Cara Membedakan Telur Segar dan Telur Lama
Laila - Saturday, 18 July 2026 | 11:34 AM


Telur merupakan salah satu bahan makanan yang hampir selalu tersedia di dapur. Selain harganya terjangkau, telur juga kaya akan protein, vitamin, dan mineral yang baik untuk tubuh. Namun, kualitas telur dapat menurun seiring waktu penyimpanan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara membedakan telur yang masih segar dengan telur yang sudah lama.
Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan.
1. Perhatikan Kondisi Cangkang
Telur segar umumnya memiliki cangkang yang bersih, terasa kokoh, dan permukaannya sedikit kasar atau bertekstur. Sebaliknya, telur yang sudah lama disimpan biasanya tampak lebih mengilap karena lapisan pelindung alami pada cangkang mulai berkurang.
Hindari memilih telur yang cangkangnya retak, pecah, atau berlendir karena lebih berisiko terkontaminasi bakteri.
2. Lakukan Uji dengan Air
Salah satu cara paling mudah untuk mengetahui kesegaran telur adalah menggunakan semangkuk air.
- Telur tenggelam dan berbaring di dasar wadah menandakan telur masih sangat segar.
- Telur tenggelam tetapi berdiri tegak menunjukkan telur masih layak dikonsumsi, meski sudah tidak terlalu segar.
- Telur mengapung di permukaan air menandakan telur sudah lama dan sebaiknya tidak dikonsumsi.
Hal ini terjadi karena kantong udara di dalam telur akan semakin besar seiring bertambahnya usia telur.
3. Pecahkan Telur dan Perhatikan Bentuknya
Jika telur sudah dipecahkan, kesegarannya dapat dilihat dari bentuk putih dan kuning telurnya.
Telur segar memiliki putih telur yang kental dan tidak mudah menyebar. Kuning telurnya tampak bulat, tinggi, dan tetap utuh.
Sebaliknya, pada telur yang sudah lama, putih telur akan terlihat lebih encer dan mudah melebar, sedangkan kuning telur menjadi lebih datar.
4. Cium Aromanya
Telur segar hampir tidak memiliki bau yang menyengat. Jika setelah dipecahkan telur mengeluarkan aroma busuk atau bau belerang yang kuat, sebaiknya segera dibuang karena sudah tidak layak dikonsumsi.
Bau tidak sedap merupakan salah satu tanda paling jelas bahwa telur telah mengalami kerusakan.
5. Periksa Tanggal Produksi atau Kedaluwarsa
Saat membeli telur kemasan, jangan lupa memeriksa tanggal produksi atau tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan. Pilih telur dengan masa simpan yang masih panjang dan pastikan kemasannya dalam kondisi baik.
6. Simpan Telur dengan Benar
Kesegaran telur juga dipengaruhi oleh cara penyimpanannya. Simpan telur di dalam lemari pendingin pada suhu yang stabil agar kualitasnya tetap terjaga lebih lama.
Sebaiknya simpan telur di dalam kemasan aslinya dan letakkan di bagian dalam kulkas, bukan di rak pintu, karena suhu di bagian pintu lebih sering berubah akibat aktivitas membuka dan menutup kulkas.
Apakah Telur Lama Selalu Berbahaya?
Tidak selalu. Telur yang sudah beberapa minggu disimpan masih bisa aman dikonsumsi apabila disimpan dengan benar dan belum menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Namun, jika telur mengapung saat diuji, berbau tidak sedap, berubah warna, atau cangkangnya retak dan berlendir, sebaiknya jangan dikonsumsi.
Kesimpulan
Membedakan telur segar dan telur lama sebenarnya cukup mudah. Anda dapat memperhatikan kondisi cangkang, melakukan uji air, melihat bentuk isi telur, hingga mencium aromanya setelah dipecahkan. Dengan memilih telur yang masih segar dan menyimpannya dengan benar, kualitas gizi serta keamanan pangan dapat tetap terjaga.
Next News

Menjadi Pribadi yang Membawa Energi Positif
in 7 hours

Membangun Aura Positif dalam Kehidupan Sehari-hari
in 7 hours

Cara Sederhana Memancarkan Energi Positif
in 7 hours

Ketika Senja Mengajarkan Arti Melepaskan
in 7 hours

Di Bawah Langit Senja, Ada Banyak Cerita
in 7 hours

Liburan Hemat tetapi Tetap Menyenangkan
in 7 hours

Mengapa Berwisata Bisa Membuat Pikiran Lebih Segar?
in 7 hours

Belajar Hal Baru untuk Mengembangkan Potensi Diri
in 7 hours

Memulai Hari dengan Kebiasaan yang Positif
in 6 hours

Menepi Sejenak: 5 Desa di Dunia dengan Suasana Tenang yang Bikin Ingin Resign
7 hours ago





