika tahu tampak sangat putih secara tidak wajar, sebaiknya lebih berhati-hati. Pilih tahu yang memiliki warna alami dan tidak menunjukkan bercak hitam, kehijauan, atau tanda jamur.
2. Cium Aromanya
Tahu segar memiliki aroma khas kedelai yang ringan dan tidak menyengat.
Hindari membeli tahu yang mengeluarkan bau asam, busuk, atau aroma kimia yang tidak biasa karena bisa menjadi tanda tahu sudah rusak atau tidak layak dikonsumsi.
3. Periksa Teksturnya
Tekan permukaan tahu secara perlahan. Tahu yang baik terasa padat, kenyal, dan tidak mudah hancur saat disentuh.
Sebaliknya, tahu yang terlalu lembek, berlendir, atau mudah remuk dapat menandakan kualitasnya sudah menurun.
4. Perhatikan Air Rendamannya
Banyak pedagang menyimpan tahu di dalam air agar tetap segar. Pastikan air rendaman terlihat jernih dan tidak berbau.
Jika air tampak keruh, berbusa, atau berbau tidak sedap, sebaiknya pilih tahu dari tempat lain.
5. Belilah di Tempat yang Bersih
Kebersihan tempat berjualan juga menjadi indikator penting. Pilih pedagang yang menjaga kebersihan wadah, peralatan, dan area penjualan.
Tahu yang disimpan di tempat bersih memiliki risiko kontaminasi yang lebih rendah dibandingkan yang dijual di lingkungan kurang higienis.
6. Hindari Tahu yang Berlendir
Permukaan tahu yang licin atau berlendir merupakan salah satu tanda bahwa kualitasnya sudah menurun akibat pertumbuhan mikroorganisme.
Jika menemukan kondisi tersebut, sebaiknya jangan membelinya.
7. Perhatikan Kemasan pada Tahu Kemasan
Jika membeli tahu dalam kemasan, pastikan kemasan masih tertutup rapat, tidak bocor, dan tidak menggelembung.
Jangan lupa memeriksa tanggal kedaluwarsa serta petunjuk penyimpanan yang tertera pada kemasan.
8. Simpan Tahu dengan Benar
Setelah dibeli, tahu sebaiknya segera disimpan di dalam lemari pendingin. Jika belum akan dimasak, simpan dalam wadah berisi air bersih dan ganti airnya setiap hari agar kesegarannya lebih terjaga.
Untuk tahu kemasan, ikuti petunjuk penyimpanan yang tertera pada label produk.
Waspadai Penggunaan Bahan Berbahaya
Masyarakat juga diimbau mewaspadai penggunaan bahan kimia berbahaya, seperti formalin, yang dilarang digunakan sebagai pengawet makanan.
Tahu yang mengandung formalin sering kali memiliki tekstur sangat kenyal, tidak mudah hancur, tahan lama meski disimpan pada suhu ruang, serta aroma kedelainya kurang terasa. Namun, ciri-ciri tersebut tidak selalu dapat dipastikan hanya dengan melihat atau mencium produk. Karena itu, membeli tahu dari penjual yang terpercaya merupakan langkah terbaik.
Kesimpulan
Memilih tahu yang aman dikonsumsi dapat dilakukan dengan memperhatikan warna, aroma, tekstur, kondisi air rendaman, serta kebersihan tempat penjualannya. Selain itu, simpan tahu dengan benar setelah dibeli agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga.
Dengan lebih teliti saat memilih, Anda dapat menikmati tahu sebagai sumber protein nabati yang lezat, bergizi, dan aman untuk dikonsumsi bersama keluarga.
Next News

Mengapa Dekorasi Menjadi Bagian Penting dalam Sebuah Acara?
5 hours ago

Bupati Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Ratusan Siswa Kurang Mampu dan Berprestasi
5 hours ago

Mengapa Setiap Daerah Memiliki Gaya Pernikahan yang Berbeda? Mengenal Tradisi Pernikahan di Indonesia
6 hours ago

Mengapa Kebiasaan Makan Bersama Keluarga Perlu Dipertahankan?
8 hours ago

Mengapa Suara Hujan di Atap Rumah Terasa Begitu Menenangkan?
8 hours ago

Benda Lama di Rumah yang Diam-Diam Menyimpan Banyak Cerita
8 hours ago

Belanja Online Mengubah Kebiasaan, Apa yang Terjadi pada Toko Konvensional?
8 hours ago

Komentar di Internet Bisa Berdampak Besar, Mengapa Kita Harus Lebih Bijak?
8 hours ago

Kenapa Kita Bisa Mengingat Wajah tetapi Lupa Nama?
8 hours ago

Hewan Liar Makin Sering Masuk Permukiman, Apa Penyebabnya?
8 hours ago





